alexametrics
24.3 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Istri Pj Boleh Daftar Kades

Etika Demokrasi Diserahkan Bupati

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Mendekati penutupan pendaftaran bakal calon kepala desa (kades) antarwaktu, kekhawatiran warga Desa/Kecamatan Sumbersuko terhadap netralitas penjabat (Pj) kades semakin menguat. Sebab, istri Pj Saiful tersebut ikut mendaftarkan diri mengisi kekosongan jabatan tersebut.

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, memang Khomsah, istri Saiful, secara resmi belum mendaftarkan diri. Tetapi, sekitar 27 Mei lalu sempat mengambil formulir pendaftaran di kantor desa. Bahkan, sampai saat ini terus melengkapi sejumlah persyaratan administrasi pencalonan.

Kabid Bina Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lumajang Saefudin Zuhri mengatakan, menurut regulasi yang dipakai, baik dalam perbup maupun lainnya, permasalahan tersebut tidak diatur. Karena itu, jika istri atau suami seorang Pj mendaftar, sah-sah saja.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bahkan, si Pj pun tidak diwajibkan mengajukan pengunduran diri pada bupati selama pelaksanaan PAW nanti. “Kalau yang saya lihat di Perbup 24 Tahun 2021 dan aturan lainnya, memang tidak ada ketentuan Pj harus mundur dan sebagainya. Tetapi, kalau dianggap perlu menjaga etika demokrasi, kebijakan itu dikembalikan ke bupati,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Mendekati penutupan pendaftaran bakal calon kepala desa (kades) antarwaktu, kekhawatiran warga Desa/Kecamatan Sumbersuko terhadap netralitas penjabat (Pj) kades semakin menguat. Sebab, istri Pj Saiful tersebut ikut mendaftarkan diri mengisi kekosongan jabatan tersebut.

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, memang Khomsah, istri Saiful, secara resmi belum mendaftarkan diri. Tetapi, sekitar 27 Mei lalu sempat mengambil formulir pendaftaran di kantor desa. Bahkan, sampai saat ini terus melengkapi sejumlah persyaratan administrasi pencalonan.

Kabid Bina Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lumajang Saefudin Zuhri mengatakan, menurut regulasi yang dipakai, baik dalam perbup maupun lainnya, permasalahan tersebut tidak diatur. Karena itu, jika istri atau suami seorang Pj mendaftar, sah-sah saja.

Bahkan, si Pj pun tidak diwajibkan mengajukan pengunduran diri pada bupati selama pelaksanaan PAW nanti. “Kalau yang saya lihat di Perbup 24 Tahun 2021 dan aturan lainnya, memang tidak ada ketentuan Pj harus mundur dan sebagainya. Tetapi, kalau dianggap perlu menjaga etika demokrasi, kebijakan itu dikembalikan ke bupati,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Mendekati penutupan pendaftaran bakal calon kepala desa (kades) antarwaktu, kekhawatiran warga Desa/Kecamatan Sumbersuko terhadap netralitas penjabat (Pj) kades semakin menguat. Sebab, istri Pj Saiful tersebut ikut mendaftarkan diri mengisi kekosongan jabatan tersebut.

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, memang Khomsah, istri Saiful, secara resmi belum mendaftarkan diri. Tetapi, sekitar 27 Mei lalu sempat mengambil formulir pendaftaran di kantor desa. Bahkan, sampai saat ini terus melengkapi sejumlah persyaratan administrasi pencalonan.

Kabid Bina Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lumajang Saefudin Zuhri mengatakan, menurut regulasi yang dipakai, baik dalam perbup maupun lainnya, permasalahan tersebut tidak diatur. Karena itu, jika istri atau suami seorang Pj mendaftar, sah-sah saja.

Bahkan, si Pj pun tidak diwajibkan mengajukan pengunduran diri pada bupati selama pelaksanaan PAW nanti. “Kalau yang saya lihat di Perbup 24 Tahun 2021 dan aturan lainnya, memang tidak ada ketentuan Pj harus mundur dan sebagainya. Tetapi, kalau dianggap perlu menjaga etika demokrasi, kebijakan itu dikembalikan ke bupati,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/