alexametrics
22.4 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Penerapan Perdes Perlindungan Anak di Lumajang

Proses meraih predikat kabupaten layak anak (KLA) memang tidak mudah. Penilaian setahun sekali itu harus didukung seluruh pihak. Namun, tidak semuanya berjalan mulus. Sebab, belum semua desa memprioritaskannya. Terutama Perdes Perlindungan Anak.

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPUHARJO, Radar Semeru – Keberadaan anak-anak sebagai pilar kemajuan daerah patut diperhatikan. Sebab, anak-anak yang juga generasi penerus bangsa ini menjadi tonggak. Karena itu, mereka memiliki peran penting dalam membangun daerah. Khususnya di Lumajang.

BACA JUGA : Bupati Hendy Temui Gubernur Khofifah, Izin Jember Gunakan Perkada PAPBD

Selama ini, cukup banyak hak anak yang terenggut. Mulai dari hak bermain, hak mendapatkan pendidikan, hingga hak perlindungan. Hal itu disebabkan meningkatnya sejumlah kasus anak di Lumajang. Ini menjadi pekerjaan rumah pemda untuk mengatasinya. Terlebih, di tengah predikat Lumajang sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) Tingkat Madya, tantangannya semakin berat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pembina Forum Anak Lumajang, Ida Ayu, mengatakan, predikat itu diraih setelah hak-hak anak Lumajang terpenuhi. Tentu belum semua hak itu terpenuhi merata. Namun, pihaknya berupaya agar seluruh pemerintah desa (pemdes) melibatkan anak-anak dalam setiap kegiatan desa.

Dayu, sapaan akrabnya, menilai, hal itu sangat penting. Sebab, salah satu indikator penilaian KLA adalah partisipasi anak dalam perencanaan pembangunan (PAPP). “Salah satunya melalui forum anak di masing-masing desa. Memang belum semua desa. Karena baru ada empat desa yang sudah terbentuk,” ujarnya.

Keempat desa itu adalah Desa Gesang dan Jokarto, Kecamatan Tempeh, serta Desa Kloposawit dan Penanggal di Kecamatan Candipuro. Dayu melanjutkan, dari empat desa itu baru dua desa yang berjalan penuh. Keduanya juga sudah melibatkan anak-anak dalam setiap kegiatan desa.

- Advertisement -

KEPUHARJO, Radar Semeru – Keberadaan anak-anak sebagai pilar kemajuan daerah patut diperhatikan. Sebab, anak-anak yang juga generasi penerus bangsa ini menjadi tonggak. Karena itu, mereka memiliki peran penting dalam membangun daerah. Khususnya di Lumajang.

BACA JUGA : Bupati Hendy Temui Gubernur Khofifah, Izin Jember Gunakan Perkada PAPBD

Selama ini, cukup banyak hak anak yang terenggut. Mulai dari hak bermain, hak mendapatkan pendidikan, hingga hak perlindungan. Hal itu disebabkan meningkatnya sejumlah kasus anak di Lumajang. Ini menjadi pekerjaan rumah pemda untuk mengatasinya. Terlebih, di tengah predikat Lumajang sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) Tingkat Madya, tantangannya semakin berat.

Pembina Forum Anak Lumajang, Ida Ayu, mengatakan, predikat itu diraih setelah hak-hak anak Lumajang terpenuhi. Tentu belum semua hak itu terpenuhi merata. Namun, pihaknya berupaya agar seluruh pemerintah desa (pemdes) melibatkan anak-anak dalam setiap kegiatan desa.

Dayu, sapaan akrabnya, menilai, hal itu sangat penting. Sebab, salah satu indikator penilaian KLA adalah partisipasi anak dalam perencanaan pembangunan (PAPP). “Salah satunya melalui forum anak di masing-masing desa. Memang belum semua desa. Karena baru ada empat desa yang sudah terbentuk,” ujarnya.

Keempat desa itu adalah Desa Gesang dan Jokarto, Kecamatan Tempeh, serta Desa Kloposawit dan Penanggal di Kecamatan Candipuro. Dayu melanjutkan, dari empat desa itu baru dua desa yang berjalan penuh. Keduanya juga sudah melibatkan anak-anak dalam setiap kegiatan desa.

KEPUHARJO, Radar Semeru – Keberadaan anak-anak sebagai pilar kemajuan daerah patut diperhatikan. Sebab, anak-anak yang juga generasi penerus bangsa ini menjadi tonggak. Karena itu, mereka memiliki peran penting dalam membangun daerah. Khususnya di Lumajang.

BACA JUGA : Bupati Hendy Temui Gubernur Khofifah, Izin Jember Gunakan Perkada PAPBD

Selama ini, cukup banyak hak anak yang terenggut. Mulai dari hak bermain, hak mendapatkan pendidikan, hingga hak perlindungan. Hal itu disebabkan meningkatnya sejumlah kasus anak di Lumajang. Ini menjadi pekerjaan rumah pemda untuk mengatasinya. Terlebih, di tengah predikat Lumajang sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) Tingkat Madya, tantangannya semakin berat.

Pembina Forum Anak Lumajang, Ida Ayu, mengatakan, predikat itu diraih setelah hak-hak anak Lumajang terpenuhi. Tentu belum semua hak itu terpenuhi merata. Namun, pihaknya berupaya agar seluruh pemerintah desa (pemdes) melibatkan anak-anak dalam setiap kegiatan desa.

Dayu, sapaan akrabnya, menilai, hal itu sangat penting. Sebab, salah satu indikator penilaian KLA adalah partisipasi anak dalam perencanaan pembangunan (PAPP). “Salah satunya melalui forum anak di masing-masing desa. Memang belum semua desa. Karena baru ada empat desa yang sudah terbentuk,” ujarnya.

Keempat desa itu adalah Desa Gesang dan Jokarto, Kecamatan Tempeh, serta Desa Kloposawit dan Penanggal di Kecamatan Candipuro. Dayu melanjutkan, dari empat desa itu baru dua desa yang berjalan penuh. Keduanya juga sudah melibatkan anak-anak dalam setiap kegiatan desa.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/