alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Siapkan Skill Pengungsi Gunung Semeru dengan Kerajinan Ini

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Mengantisipasi munculnya permasalahan baru ketika pengungsi menempati tempat relokasi huntara, relawan lapangan Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, mulai memberikan bekal ketrampilan kepada para pengungsi. Mereka dilatih membuat kerajinan tangan dan produk usaha.

Selama kurang lebih dua bulan tinggal di lokasi pengungsian ini, tidak sedikit pengungsi yang mulai mengaku jenuh. Ditambah setiap hari pengungsi yang kehilangan mata pencariannya hanya berdiam diri di lokasi pengungsian. Otomatis, kejenuhan tersebut semakin memuncak.

Koordinator posko pengungsian lapangan Penanggal, Ian Hariyanto, mengatakan, keluhan pengungsi cukup beragam. Memang untuk kebutuhan sehari-hari ketika tinggal di lokasi pengungsian dapat terpenuhi. Namun, kadang mereka juga mengkhawatirkan keberlanjutan hidup mereka selanjutnya. Sebab, sebagian besar kehilangan pekerjaannya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, penanggulangan bencana yang dilakukan Pemkab Lumajang selama ini cenderung fokus terhadap pembangunan huntara. Padahal, selain itu ada ribuan warga terdampak yang sekarang tinggal di lokasi pengungsian. “Mereka tidak punya pemasukan. Itu terus yang disampaikan ke kami,” katanya.

Saking banyaknya warga yang menyampaikan keluhan tersebut, dia bersama relawan lainnya berinisiatif membuat dapur kreatif untuk korban terdampak. Dapur kreatif tersebut melatih skill pengungsi selama menunggu pembangunan huntara selesai. “Buat kerajinan tangan dan jajanan. Pokoknya bikin semacam UMKM,” tambahnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Mengantisipasi munculnya permasalahan baru ketika pengungsi menempati tempat relokasi huntara, relawan lapangan Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, mulai memberikan bekal ketrampilan kepada para pengungsi. Mereka dilatih membuat kerajinan tangan dan produk usaha.

Selama kurang lebih dua bulan tinggal di lokasi pengungsian ini, tidak sedikit pengungsi yang mulai mengaku jenuh. Ditambah setiap hari pengungsi yang kehilangan mata pencariannya hanya berdiam diri di lokasi pengungsian. Otomatis, kejenuhan tersebut semakin memuncak.

Koordinator posko pengungsian lapangan Penanggal, Ian Hariyanto, mengatakan, keluhan pengungsi cukup beragam. Memang untuk kebutuhan sehari-hari ketika tinggal di lokasi pengungsian dapat terpenuhi. Namun, kadang mereka juga mengkhawatirkan keberlanjutan hidup mereka selanjutnya. Sebab, sebagian besar kehilangan pekerjaannya.

Menurut dia, penanggulangan bencana yang dilakukan Pemkab Lumajang selama ini cenderung fokus terhadap pembangunan huntara. Padahal, selain itu ada ribuan warga terdampak yang sekarang tinggal di lokasi pengungsian. “Mereka tidak punya pemasukan. Itu terus yang disampaikan ke kami,” katanya.

Saking banyaknya warga yang menyampaikan keluhan tersebut, dia bersama relawan lainnya berinisiatif membuat dapur kreatif untuk korban terdampak. Dapur kreatif tersebut melatih skill pengungsi selama menunggu pembangunan huntara selesai. “Buat kerajinan tangan dan jajanan. Pokoknya bikin semacam UMKM,” tambahnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Mengantisipasi munculnya permasalahan baru ketika pengungsi menempati tempat relokasi huntara, relawan lapangan Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, mulai memberikan bekal ketrampilan kepada para pengungsi. Mereka dilatih membuat kerajinan tangan dan produk usaha.

Selama kurang lebih dua bulan tinggal di lokasi pengungsian ini, tidak sedikit pengungsi yang mulai mengaku jenuh. Ditambah setiap hari pengungsi yang kehilangan mata pencariannya hanya berdiam diri di lokasi pengungsian. Otomatis, kejenuhan tersebut semakin memuncak.

Koordinator posko pengungsian lapangan Penanggal, Ian Hariyanto, mengatakan, keluhan pengungsi cukup beragam. Memang untuk kebutuhan sehari-hari ketika tinggal di lokasi pengungsian dapat terpenuhi. Namun, kadang mereka juga mengkhawatirkan keberlanjutan hidup mereka selanjutnya. Sebab, sebagian besar kehilangan pekerjaannya.

Menurut dia, penanggulangan bencana yang dilakukan Pemkab Lumajang selama ini cenderung fokus terhadap pembangunan huntara. Padahal, selain itu ada ribuan warga terdampak yang sekarang tinggal di lokasi pengungsian. “Mereka tidak punya pemasukan. Itu terus yang disampaikan ke kami,” katanya.

Saking banyaknya warga yang menyampaikan keluhan tersebut, dia bersama relawan lainnya berinisiatif membuat dapur kreatif untuk korban terdampak. Dapur kreatif tersebut melatih skill pengungsi selama menunggu pembangunan huntara selesai. “Buat kerajinan tangan dan jajanan. Pokoknya bikin semacam UMKM,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/