alexametrics
23 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Penyintas Terkendala Vaksinasi

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Minimnya penyintas Covid-19 yang bersedia mendonorkan plasma konvalesen menyebabkan jumlah stok plasma sangat terbatas. Meski demikian, UTD PMI Lumajang terus berupaya menggaet para penyintas untuk donor. Sebab, hingga akhir Juni, sedikitnya 57 pasien membutuhkan plasma tersebut. Bahkan, mereka sudah memesan plasma tersebut di UTD PMI Lumajang.

Hal itu dibenarkan Anis Mufaridah, Manajer Kualitas PMI Lumajang. Berdasarkan data yang masuk ke pihaknya, ada 57 pasien yang membutuhkan plasma konvalesen. “Mereka sudah inden ke kami. Tetapi masih belum bisa kami layani. Sebab, ketika kami dapat plasma, langsung didistribusikan ke rumah sakit. Jadi, penyimpanannya hanya sebentar di sini,” katanya.

Dia menjelaskan, sebelum pasien Covid-19 di Lumajang meningkat, pihaknya bisa mencukupi kebutuhan plasma. Bahkan, dari luar daerah yang meminta plasma bisa dicukupi. “Dulu banyak yang meminta stok. Seperti Blitar, Malang, Surabaya, Tulungagung, Gresik, dan kawasan se-Tapal Kuda. Sedangkan di luar Jawa Timur ada Solo, Semarang, Jogjakarta, Jakarta, Palembang, Medan, Sintang Kalimantan, dan Bali,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kini, pihaknya harus berusaha lebih keras untuk menarik para penyintas agar bersedia donor. Sebab, banyak penyintas yang masih belum tahu manfaat donor plasma bagi pasien aktif. Melalui media, pihaknya mengajak penyintas untuk segera donor. “Donor plasma ini berbeda dengan donor darah. Sehingga banyak dari mereka yang belum tahu. Oleh sebab itu, sosialisasi kami tingkatkan lagi. Melalui siaran radio, media cetak, media sosial, dan lain-lain,” tambahnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Minimnya penyintas Covid-19 yang bersedia mendonorkan plasma konvalesen menyebabkan jumlah stok plasma sangat terbatas. Meski demikian, UTD PMI Lumajang terus berupaya menggaet para penyintas untuk donor. Sebab, hingga akhir Juni, sedikitnya 57 pasien membutuhkan plasma tersebut. Bahkan, mereka sudah memesan plasma tersebut di UTD PMI Lumajang.

Hal itu dibenarkan Anis Mufaridah, Manajer Kualitas PMI Lumajang. Berdasarkan data yang masuk ke pihaknya, ada 57 pasien yang membutuhkan plasma konvalesen. “Mereka sudah inden ke kami. Tetapi masih belum bisa kami layani. Sebab, ketika kami dapat plasma, langsung didistribusikan ke rumah sakit. Jadi, penyimpanannya hanya sebentar di sini,” katanya.

Dia menjelaskan, sebelum pasien Covid-19 di Lumajang meningkat, pihaknya bisa mencukupi kebutuhan plasma. Bahkan, dari luar daerah yang meminta plasma bisa dicukupi. “Dulu banyak yang meminta stok. Seperti Blitar, Malang, Surabaya, Tulungagung, Gresik, dan kawasan se-Tapal Kuda. Sedangkan di luar Jawa Timur ada Solo, Semarang, Jogjakarta, Jakarta, Palembang, Medan, Sintang Kalimantan, dan Bali,” jelasnya.

Kini, pihaknya harus berusaha lebih keras untuk menarik para penyintas agar bersedia donor. Sebab, banyak penyintas yang masih belum tahu manfaat donor plasma bagi pasien aktif. Melalui media, pihaknya mengajak penyintas untuk segera donor. “Donor plasma ini berbeda dengan donor darah. Sehingga banyak dari mereka yang belum tahu. Oleh sebab itu, sosialisasi kami tingkatkan lagi. Melalui siaran radio, media cetak, media sosial, dan lain-lain,” tambahnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Minimnya penyintas Covid-19 yang bersedia mendonorkan plasma konvalesen menyebabkan jumlah stok plasma sangat terbatas. Meski demikian, UTD PMI Lumajang terus berupaya menggaet para penyintas untuk donor. Sebab, hingga akhir Juni, sedikitnya 57 pasien membutuhkan plasma tersebut. Bahkan, mereka sudah memesan plasma tersebut di UTD PMI Lumajang.

Hal itu dibenarkan Anis Mufaridah, Manajer Kualitas PMI Lumajang. Berdasarkan data yang masuk ke pihaknya, ada 57 pasien yang membutuhkan plasma konvalesen. “Mereka sudah inden ke kami. Tetapi masih belum bisa kami layani. Sebab, ketika kami dapat plasma, langsung didistribusikan ke rumah sakit. Jadi, penyimpanannya hanya sebentar di sini,” katanya.

Dia menjelaskan, sebelum pasien Covid-19 di Lumajang meningkat, pihaknya bisa mencukupi kebutuhan plasma. Bahkan, dari luar daerah yang meminta plasma bisa dicukupi. “Dulu banyak yang meminta stok. Seperti Blitar, Malang, Surabaya, Tulungagung, Gresik, dan kawasan se-Tapal Kuda. Sedangkan di luar Jawa Timur ada Solo, Semarang, Jogjakarta, Jakarta, Palembang, Medan, Sintang Kalimantan, dan Bali,” jelasnya.

Kini, pihaknya harus berusaha lebih keras untuk menarik para penyintas agar bersedia donor. Sebab, banyak penyintas yang masih belum tahu manfaat donor plasma bagi pasien aktif. Melalui media, pihaknya mengajak penyintas untuk segera donor. “Donor plasma ini berbeda dengan donor darah. Sehingga banyak dari mereka yang belum tahu. Oleh sebab itu, sosialisasi kami tingkatkan lagi. Melalui siaran radio, media cetak, media sosial, dan lain-lain,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/