alexametrics
23.2 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Kejanggalan Penyaluran Bantuan Kuota Internet untuk Pendidikan

Pemerintah kembali memperpanjang bantuan kuota internet gratis bagi pelajar dan guru hingga Desember 2021. Namun, besarannya dikurangi. Meski demikian, banyak siswa dan guru belum menerima bantuan tersebut pada tahap pertama. Ada apa?

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejak pandemi korona, pemerintah tidak hanya memberikan bantuan sosial kepada masyarakat. Bantuan berupa kuota internet juga diberikan kepada tenaga pendidik dan siswa. Meski telah berjalan beberapa kali, bantuan tersebut belum maksimal. Sebab, bantuan tersebut menggantung. Dan tidak semua siswa atau guru mendapatkan bantuan tersebut.

Ageng Yusuf Pangestu, Kasi Pengembangan Kurikulum dan Penilaian Dinas Pendidikan Lumajang, mengatakan, bantuan tersebut merupakan kerja sama pemerintah dengan salah satu provider di Indonesia. Selanjutnya, bantuan tersebut langsung diberikan provider tersebut. “Penyalurannya lewat provider Telkomsel. Jadi, data resmi siapa saja yang menerima, Telkomsel yang tahu,” katanya.

Awalnya, bantuan tersebut dihentikan pertengahan tahun. Namun, setelah libur panjang dan memulai tahun ajaran baru, bantuan diperpanjang hingga akhir tahun. Meski demikian, dia masih menunggu informasi lebih lanjut dari kementerian pusat. “Kami masih menunggu informasi dan instruksi dari Kemendikbud,” tambahnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Saat masih menjabat sebagai kepala sekolah, Yusuf mengaku mendapat bantuan pada bulan Februari lalu. Sedangkan untuk bulan selanjutnya, dia belum mengetahui. “Sasarannya memang tenaga pendidik dan siswa dari semua jenjang pendidikan. Tetapi, kami sendiri sulit memantau siapa saja yang menerima bantuan itu. Sejauh ini belum ada laporan dari Telkom, berapa tenaga pendidik dan siswa Lumajang menerima bantuan itu,” ungkapnya.

Dia menuturkan, siswa yang melakukan pembaharuan data Dapodik berhak mendapatkan bantuan kuota internet. “Syarat menerima bantuan terdaftar di sistem Dapodik pusat. Kedua, memiliki nomor ponsel aktif atas nama peserta didik, orang tua, anggota keluarga atau wali. Nah, kalau belum mendapatkan, segera melaporkan ke kami agar data Dapodik segera diperbarui,” tuturnya.

Sementara itu, Jawa Pos Radar Semeru sempat mendatangi kantor Telkomsel Distributor Center (TDC) Lumajang. Namun, mereka belum bisa memberikan keterangan. Sebab, masih akan dilakukan koordinasi dengan kantor Telkomsel Jember. (kin/c2/fid)

 

Banyak Tautan Hoax Kuota Belajar

Sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) juga mendapatkan bantuan kuota internet. Akan tetapi, banyak siswa, orang tua siswa, dan guru mengeluhkan hal tersebut. Sebab, bantuan hanya diberikan beberapa kali. Bahkan, mereka hanya menerima sekali saat awal bantuan dikucurkan.

Puji Lestari, Kepala SMP Al Ikhlash Lumajang, mengungkapkan, pihaknya menerima bantuan tersebut tahun lalu. Bantuan diberikan hanya sekali bagi siswa dan guru. “Seingat kami, sekitar bulan Agustus atau September, kami mendapat bantuan kuota belajar sekali. Setelah itu tidak ada lagi bantuan yang kami terima,” ungkapnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejak pandemi korona, pemerintah tidak hanya memberikan bantuan sosial kepada masyarakat. Bantuan berupa kuota internet juga diberikan kepada tenaga pendidik dan siswa. Meski telah berjalan beberapa kali, bantuan tersebut belum maksimal. Sebab, bantuan tersebut menggantung. Dan tidak semua siswa atau guru mendapatkan bantuan tersebut.

Ageng Yusuf Pangestu, Kasi Pengembangan Kurikulum dan Penilaian Dinas Pendidikan Lumajang, mengatakan, bantuan tersebut merupakan kerja sama pemerintah dengan salah satu provider di Indonesia. Selanjutnya, bantuan tersebut langsung diberikan provider tersebut. “Penyalurannya lewat provider Telkomsel. Jadi, data resmi siapa saja yang menerima, Telkomsel yang tahu,” katanya.

Awalnya, bantuan tersebut dihentikan pertengahan tahun. Namun, setelah libur panjang dan memulai tahun ajaran baru, bantuan diperpanjang hingga akhir tahun. Meski demikian, dia masih menunggu informasi lebih lanjut dari kementerian pusat. “Kami masih menunggu informasi dan instruksi dari Kemendikbud,” tambahnya.

Saat masih menjabat sebagai kepala sekolah, Yusuf mengaku mendapat bantuan pada bulan Februari lalu. Sedangkan untuk bulan selanjutnya, dia belum mengetahui. “Sasarannya memang tenaga pendidik dan siswa dari semua jenjang pendidikan. Tetapi, kami sendiri sulit memantau siapa saja yang menerima bantuan itu. Sejauh ini belum ada laporan dari Telkom, berapa tenaga pendidik dan siswa Lumajang menerima bantuan itu,” ungkapnya.

Dia menuturkan, siswa yang melakukan pembaharuan data Dapodik berhak mendapatkan bantuan kuota internet. “Syarat menerima bantuan terdaftar di sistem Dapodik pusat. Kedua, memiliki nomor ponsel aktif atas nama peserta didik, orang tua, anggota keluarga atau wali. Nah, kalau belum mendapatkan, segera melaporkan ke kami agar data Dapodik segera diperbarui,” tuturnya.

Sementara itu, Jawa Pos Radar Semeru sempat mendatangi kantor Telkomsel Distributor Center (TDC) Lumajang. Namun, mereka belum bisa memberikan keterangan. Sebab, masih akan dilakukan koordinasi dengan kantor Telkomsel Jember. (kin/c2/fid)

 

Banyak Tautan Hoax Kuota Belajar

Sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) juga mendapatkan bantuan kuota internet. Akan tetapi, banyak siswa, orang tua siswa, dan guru mengeluhkan hal tersebut. Sebab, bantuan hanya diberikan beberapa kali. Bahkan, mereka hanya menerima sekali saat awal bantuan dikucurkan.

Puji Lestari, Kepala SMP Al Ikhlash Lumajang, mengungkapkan, pihaknya menerima bantuan tersebut tahun lalu. Bantuan diberikan hanya sekali bagi siswa dan guru. “Seingat kami, sekitar bulan Agustus atau September, kami mendapat bantuan kuota belajar sekali. Setelah itu tidak ada lagi bantuan yang kami terima,” ungkapnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejak pandemi korona, pemerintah tidak hanya memberikan bantuan sosial kepada masyarakat. Bantuan berupa kuota internet juga diberikan kepada tenaga pendidik dan siswa. Meski telah berjalan beberapa kali, bantuan tersebut belum maksimal. Sebab, bantuan tersebut menggantung. Dan tidak semua siswa atau guru mendapatkan bantuan tersebut.

Ageng Yusuf Pangestu, Kasi Pengembangan Kurikulum dan Penilaian Dinas Pendidikan Lumajang, mengatakan, bantuan tersebut merupakan kerja sama pemerintah dengan salah satu provider di Indonesia. Selanjutnya, bantuan tersebut langsung diberikan provider tersebut. “Penyalurannya lewat provider Telkomsel. Jadi, data resmi siapa saja yang menerima, Telkomsel yang tahu,” katanya.

Awalnya, bantuan tersebut dihentikan pertengahan tahun. Namun, setelah libur panjang dan memulai tahun ajaran baru, bantuan diperpanjang hingga akhir tahun. Meski demikian, dia masih menunggu informasi lebih lanjut dari kementerian pusat. “Kami masih menunggu informasi dan instruksi dari Kemendikbud,” tambahnya.

Saat masih menjabat sebagai kepala sekolah, Yusuf mengaku mendapat bantuan pada bulan Februari lalu. Sedangkan untuk bulan selanjutnya, dia belum mengetahui. “Sasarannya memang tenaga pendidik dan siswa dari semua jenjang pendidikan. Tetapi, kami sendiri sulit memantau siapa saja yang menerima bantuan itu. Sejauh ini belum ada laporan dari Telkom, berapa tenaga pendidik dan siswa Lumajang menerima bantuan itu,” ungkapnya.

Dia menuturkan, siswa yang melakukan pembaharuan data Dapodik berhak mendapatkan bantuan kuota internet. “Syarat menerima bantuan terdaftar di sistem Dapodik pusat. Kedua, memiliki nomor ponsel aktif atas nama peserta didik, orang tua, anggota keluarga atau wali. Nah, kalau belum mendapatkan, segera melaporkan ke kami agar data Dapodik segera diperbarui,” tuturnya.

Sementara itu, Jawa Pos Radar Semeru sempat mendatangi kantor Telkomsel Distributor Center (TDC) Lumajang. Namun, mereka belum bisa memberikan keterangan. Sebab, masih akan dilakukan koordinasi dengan kantor Telkomsel Jember. (kin/c2/fid)

 

Banyak Tautan Hoax Kuota Belajar

Sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) juga mendapatkan bantuan kuota internet. Akan tetapi, banyak siswa, orang tua siswa, dan guru mengeluhkan hal tersebut. Sebab, bantuan hanya diberikan beberapa kali. Bahkan, mereka hanya menerima sekali saat awal bantuan dikucurkan.

Puji Lestari, Kepala SMP Al Ikhlash Lumajang, mengungkapkan, pihaknya menerima bantuan tersebut tahun lalu. Bantuan diberikan hanya sekali bagi siswa dan guru. “Seingat kami, sekitar bulan Agustus atau September, kami mendapat bantuan kuota belajar sekali. Setelah itu tidak ada lagi bantuan yang kami terima,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/