alexametrics
27.9 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Empat Gedung Sekolah Tergenang

Berkas-Berkas Penting Terbenam Banjir

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Banjir yang terjadi akhir pekan kemarin meninggalkan duka yang mendalam. Ada pondok pesantren, ratusan atau bahkan seribu lebih rumah warga, hingga lahan pertanian yang tergenang banjir tersebut. Termasuk beberapa gedung sekolah yang berada di Kecamatan Sukodono.

Memang sejauh ini belum ada data riil korban banjir dari instansi pemerintah. Namun, setidaknya ada empat gedung sekolah yang juga terkena luapan Sungai Bondoyudo. Tingginya genangan air yang masuk membuat banyak berkas-berkas penting milik SDN Selokbesuki 01, SDN Kutorenon 03, Kelompok Belajar (KB) As-Sakinah, dan PAUD Nurul Hidayah Raudhatul Athfal (RA) Muslimat NU 02 yang terkena air.

Maulana, warga Desa Selokbesuki, Kecamatan Sukodono, mengatakan, setelah air mulai surut, warga bergegas membersihkan bekas genangan air yang masuk ke rumah. Bahkan beberapa warga dan guru juga tampak membersihkan ruang kelas yang kotor dipenuhi air dan lumpur.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala Dinas Pendidikan Lumajang Agus Salim mengatakan, genangan air memang tidak membuat gedung sekolah ambruk, tetapi beberapa sarana dan prasarana milik sekolah banyak yang rusak. Baik itu peralatan kerja milik guru-guru yang biasa disimpan di sekolah maupun dokumen penting milik siswa.

“Tingginya kan lumayan. Jadi, kayak komputer, laptop guru, rapor murid, berkas-berkas lainnya, itu yang masalah. Kemudian, untuk kegiatan belajar mengajar, sementara kami tiadakan sambil menunggu semuanya baik,” ucapnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Banjir yang terjadi akhir pekan kemarin meninggalkan duka yang mendalam. Ada pondok pesantren, ratusan atau bahkan seribu lebih rumah warga, hingga lahan pertanian yang tergenang banjir tersebut. Termasuk beberapa gedung sekolah yang berada di Kecamatan Sukodono.

Memang sejauh ini belum ada data riil korban banjir dari instansi pemerintah. Namun, setidaknya ada empat gedung sekolah yang juga terkena luapan Sungai Bondoyudo. Tingginya genangan air yang masuk membuat banyak berkas-berkas penting milik SDN Selokbesuki 01, SDN Kutorenon 03, Kelompok Belajar (KB) As-Sakinah, dan PAUD Nurul Hidayah Raudhatul Athfal (RA) Muslimat NU 02 yang terkena air.

Maulana, warga Desa Selokbesuki, Kecamatan Sukodono, mengatakan, setelah air mulai surut, warga bergegas membersihkan bekas genangan air yang masuk ke rumah. Bahkan beberapa warga dan guru juga tampak membersihkan ruang kelas yang kotor dipenuhi air dan lumpur.

Kepala Dinas Pendidikan Lumajang Agus Salim mengatakan, genangan air memang tidak membuat gedung sekolah ambruk, tetapi beberapa sarana dan prasarana milik sekolah banyak yang rusak. Baik itu peralatan kerja milik guru-guru yang biasa disimpan di sekolah maupun dokumen penting milik siswa.

“Tingginya kan lumayan. Jadi, kayak komputer, laptop guru, rapor murid, berkas-berkas lainnya, itu yang masalah. Kemudian, untuk kegiatan belajar mengajar, sementara kami tiadakan sambil menunggu semuanya baik,” ucapnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Banjir yang terjadi akhir pekan kemarin meninggalkan duka yang mendalam. Ada pondok pesantren, ratusan atau bahkan seribu lebih rumah warga, hingga lahan pertanian yang tergenang banjir tersebut. Termasuk beberapa gedung sekolah yang berada di Kecamatan Sukodono.

Memang sejauh ini belum ada data riil korban banjir dari instansi pemerintah. Namun, setidaknya ada empat gedung sekolah yang juga terkena luapan Sungai Bondoyudo. Tingginya genangan air yang masuk membuat banyak berkas-berkas penting milik SDN Selokbesuki 01, SDN Kutorenon 03, Kelompok Belajar (KB) As-Sakinah, dan PAUD Nurul Hidayah Raudhatul Athfal (RA) Muslimat NU 02 yang terkena air.

Maulana, warga Desa Selokbesuki, Kecamatan Sukodono, mengatakan, setelah air mulai surut, warga bergegas membersihkan bekas genangan air yang masuk ke rumah. Bahkan beberapa warga dan guru juga tampak membersihkan ruang kelas yang kotor dipenuhi air dan lumpur.

Kepala Dinas Pendidikan Lumajang Agus Salim mengatakan, genangan air memang tidak membuat gedung sekolah ambruk, tetapi beberapa sarana dan prasarana milik sekolah banyak yang rusak. Baik itu peralatan kerja milik guru-guru yang biasa disimpan di sekolah maupun dokumen penting milik siswa.

“Tingginya kan lumayan. Jadi, kayak komputer, laptop guru, rapor murid, berkas-berkas lainnya, itu yang masalah. Kemudian, untuk kegiatan belajar mengajar, sementara kami tiadakan sambil menunggu semuanya baik,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/