alexametrics
23.5 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

 Hujan Abu Mulai Diantisipasi

BPBD Lumajang Sediakan Ribuan Masker

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Erupsi Gunung Semeru yang memunculkan lahar panas di aliran Sungai Besuk Kobokan, Kecamatan Pronojiwo, memang perlu diantisipasi. Namun, abu vulkanis juga perlu diantisipasi. Sebab, sejak kemarin hujan abu makin mengguyur.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Agus Triono menyatakan, kerugian yang diakibatkan adanya abu vulkanis Semeru dipastikan ada. Kerugian tersebut menyangkut bidang peternakan, pertanian, dan pertambangan. “Kerugian di bidang pertanian pasti ada, makanya rencana akan ada penghitungan dan pertolongan di bidang tersebut,” ucapnya.

Pertanian yang paling banyak di daerah lereng Semeru adalah tanaman padi. Namun beruntungnya tidak semua para petani memiliki tanaman padi yang sudah matang untuk dipanen. Rata-rata masih masa menanam, mengingat sekarang adalah musim hujan. Di sisi lain, kerugian yang diakibatkan adanya lahar panas adalah bagi para penambang. “Update terbaru ada puluhan truk yang tertimbun,” ucapnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Erupsi Gunung Semeru yang memunculkan lahar panas di aliran Sungai Besuk Kobokan, Kecamatan Pronojiwo, memang perlu diantisipasi. Namun, abu vulkanis juga perlu diantisipasi. Sebab, sejak kemarin hujan abu makin mengguyur.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Agus Triono menyatakan, kerugian yang diakibatkan adanya abu vulkanis Semeru dipastikan ada. Kerugian tersebut menyangkut bidang peternakan, pertanian, dan pertambangan. “Kerugian di bidang pertanian pasti ada, makanya rencana akan ada penghitungan dan pertolongan di bidang tersebut,” ucapnya.

Pertanian yang paling banyak di daerah lereng Semeru adalah tanaman padi. Namun beruntungnya tidak semua para petani memiliki tanaman padi yang sudah matang untuk dipanen. Rata-rata masih masa menanam, mengingat sekarang adalah musim hujan. Di sisi lain, kerugian yang diakibatkan adanya lahar panas adalah bagi para penambang. “Update terbaru ada puluhan truk yang tertimbun,” ucapnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Erupsi Gunung Semeru yang memunculkan lahar panas di aliran Sungai Besuk Kobokan, Kecamatan Pronojiwo, memang perlu diantisipasi. Namun, abu vulkanis juga perlu diantisipasi. Sebab, sejak kemarin hujan abu makin mengguyur.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Agus Triono menyatakan, kerugian yang diakibatkan adanya abu vulkanis Semeru dipastikan ada. Kerugian tersebut menyangkut bidang peternakan, pertanian, dan pertambangan. “Kerugian di bidang pertanian pasti ada, makanya rencana akan ada penghitungan dan pertolongan di bidang tersebut,” ucapnya.

Pertanian yang paling banyak di daerah lereng Semeru adalah tanaman padi. Namun beruntungnya tidak semua para petani memiliki tanaman padi yang sudah matang untuk dipanen. Rata-rata masih masa menanam, mengingat sekarang adalah musim hujan. Di sisi lain, kerugian yang diakibatkan adanya lahar panas adalah bagi para penambang. “Update terbaru ada puluhan truk yang tertimbun,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/