alexametrics
25.2 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Dilebarkan hingga Sebelas Meter

Karena Sering Jadi Titik Kemacetan Kawasan Utara

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kawasan Lumajang utara sering menjadi titik kemacetan. Hampir setiap hari, kemacetan selalu terjadi. Terutama pada akhir pekan. Seperti yang terjadi pekan lalu, banyak kendaraan yang terjebak macet. Sebab, ada truk pengangkut tebu yang mengalami kecelakaan.

Mereka harus rela menunggu selama berjam-jam. Perjalanan Kedungjajang-Ranuyoso yang biasanya ditempuh tidak sampai satu jam, bisa memakan waktu hingga lima jam. Kondisi tersebut tak hanya sekali terjadi. Tapi sudah menjadi kebiasaan yang tak kunjung ada solusi.

Banyak pengendara mengeluhkan hal tersebut. Terutama bagi para pengemudi angkutan umum dan barang. Sering kali tujuan cepat sampai tidak terpenuhi. “Kalau sudah terjebak macet, bisa berjam-jam mobil tidak bergerak. Itu sangat berpengaruh pada pekerjaan saya sebagai sopir,” keluh Roni, salah satu sopir angkutan umum.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, dia sering menerima komplain. “Sempat beberapa kali dikomplain penumpang. Memang mereka sedang terburu-buru. Tapi mau bagaimana lagi, kondisi jalan sedang macet parah,” katanya.

Informasi yang berhasil dihimpun, lebar jalan nasional III hanya tujuh meter. Ukuran tersebut dianggap terlalu sempit. Karena itu, saat ada kejadian di jalan, kemacetan langsung mengular panjang. “Hanya tujuh meter. Sedangkan, yang sedang kami bangun adalah pelebaran hingga sebelas meter,” ujar Abu, pelaksana pelebaran jalan.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kawasan Lumajang utara sering menjadi titik kemacetan. Hampir setiap hari, kemacetan selalu terjadi. Terutama pada akhir pekan. Seperti yang terjadi pekan lalu, banyak kendaraan yang terjebak macet. Sebab, ada truk pengangkut tebu yang mengalami kecelakaan.

Mereka harus rela menunggu selama berjam-jam. Perjalanan Kedungjajang-Ranuyoso yang biasanya ditempuh tidak sampai satu jam, bisa memakan waktu hingga lima jam. Kondisi tersebut tak hanya sekali terjadi. Tapi sudah menjadi kebiasaan yang tak kunjung ada solusi.

Banyak pengendara mengeluhkan hal tersebut. Terutama bagi para pengemudi angkutan umum dan barang. Sering kali tujuan cepat sampai tidak terpenuhi. “Kalau sudah terjebak macet, bisa berjam-jam mobil tidak bergerak. Itu sangat berpengaruh pada pekerjaan saya sebagai sopir,” keluh Roni, salah satu sopir angkutan umum.

Selain itu, dia sering menerima komplain. “Sempat beberapa kali dikomplain penumpang. Memang mereka sedang terburu-buru. Tapi mau bagaimana lagi, kondisi jalan sedang macet parah,” katanya.

Informasi yang berhasil dihimpun, lebar jalan nasional III hanya tujuh meter. Ukuran tersebut dianggap terlalu sempit. Karena itu, saat ada kejadian di jalan, kemacetan langsung mengular panjang. “Hanya tujuh meter. Sedangkan, yang sedang kami bangun adalah pelebaran hingga sebelas meter,” ujar Abu, pelaksana pelebaran jalan.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kawasan Lumajang utara sering menjadi titik kemacetan. Hampir setiap hari, kemacetan selalu terjadi. Terutama pada akhir pekan. Seperti yang terjadi pekan lalu, banyak kendaraan yang terjebak macet. Sebab, ada truk pengangkut tebu yang mengalami kecelakaan.

Mereka harus rela menunggu selama berjam-jam. Perjalanan Kedungjajang-Ranuyoso yang biasanya ditempuh tidak sampai satu jam, bisa memakan waktu hingga lima jam. Kondisi tersebut tak hanya sekali terjadi. Tapi sudah menjadi kebiasaan yang tak kunjung ada solusi.

Banyak pengendara mengeluhkan hal tersebut. Terutama bagi para pengemudi angkutan umum dan barang. Sering kali tujuan cepat sampai tidak terpenuhi. “Kalau sudah terjebak macet, bisa berjam-jam mobil tidak bergerak. Itu sangat berpengaruh pada pekerjaan saya sebagai sopir,” keluh Roni, salah satu sopir angkutan umum.

Selain itu, dia sering menerima komplain. “Sempat beberapa kali dikomplain penumpang. Memang mereka sedang terburu-buru. Tapi mau bagaimana lagi, kondisi jalan sedang macet parah,” katanya.

Informasi yang berhasil dihimpun, lebar jalan nasional III hanya tujuh meter. Ukuran tersebut dianggap terlalu sempit. Karena itu, saat ada kejadian di jalan, kemacetan langsung mengular panjang. “Hanya tujuh meter. Sedangkan, yang sedang kami bangun adalah pelebaran hingga sebelas meter,” ujar Abu, pelaksana pelebaran jalan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/