alexametrics
29 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Terapkan PPKM Darurat Ketat

Lumajang Masuk Asesmen Tiga

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Peningkatan kasus korona yang melonjak tajam membuat Pemkab Lumajang harus kembali menerapkan sejumlah pembatasan. Bahkan, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat ini cukup ketat. Sebab, Lumajang masuk kabupaten dengan nilai asesmen tiga.

Periode PPKM darurat ini penerapannya dilaksanakan pada 3 Juli hingga 20 Juli. Dalam masa itu, seluruh sektor essential seperti keuangan dan perbankan, sistem pembayaran, perhotelan dan industri orientasi ekspor diperbolehkan maksimal 50 persen work from office (WFO). Selain itu, sektor nonessential harus 100 persen work from home (WFH).

Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan, selain sektor essential dan nonessential, sektor kritikal juga diatur. Misalnya seperti kesehatan, keamanan, logistik, transportasi, industri makanan/minuman dan penunjangnya, objek vital nasional, penanganan bencana, dan proyek strategis nasional harus tetap berjalan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Sektor kritikal ini diperbolehkan hingga 100 persen maksimum WFO dengan protokol kesehatan. Lalu untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari, dibatasi jam operasionalnya sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas 50 persen,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Peningkatan kasus korona yang melonjak tajam membuat Pemkab Lumajang harus kembali menerapkan sejumlah pembatasan. Bahkan, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat ini cukup ketat. Sebab, Lumajang masuk kabupaten dengan nilai asesmen tiga.

Periode PPKM darurat ini penerapannya dilaksanakan pada 3 Juli hingga 20 Juli. Dalam masa itu, seluruh sektor essential seperti keuangan dan perbankan, sistem pembayaran, perhotelan dan industri orientasi ekspor diperbolehkan maksimal 50 persen work from office (WFO). Selain itu, sektor nonessential harus 100 persen work from home (WFH).

Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan, selain sektor essential dan nonessential, sektor kritikal juga diatur. Misalnya seperti kesehatan, keamanan, logistik, transportasi, industri makanan/minuman dan penunjangnya, objek vital nasional, penanganan bencana, dan proyek strategis nasional harus tetap berjalan.

“Sektor kritikal ini diperbolehkan hingga 100 persen maksimum WFO dengan protokol kesehatan. Lalu untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari, dibatasi jam operasionalnya sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas 50 persen,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Peningkatan kasus korona yang melonjak tajam membuat Pemkab Lumajang harus kembali menerapkan sejumlah pembatasan. Bahkan, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat ini cukup ketat. Sebab, Lumajang masuk kabupaten dengan nilai asesmen tiga.

Periode PPKM darurat ini penerapannya dilaksanakan pada 3 Juli hingga 20 Juli. Dalam masa itu, seluruh sektor essential seperti keuangan dan perbankan, sistem pembayaran, perhotelan dan industri orientasi ekspor diperbolehkan maksimal 50 persen work from office (WFO). Selain itu, sektor nonessential harus 100 persen work from home (WFH).

Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan, selain sektor essential dan nonessential, sektor kritikal juga diatur. Misalnya seperti kesehatan, keamanan, logistik, transportasi, industri makanan/minuman dan penunjangnya, objek vital nasional, penanganan bencana, dan proyek strategis nasional harus tetap berjalan.

“Sektor kritikal ini diperbolehkan hingga 100 persen maksimum WFO dengan protokol kesehatan. Lalu untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari, dibatasi jam operasionalnya sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas 50 persen,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/