alexametrics
23.5 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Sumber Mata Air Mulai Seret

Bisa Mengganggu Pasokan Pelanggan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Memasuki musim kemarau, hujan masih mengguyur Kabupaten Lumajang, beberapa pekan lalu. Meski tidak merata, hal tersebut masih dijumpai. Sebab, Lumajang memasuki musim kemarau basah. Akibatnya, sejumlah kawasan mulai mewaspadai kekeringan. Terutama di kawasan Lumajang utara.

Meski demikian, pasokan air ke pelanggan terbilang masih aman. Sebab, sumber mata air di Lumajang tetap mengeluarkan air. Walau ada penurunan debit air, pelanggan tidak perlu mencemaskan hal tersebut. “Sejauh ini debit air dari sumber mata air di Lumajang mulai ada penurunan. Namun, belum signifikan,” kata Ahmad Arifulin Nuha, Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mahameru Lumajang.

Dia menjelaskan, bila dibandingkan beberapa bulan lalu, seperti April dan Mei, debit air di atas normal (meluber, Red) atau overflow. Namun, hal tersebut sudah normal kembali di bulan selanjutnya. Kini, debitnya mengalami penurunan dan tidak ada gangguan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Masyarakat perlu mewaspadai musim kemarau ini. Terutama di kawasan yang sering kekurangan air bersih karena topografinya memang sulit sumber air. Seperti yang terjadi di kawasan Lumajang utara. Di musim kemarau, air dari PDAM menjadi satu-satunya pasokan kebutuhan air sehari-hari. Kalau di musim hujan, air di sana masih mudah didapatkan. Mereka masih bisa memanfaatkan pompa air dan hujan,” jelasnya.

Apalagi di musim kemarau, lanjutnya,  sepuluh sumber mata air yang dikelola PDAM mulai mengecil. Akibatnya, pasokan air ke pelanggan bisa saja terganggu. Oleh sebab itu, dia berharap masyarakat tetap bijak menggunakan air selama kemarau.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Memasuki musim kemarau, hujan masih mengguyur Kabupaten Lumajang, beberapa pekan lalu. Meski tidak merata, hal tersebut masih dijumpai. Sebab, Lumajang memasuki musim kemarau basah. Akibatnya, sejumlah kawasan mulai mewaspadai kekeringan. Terutama di kawasan Lumajang utara.

Meski demikian, pasokan air ke pelanggan terbilang masih aman. Sebab, sumber mata air di Lumajang tetap mengeluarkan air. Walau ada penurunan debit air, pelanggan tidak perlu mencemaskan hal tersebut. “Sejauh ini debit air dari sumber mata air di Lumajang mulai ada penurunan. Namun, belum signifikan,” kata Ahmad Arifulin Nuha, Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mahameru Lumajang.

Dia menjelaskan, bila dibandingkan beberapa bulan lalu, seperti April dan Mei, debit air di atas normal (meluber, Red) atau overflow. Namun, hal tersebut sudah normal kembali di bulan selanjutnya. Kini, debitnya mengalami penurunan dan tidak ada gangguan.

“Masyarakat perlu mewaspadai musim kemarau ini. Terutama di kawasan yang sering kekurangan air bersih karena topografinya memang sulit sumber air. Seperti yang terjadi di kawasan Lumajang utara. Di musim kemarau, air dari PDAM menjadi satu-satunya pasokan kebutuhan air sehari-hari. Kalau di musim hujan, air di sana masih mudah didapatkan. Mereka masih bisa memanfaatkan pompa air dan hujan,” jelasnya.

Apalagi di musim kemarau, lanjutnya,  sepuluh sumber mata air yang dikelola PDAM mulai mengecil. Akibatnya, pasokan air ke pelanggan bisa saja terganggu. Oleh sebab itu, dia berharap masyarakat tetap bijak menggunakan air selama kemarau.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Memasuki musim kemarau, hujan masih mengguyur Kabupaten Lumajang, beberapa pekan lalu. Meski tidak merata, hal tersebut masih dijumpai. Sebab, Lumajang memasuki musim kemarau basah. Akibatnya, sejumlah kawasan mulai mewaspadai kekeringan. Terutama di kawasan Lumajang utara.

Meski demikian, pasokan air ke pelanggan terbilang masih aman. Sebab, sumber mata air di Lumajang tetap mengeluarkan air. Walau ada penurunan debit air, pelanggan tidak perlu mencemaskan hal tersebut. “Sejauh ini debit air dari sumber mata air di Lumajang mulai ada penurunan. Namun, belum signifikan,” kata Ahmad Arifulin Nuha, Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mahameru Lumajang.

Dia menjelaskan, bila dibandingkan beberapa bulan lalu, seperti April dan Mei, debit air di atas normal (meluber, Red) atau overflow. Namun, hal tersebut sudah normal kembali di bulan selanjutnya. Kini, debitnya mengalami penurunan dan tidak ada gangguan.

“Masyarakat perlu mewaspadai musim kemarau ini. Terutama di kawasan yang sering kekurangan air bersih karena topografinya memang sulit sumber air. Seperti yang terjadi di kawasan Lumajang utara. Di musim kemarau, air dari PDAM menjadi satu-satunya pasokan kebutuhan air sehari-hari. Kalau di musim hujan, air di sana masih mudah didapatkan. Mereka masih bisa memanfaatkan pompa air dan hujan,” jelasnya.

Apalagi di musim kemarau, lanjutnya,  sepuluh sumber mata air yang dikelola PDAM mulai mengecil. Akibatnya, pasokan air ke pelanggan bisa saja terganggu. Oleh sebab itu, dia berharap masyarakat tetap bijak menggunakan air selama kemarau.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/