alexametrics
27.8 C
Jember
Tuesday, 24 May 2022

Ancaman Banjir Menghantui Wilayah Lumajang

Memasuki cuaca ekstrem pada puncak musim hujan kali ini cukup mengkhawatirkan. Potensi risiko bencana semakin tinggi. Apalagi aliran air yang melewati gorong-gorong di kawasan perkotaan banyak yang tersumbat. Ancaman banjir pun sedang mengintai.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejak Minggu (31/10) sore lalu hujan deras mengguyur sebagian besar kecamatan di Lumajang. Terutama pada pukul 17.30 hingga pukul 20.20, hujan yang hampir merata itu disertai petir dan angin kencang. Sampai-sampai pada saat itu beberapa titik di wilayah perkotaan banyak genangan air, mulai dari pasar dan sejumlah kawasan perumahan.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, hujan mulai turun pukul 16.00 hingga pukul 22.30 tersebut membuat genangan air di Pasar Baru Lumajang, Perumahan Graha Semeru, Griya Safala, Grand Hilton, Clarysa Greendland Sumberejo, rusunawa, dan lainnya. Juga terdapat satu pohon tumbang di Jalan Agus Salim Citrodiwangsan.

Kabid Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Logistik Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Wawan Hadi Siswo mengatakan, cuaca ekstrem macam hujan yang deras itu dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi. Tidak hanya banjir, tanah longsor juga perlu diwaspadai.

Mobile_AP_Rectangle 2

BMKG telah merilis puncak cuaca ekstrem ini terjadi pada bulan November. Itu sudah puncak-puncaknya, seperti kemarin (Minggu, Red) hujan deras. Nah, akibat hujan itu memang ada beberapa titik yang tergenang air, tetapi keesokan harinya sudah mulai surut. Sebagian orang memang mengeluhkan itu,” katanya.

Menurut dia, setelah petugas BPBD Lumajang melakukan asesmen, penyebab banjir genangan diketahui karena banyak drainase atau gorong-gorong yang sudah mulai dangkal. Karena itu, volume air yang mengalir ke sungai tidak banyak. Baik di Pasar Baru maupun perumahan-perumahan.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejak Minggu (31/10) sore lalu hujan deras mengguyur sebagian besar kecamatan di Lumajang. Terutama pada pukul 17.30 hingga pukul 20.20, hujan yang hampir merata itu disertai petir dan angin kencang. Sampai-sampai pada saat itu beberapa titik di wilayah perkotaan banyak genangan air, mulai dari pasar dan sejumlah kawasan perumahan.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, hujan mulai turun pukul 16.00 hingga pukul 22.30 tersebut membuat genangan air di Pasar Baru Lumajang, Perumahan Graha Semeru, Griya Safala, Grand Hilton, Clarysa Greendland Sumberejo, rusunawa, dan lainnya. Juga terdapat satu pohon tumbang di Jalan Agus Salim Citrodiwangsan.

Kabid Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Logistik Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Wawan Hadi Siswo mengatakan, cuaca ekstrem macam hujan yang deras itu dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi. Tidak hanya banjir, tanah longsor juga perlu diwaspadai.

BMKG telah merilis puncak cuaca ekstrem ini terjadi pada bulan November. Itu sudah puncak-puncaknya, seperti kemarin (Minggu, Red) hujan deras. Nah, akibat hujan itu memang ada beberapa titik yang tergenang air, tetapi keesokan harinya sudah mulai surut. Sebagian orang memang mengeluhkan itu,” katanya.

Menurut dia, setelah petugas BPBD Lumajang melakukan asesmen, penyebab banjir genangan diketahui karena banyak drainase atau gorong-gorong yang sudah mulai dangkal. Karena itu, volume air yang mengalir ke sungai tidak banyak. Baik di Pasar Baru maupun perumahan-perumahan.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejak Minggu (31/10) sore lalu hujan deras mengguyur sebagian besar kecamatan di Lumajang. Terutama pada pukul 17.30 hingga pukul 20.20, hujan yang hampir merata itu disertai petir dan angin kencang. Sampai-sampai pada saat itu beberapa titik di wilayah perkotaan banyak genangan air, mulai dari pasar dan sejumlah kawasan perumahan.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, hujan mulai turun pukul 16.00 hingga pukul 22.30 tersebut membuat genangan air di Pasar Baru Lumajang, Perumahan Graha Semeru, Griya Safala, Grand Hilton, Clarysa Greendland Sumberejo, rusunawa, dan lainnya. Juga terdapat satu pohon tumbang di Jalan Agus Salim Citrodiwangsan.

Kabid Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Logistik Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Wawan Hadi Siswo mengatakan, cuaca ekstrem macam hujan yang deras itu dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi. Tidak hanya banjir, tanah longsor juga perlu diwaspadai.

BMKG telah merilis puncak cuaca ekstrem ini terjadi pada bulan November. Itu sudah puncak-puncaknya, seperti kemarin (Minggu, Red) hujan deras. Nah, akibat hujan itu memang ada beberapa titik yang tergenang air, tetapi keesokan harinya sudah mulai surut. Sebagian orang memang mengeluhkan itu,” katanya.

Menurut dia, setelah petugas BPBD Lumajang melakukan asesmen, penyebab banjir genangan diketahui karena banyak drainase atau gorong-gorong yang sudah mulai dangkal. Karena itu, volume air yang mengalir ke sungai tidak banyak. Baik di Pasar Baru maupun perumahan-perumahan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/