Pembunuhan Guru Ngaji Diambil Alih Polres

Kejadian 25 Maret, tapi Belum Terima SP2HP

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Keluhan keluarga Supriyo, seorang guru mengaji yang korban pembunuhan di Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso, yang belum menerima surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) direspons kepolisian. Kini, kasusnya mulai ditindaklanjuti. Bahkan di-take over Polres Lumajang.

Padahal kasus tersebut terjadi pada 25 Maret lalu. Saat itu, Polres Lumajang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Bahkan, pihak Polsek Ranuyoso pun terlihat beberapa kali mendatangi rumah korban untuk meminta keterangan. Sayangnya, selama dua bulan ini kasus itu berhenti.

Advokat Adi Riwayanto mengatakan, setelah dibuatkan laporan kepolisian, seharusnya SP2HP pertama kali diberikan tiga hari setelah pihak kepolisian mengeluarkan surat perintah penyelidikan. Selanjutnya, ketika masuk penyidikan itu, masing-masing mempunyai kategori kasus.

Misalnya, kalau kasusnya ringan, diberikan pada hari ke-10, 20, dan hari ke-30. Sementara, kalau sedang diberikan hari ke-15, 30, 45, dan hari ke-60. Kalau sulit diberikan pada hari ke-75 dan hari ke-90. Nah, kalau sangat sulit itu biasanya pada hari ke-20, 40, 60, 80, 100, hingga hari ke-120.