alexametrics
28 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Korban Kemalingan Sapi Berharap Ada Bantuan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kerugian yang dialami Muhammad, 60, warga Desa Tekung, Kecamatan Tekung, sangat besar setelah kemalingan tiga ekor sapinya. Apalagi, sapi jenis limusin yang dirawatnya sejak kecil tersebut dicuri maling pada 7 Agustus 2020 lalu. Sampai sekarang, hewan ternaknya belum ditemukan.

“Belum ada bantuan sama sekali,” ucapnya lirih. Dia memperkirakan, kerugian yang diderita mencapai jutaan rupiah. Apalagi dua dari tiga ekor sapinya sedang bunting. Kondisi itulah yang membuatnya sangat berat merasa kehilangan tersebut.

Ketika ditanyai terkait asuransi ternak, dirinya mengaku tidak pernah mengurusnya. Sehingga kesempatan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah pun pupus. “Saya tidak pernah mendaftar, karena tidak tahu kalau ada asuransi,” katanya. Apalagi syarat untuk mendapat asuransi harus terlebih dulu terdaftar menjadi anggota tani dan menyetor iuran setiap bulannya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kerugian yang dialami Muhammad, 60, warga Desa Tekung, Kecamatan Tekung, sangat besar setelah kemalingan tiga ekor sapinya. Apalagi, sapi jenis limusin yang dirawatnya sejak kecil tersebut dicuri maling pada 7 Agustus 2020 lalu. Sampai sekarang, hewan ternaknya belum ditemukan.

“Belum ada bantuan sama sekali,” ucapnya lirih. Dia memperkirakan, kerugian yang diderita mencapai jutaan rupiah. Apalagi dua dari tiga ekor sapinya sedang bunting. Kondisi itulah yang membuatnya sangat berat merasa kehilangan tersebut.

Ketika ditanyai terkait asuransi ternak, dirinya mengaku tidak pernah mengurusnya. Sehingga kesempatan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah pun pupus. “Saya tidak pernah mendaftar, karena tidak tahu kalau ada asuransi,” katanya. Apalagi syarat untuk mendapat asuransi harus terlebih dulu terdaftar menjadi anggota tani dan menyetor iuran setiap bulannya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kerugian yang dialami Muhammad, 60, warga Desa Tekung, Kecamatan Tekung, sangat besar setelah kemalingan tiga ekor sapinya. Apalagi, sapi jenis limusin yang dirawatnya sejak kecil tersebut dicuri maling pada 7 Agustus 2020 lalu. Sampai sekarang, hewan ternaknya belum ditemukan.

“Belum ada bantuan sama sekali,” ucapnya lirih. Dia memperkirakan, kerugian yang diderita mencapai jutaan rupiah. Apalagi dua dari tiga ekor sapinya sedang bunting. Kondisi itulah yang membuatnya sangat berat merasa kehilangan tersebut.

Ketika ditanyai terkait asuransi ternak, dirinya mengaku tidak pernah mengurusnya. Sehingga kesempatan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah pun pupus. “Saya tidak pernah mendaftar, karena tidak tahu kalau ada asuransi,” katanya. Apalagi syarat untuk mendapat asuransi harus terlebih dulu terdaftar menjadi anggota tani dan menyetor iuran setiap bulannya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/