alexametrics
30.5 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Lestarikan Tradisi Lokal

Gelar Doa Bersama di Dekat Sumber Mata Air

Mobile_AP_Rectangle 1

PENANGGAL, Radar Semeru – Peringatan bulan Sura atau Tahun Baru Islam di Lumajang digelar meriah tanpa meninggalkan tradisi yang sudah turun-temurun. Tujuannya untuk melestarikan budaya. Utamanya pada pemuda-pemudi warga sekitar untuk ikut menjaga kearifan lokal.

Tradisi lokal seperti yang digelar oleh Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, menjadi satu-satunya cara untuk melestarikan. Dengan mengumpulkan warga sekitar, mengarak hasil bumi, hingga doa bersama. Setiap dari mereka yang hadir membawa satu ikung lengkap dengan nasi yang diletakkan di atas anyaman pelepah pisang atau biasa disebut dengan nasi berkat.

Tepat di pelataran sumber mata air Penanggal, mereka menggelar karpet. Dipadati para warga sekitar yang duduk rapi dengan bersila. Sedangkan di bagian tengahnya merupakan tempat untuk meletakkan nasi berkat yang sudah dibawa dari rumah. Untuk melakukan doa bersama dan meminta keselamatan.

- Advertisement -

PENANGGAL, Radar Semeru – Peringatan bulan Sura atau Tahun Baru Islam di Lumajang digelar meriah tanpa meninggalkan tradisi yang sudah turun-temurun. Tujuannya untuk melestarikan budaya. Utamanya pada pemuda-pemudi warga sekitar untuk ikut menjaga kearifan lokal.

Tradisi lokal seperti yang digelar oleh Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, menjadi satu-satunya cara untuk melestarikan. Dengan mengumpulkan warga sekitar, mengarak hasil bumi, hingga doa bersama. Setiap dari mereka yang hadir membawa satu ikung lengkap dengan nasi yang diletakkan di atas anyaman pelepah pisang atau biasa disebut dengan nasi berkat.

Tepat di pelataran sumber mata air Penanggal, mereka menggelar karpet. Dipadati para warga sekitar yang duduk rapi dengan bersila. Sedangkan di bagian tengahnya merupakan tempat untuk meletakkan nasi berkat yang sudah dibawa dari rumah. Untuk melakukan doa bersama dan meminta keselamatan.

PENANGGAL, Radar Semeru – Peringatan bulan Sura atau Tahun Baru Islam di Lumajang digelar meriah tanpa meninggalkan tradisi yang sudah turun-temurun. Tujuannya untuk melestarikan budaya. Utamanya pada pemuda-pemudi warga sekitar untuk ikut menjaga kearifan lokal.

Tradisi lokal seperti yang digelar oleh Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, menjadi satu-satunya cara untuk melestarikan. Dengan mengumpulkan warga sekitar, mengarak hasil bumi, hingga doa bersama. Setiap dari mereka yang hadir membawa satu ikung lengkap dengan nasi yang diletakkan di atas anyaman pelepah pisang atau biasa disebut dengan nasi berkat.

Tepat di pelataran sumber mata air Penanggal, mereka menggelar karpet. Dipadati para warga sekitar yang duduk rapi dengan bersila. Sedangkan di bagian tengahnya merupakan tempat untuk meletakkan nasi berkat yang sudah dibawa dari rumah. Untuk melakukan doa bersama dan meminta keselamatan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/