alexametrics
23 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Ustad Lapas Bakal Dapat Insentif Dari Pemkab Lumajang

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sudah selayaknya para ustad atau pengajar keagamaan di Pondok Pesantren At Taubah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II B Lumajang diperhatikan. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) meminta ada perhatian khusus bagi kesejahteraan mereka. Sebab, mereka berasal dari luar Kecamatan Lumajang dengan kemampuan kompetensi khusus.

Kepala Kemenag Lumajang Muhammad Muslim mengungkapkan, para pengajar sekaligus penyuluh keagamaan tersebut bekerja ekstra. Sebab, selain membina keagamaan di wilayah kerjanya, mereka mendapat tugas tambahan di ponpes lapas. Menurut dia, kompetensi khusus itu juga harus diimbangi dengan perhatian khusus. “Agar penyuluh lebih semangat lagi. Hasilnya satu bulanan ini sudah bisa dirasakan bersama di Lapas Lumajang,” katanya.

Menanggapi itu, Mahfud, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Lumajang, menyebut, sebanyak 60 penyuluh bakal menerima insentif. Namun, pihaknya masih akan melakukan pembahasan. Yang pasti, ustad/ustadah akan menerima dana ganti transport dari pemerintah selama pembinaan di lapas.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Yang jelas, sudah ada perhatian pemerintah. Selain dengan memakmurkan pesantren, tenaga pengajar juga harus diperhatikan. Karena mereka menerima tugas tambahan. Ini menjadi tugas pemerintah untuk memikirkan insentif berupa ganti transport untuk mereka. Kami akan segera diskusikan bersama,” jelasnya.

Dia menuturkan, pembahasan secara khusus bakal segera dilakukan. Nantinya, regulasi akan disesuaikan dengan ketentuan di kesra. Sebagai bocoran, insentif akan diberikan sesuai jam pembinaan setiap penyuluh. Artinya, kehadiran penyuluh menjadi indikator besaran insentif yang diterima.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sudah selayaknya para ustad atau pengajar keagamaan di Pondok Pesantren At Taubah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II B Lumajang diperhatikan. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) meminta ada perhatian khusus bagi kesejahteraan mereka. Sebab, mereka berasal dari luar Kecamatan Lumajang dengan kemampuan kompetensi khusus.

Kepala Kemenag Lumajang Muhammad Muslim mengungkapkan, para pengajar sekaligus penyuluh keagamaan tersebut bekerja ekstra. Sebab, selain membina keagamaan di wilayah kerjanya, mereka mendapat tugas tambahan di ponpes lapas. Menurut dia, kompetensi khusus itu juga harus diimbangi dengan perhatian khusus. “Agar penyuluh lebih semangat lagi. Hasilnya satu bulanan ini sudah bisa dirasakan bersama di Lapas Lumajang,” katanya.

Menanggapi itu, Mahfud, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Lumajang, menyebut, sebanyak 60 penyuluh bakal menerima insentif. Namun, pihaknya masih akan melakukan pembahasan. Yang pasti, ustad/ustadah akan menerima dana ganti transport dari pemerintah selama pembinaan di lapas.

“Yang jelas, sudah ada perhatian pemerintah. Selain dengan memakmurkan pesantren, tenaga pengajar juga harus diperhatikan. Karena mereka menerima tugas tambahan. Ini menjadi tugas pemerintah untuk memikirkan insentif berupa ganti transport untuk mereka. Kami akan segera diskusikan bersama,” jelasnya.

Dia menuturkan, pembahasan secara khusus bakal segera dilakukan. Nantinya, regulasi akan disesuaikan dengan ketentuan di kesra. Sebagai bocoran, insentif akan diberikan sesuai jam pembinaan setiap penyuluh. Artinya, kehadiran penyuluh menjadi indikator besaran insentif yang diterima.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sudah selayaknya para ustad atau pengajar keagamaan di Pondok Pesantren At Taubah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II B Lumajang diperhatikan. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) meminta ada perhatian khusus bagi kesejahteraan mereka. Sebab, mereka berasal dari luar Kecamatan Lumajang dengan kemampuan kompetensi khusus.

Kepala Kemenag Lumajang Muhammad Muslim mengungkapkan, para pengajar sekaligus penyuluh keagamaan tersebut bekerja ekstra. Sebab, selain membina keagamaan di wilayah kerjanya, mereka mendapat tugas tambahan di ponpes lapas. Menurut dia, kompetensi khusus itu juga harus diimbangi dengan perhatian khusus. “Agar penyuluh lebih semangat lagi. Hasilnya satu bulanan ini sudah bisa dirasakan bersama di Lapas Lumajang,” katanya.

Menanggapi itu, Mahfud, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Lumajang, menyebut, sebanyak 60 penyuluh bakal menerima insentif. Namun, pihaknya masih akan melakukan pembahasan. Yang pasti, ustad/ustadah akan menerima dana ganti transport dari pemerintah selama pembinaan di lapas.

“Yang jelas, sudah ada perhatian pemerintah. Selain dengan memakmurkan pesantren, tenaga pengajar juga harus diperhatikan. Karena mereka menerima tugas tambahan. Ini menjadi tugas pemerintah untuk memikirkan insentif berupa ganti transport untuk mereka. Kami akan segera diskusikan bersama,” jelasnya.

Dia menuturkan, pembahasan secara khusus bakal segera dilakukan. Nantinya, regulasi akan disesuaikan dengan ketentuan di kesra. Sebagai bocoran, insentif akan diberikan sesuai jam pembinaan setiap penyuluh. Artinya, kehadiran penyuluh menjadi indikator besaran insentif yang diterima.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/