alexametrics
24.1 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Koperasi Lebih Selektif Beri Pinjaman

Pertahankan Anggota Lama KSP

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kehadiran koperasi simpan pinjam (KSP) di tengah masyarakat memang sangat dibutuhkan. Pasalnya, lembaga keuangan bukan bank tersebut menerima simpanan dan memberikan pinjaman uang kepada anggotanya. Tentu, di tengah pandemi seperti ini, mereka harus bekerja lebih ekstra. Sebab, roda ekonomi sempat mandek beberapa waktu.

Oleh sebab itu, mereka harus lebih selektif dalam memberikan pinjaman. Terutama kepada anggota. Memang, tidak banyak penambahan anggota. Bahkan, masing-masing KSP cenderung mempertahankan anggota yang ada.

“Sejak awal pandemi sampai PPKM ini, KSP mengalami stagnasi. Mereka lebih berhati-hati dalam penambahan anggota. KSP atau pengelola lembaga sangat selektif untuk menambah anggota. Mereka cenderung mempertahankan anggota daripada menambahnya. Meski jumlah anggota setiap KSP berubah-ubah,” kata Samsul Nurul Huda, Kabid Usaha Koperasi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Lumajang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Samsul, sapaan akrabnya, menuturkan, pihaknya menerima banyak keluhan dari KSP di Lumajang. Meski demikian, mereka memilih melakukan efisiensi kerja. Artinya, ada perubahan struktur dalam pengelola.

“Jadi, adanya PPKM ini sebenarnya tidak memberikan perbedaan. Karena memang sejak awal mereka harus beradaptasi. Sekarang ini, mereka sangat berhati-hati menyalurkan pinjaman ke anggota. Bahkan, kata mereka, anggota sudah mengembalikan kredit dan utang ke KSP saja mereka sangat bersyukur dan beruntung. Apa yang mereka salurkan bisa kembali tanpa menambah kredit baru,” tuturnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kehadiran koperasi simpan pinjam (KSP) di tengah masyarakat memang sangat dibutuhkan. Pasalnya, lembaga keuangan bukan bank tersebut menerima simpanan dan memberikan pinjaman uang kepada anggotanya. Tentu, di tengah pandemi seperti ini, mereka harus bekerja lebih ekstra. Sebab, roda ekonomi sempat mandek beberapa waktu.

Oleh sebab itu, mereka harus lebih selektif dalam memberikan pinjaman. Terutama kepada anggota. Memang, tidak banyak penambahan anggota. Bahkan, masing-masing KSP cenderung mempertahankan anggota yang ada.

“Sejak awal pandemi sampai PPKM ini, KSP mengalami stagnasi. Mereka lebih berhati-hati dalam penambahan anggota. KSP atau pengelola lembaga sangat selektif untuk menambah anggota. Mereka cenderung mempertahankan anggota daripada menambahnya. Meski jumlah anggota setiap KSP berubah-ubah,” kata Samsul Nurul Huda, Kabid Usaha Koperasi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Lumajang.

Samsul, sapaan akrabnya, menuturkan, pihaknya menerima banyak keluhan dari KSP di Lumajang. Meski demikian, mereka memilih melakukan efisiensi kerja. Artinya, ada perubahan struktur dalam pengelola.

“Jadi, adanya PPKM ini sebenarnya tidak memberikan perbedaan. Karena memang sejak awal mereka harus beradaptasi. Sekarang ini, mereka sangat berhati-hati menyalurkan pinjaman ke anggota. Bahkan, kata mereka, anggota sudah mengembalikan kredit dan utang ke KSP saja mereka sangat bersyukur dan beruntung. Apa yang mereka salurkan bisa kembali tanpa menambah kredit baru,” tuturnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kehadiran koperasi simpan pinjam (KSP) di tengah masyarakat memang sangat dibutuhkan. Pasalnya, lembaga keuangan bukan bank tersebut menerima simpanan dan memberikan pinjaman uang kepada anggotanya. Tentu, di tengah pandemi seperti ini, mereka harus bekerja lebih ekstra. Sebab, roda ekonomi sempat mandek beberapa waktu.

Oleh sebab itu, mereka harus lebih selektif dalam memberikan pinjaman. Terutama kepada anggota. Memang, tidak banyak penambahan anggota. Bahkan, masing-masing KSP cenderung mempertahankan anggota yang ada.

“Sejak awal pandemi sampai PPKM ini, KSP mengalami stagnasi. Mereka lebih berhati-hati dalam penambahan anggota. KSP atau pengelola lembaga sangat selektif untuk menambah anggota. Mereka cenderung mempertahankan anggota daripada menambahnya. Meski jumlah anggota setiap KSP berubah-ubah,” kata Samsul Nurul Huda, Kabid Usaha Koperasi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Lumajang.

Samsul, sapaan akrabnya, menuturkan, pihaknya menerima banyak keluhan dari KSP di Lumajang. Meski demikian, mereka memilih melakukan efisiensi kerja. Artinya, ada perubahan struktur dalam pengelola.

“Jadi, adanya PPKM ini sebenarnya tidak memberikan perbedaan. Karena memang sejak awal mereka harus beradaptasi. Sekarang ini, mereka sangat berhati-hati menyalurkan pinjaman ke anggota. Bahkan, kata mereka, anggota sudah mengembalikan kredit dan utang ke KSP saja mereka sangat bersyukur dan beruntung. Apa yang mereka salurkan bisa kembali tanpa menambah kredit baru,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/