alexametrics
22.8 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Satu Lagi Ditemukan, Niat Cari Ayahnya Malah Jadi Korban Erupsi Semeru

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERWULUH, Radar Semeru – Korban hilang erupsi Gunung Semeru, Desember lalu, kembali ditemukan. Kemarin, salah satu warga menemukan jenazah yang terkubur material erupsi di Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Jenazah yang ditemukan itu ternyata Ahmad Rendy Pratama, warga Dusun Kebonagung, desa setempat.

Penemuan itu bermula ketika Said, warga setempat, sedang mencari pasir di lahan miliknya. Sekitar pukul enam pagi, dia menggali pasir itu. Saat penggalian, dia mencium bau tidak sedap. Setelah ditelusuri, dia menggali lebih dalam. Selanjutnya, dia menemukan tulang belulang yang diduga kuat korban erupsi Gunung Semeru.

“Kami menerima laporan dan meneruskannya ke perangkat desa, kecamatan, puskesmas, dan BPBD Lumajang. Warga sekitar langsung membantu penggalian dan evakuasi,” ujar Ketua Satgas Keamanan Desa Sumberwuluh Budi Hartono.

Mobile_AP_Rectangle 2

Budi mengungkapkan, kondisi jenazah sulit diketahui identitasnya. Namun, salah satu warga mengenali korban. Setelah diperiksa, dia memastikan jenazah adalah Rendy. Seorang pemuda yang hilang saat material erupsi menerjang Kampung Renteng, tahun lalu.

“Dikenali melalui pakaian yang dikenakan korban,” ungkapnya. Dia melanjutkan, warga setempat melakukan evakuasi secara manual. Sebab, timbunan material itu tidak banyak dan dalam. Selain itu, lokasi penemuannya di kawasan pohon aren.

- Advertisement -

SUMBERWULUH, Radar Semeru – Korban hilang erupsi Gunung Semeru, Desember lalu, kembali ditemukan. Kemarin, salah satu warga menemukan jenazah yang terkubur material erupsi di Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Jenazah yang ditemukan itu ternyata Ahmad Rendy Pratama, warga Dusun Kebonagung, desa setempat.

Penemuan itu bermula ketika Said, warga setempat, sedang mencari pasir di lahan miliknya. Sekitar pukul enam pagi, dia menggali pasir itu. Saat penggalian, dia mencium bau tidak sedap. Setelah ditelusuri, dia menggali lebih dalam. Selanjutnya, dia menemukan tulang belulang yang diduga kuat korban erupsi Gunung Semeru.

“Kami menerima laporan dan meneruskannya ke perangkat desa, kecamatan, puskesmas, dan BPBD Lumajang. Warga sekitar langsung membantu penggalian dan evakuasi,” ujar Ketua Satgas Keamanan Desa Sumberwuluh Budi Hartono.

Budi mengungkapkan, kondisi jenazah sulit diketahui identitasnya. Namun, salah satu warga mengenali korban. Setelah diperiksa, dia memastikan jenazah adalah Rendy. Seorang pemuda yang hilang saat material erupsi menerjang Kampung Renteng, tahun lalu.

“Dikenali melalui pakaian yang dikenakan korban,” ungkapnya. Dia melanjutkan, warga setempat melakukan evakuasi secara manual. Sebab, timbunan material itu tidak banyak dan dalam. Selain itu, lokasi penemuannya di kawasan pohon aren.

SUMBERWULUH, Radar Semeru – Korban hilang erupsi Gunung Semeru, Desember lalu, kembali ditemukan. Kemarin, salah satu warga menemukan jenazah yang terkubur material erupsi di Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Jenazah yang ditemukan itu ternyata Ahmad Rendy Pratama, warga Dusun Kebonagung, desa setempat.

Penemuan itu bermula ketika Said, warga setempat, sedang mencari pasir di lahan miliknya. Sekitar pukul enam pagi, dia menggali pasir itu. Saat penggalian, dia mencium bau tidak sedap. Setelah ditelusuri, dia menggali lebih dalam. Selanjutnya, dia menemukan tulang belulang yang diduga kuat korban erupsi Gunung Semeru.

“Kami menerima laporan dan meneruskannya ke perangkat desa, kecamatan, puskesmas, dan BPBD Lumajang. Warga sekitar langsung membantu penggalian dan evakuasi,” ujar Ketua Satgas Keamanan Desa Sumberwuluh Budi Hartono.

Budi mengungkapkan, kondisi jenazah sulit diketahui identitasnya. Namun, salah satu warga mengenali korban. Setelah diperiksa, dia memastikan jenazah adalah Rendy. Seorang pemuda yang hilang saat material erupsi menerjang Kampung Renteng, tahun lalu.

“Dikenali melalui pakaian yang dikenakan korban,” ungkapnya. Dia melanjutkan, warga setempat melakukan evakuasi secara manual. Sebab, timbunan material itu tidak banyak dan dalam. Selain itu, lokasi penemuannya di kawasan pohon aren.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/