alexametrics
26.8 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Jembatan Baru Dibangun, Langsung Dibongkar

Pembangunan Jembatan Dinilai Hambat Aliran Air

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Intensitas hujan tinggi masih menjadi ancaman bagi masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai. Sebab, jika debit air meningkat, air dari sungai bisa meluber. Seperti yang terjadi di Desa Sawaran Kulon, Kecamatan Kedungjajang, Sabtu (29/1) lalu. Air sungai Kali Bokong meluber hingga lahan pertanian warga.

Usut punya usut, luberan air itu terjadi karena jembatan limpas yang sedang dibangun di aliran sungai itu menghambat laju air. Alhasil, jembatan langsung dibongkar pada hari Minggu (30/1). Padahal, jembatan ini masih dalam proses penambahan beberapa bagian. Yakni penambahan belasan gorong-gorong di atas jembatan lama.

Kasi Pemerintahan Desa Sawaran Kulon Suyanto mengungkapkan, pembongkaran jembatan tersebut terpaksa dilakukan oleh warga. Sebab, model bangunan tersebut dinilai mengancam masyarakat sekitar. Terlebih, jembatan ini menjadi akses masyarakat dua kecamatan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Sejak dulu air melimpas di atas jembatan. Karena memang modelnya seperti itu. Tetapi, sekarang ini ditambah gorong-gorong di atasnya. Ini malah seperti dam sungai. Makanya, saat hujan deras dan debit air naik, Sabtu lalu, airnya meluber hingga ke lahan petani. Minggu pagi, warga langsung membongkarnya,” katanya.

Dia menuturkan, warga membongkar jembatan dengan alat seadanya. Namun, jika hujan turun, aktivitas itu dihentikan. Sebab, debit air Kali Bokong cukup besar. Karenanya, pembongkaran jembatan masih berlangsung hingga hari ini.

Sementara itu, Bagian Pengawasan dan Pengendalian Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Sumber Daya Air (UPT PSDA) Wilayah Sungai Bondoyudo Baru Syamsul menjelaskan, konstruksi jembatan limpas memiliki tiga fungsi. Pertama, sebagai jalan akses penghubung kegiatan masyarakat. Kedua, sebagai penahan sedimen sungai.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Intensitas hujan tinggi masih menjadi ancaman bagi masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai. Sebab, jika debit air meningkat, air dari sungai bisa meluber. Seperti yang terjadi di Desa Sawaran Kulon, Kecamatan Kedungjajang, Sabtu (29/1) lalu. Air sungai Kali Bokong meluber hingga lahan pertanian warga.

Usut punya usut, luberan air itu terjadi karena jembatan limpas yang sedang dibangun di aliran sungai itu menghambat laju air. Alhasil, jembatan langsung dibongkar pada hari Minggu (30/1). Padahal, jembatan ini masih dalam proses penambahan beberapa bagian. Yakni penambahan belasan gorong-gorong di atas jembatan lama.

Kasi Pemerintahan Desa Sawaran Kulon Suyanto mengungkapkan, pembongkaran jembatan tersebut terpaksa dilakukan oleh warga. Sebab, model bangunan tersebut dinilai mengancam masyarakat sekitar. Terlebih, jembatan ini menjadi akses masyarakat dua kecamatan.

“Sejak dulu air melimpas di atas jembatan. Karena memang modelnya seperti itu. Tetapi, sekarang ini ditambah gorong-gorong di atasnya. Ini malah seperti dam sungai. Makanya, saat hujan deras dan debit air naik, Sabtu lalu, airnya meluber hingga ke lahan petani. Minggu pagi, warga langsung membongkarnya,” katanya.

Dia menuturkan, warga membongkar jembatan dengan alat seadanya. Namun, jika hujan turun, aktivitas itu dihentikan. Sebab, debit air Kali Bokong cukup besar. Karenanya, pembongkaran jembatan masih berlangsung hingga hari ini.

Sementara itu, Bagian Pengawasan dan Pengendalian Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Sumber Daya Air (UPT PSDA) Wilayah Sungai Bondoyudo Baru Syamsul menjelaskan, konstruksi jembatan limpas memiliki tiga fungsi. Pertama, sebagai jalan akses penghubung kegiatan masyarakat. Kedua, sebagai penahan sedimen sungai.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Intensitas hujan tinggi masih menjadi ancaman bagi masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai. Sebab, jika debit air meningkat, air dari sungai bisa meluber. Seperti yang terjadi di Desa Sawaran Kulon, Kecamatan Kedungjajang, Sabtu (29/1) lalu. Air sungai Kali Bokong meluber hingga lahan pertanian warga.

Usut punya usut, luberan air itu terjadi karena jembatan limpas yang sedang dibangun di aliran sungai itu menghambat laju air. Alhasil, jembatan langsung dibongkar pada hari Minggu (30/1). Padahal, jembatan ini masih dalam proses penambahan beberapa bagian. Yakni penambahan belasan gorong-gorong di atas jembatan lama.

Kasi Pemerintahan Desa Sawaran Kulon Suyanto mengungkapkan, pembongkaran jembatan tersebut terpaksa dilakukan oleh warga. Sebab, model bangunan tersebut dinilai mengancam masyarakat sekitar. Terlebih, jembatan ini menjadi akses masyarakat dua kecamatan.

“Sejak dulu air melimpas di atas jembatan. Karena memang modelnya seperti itu. Tetapi, sekarang ini ditambah gorong-gorong di atasnya. Ini malah seperti dam sungai. Makanya, saat hujan deras dan debit air naik, Sabtu lalu, airnya meluber hingga ke lahan petani. Minggu pagi, warga langsung membongkarnya,” katanya.

Dia menuturkan, warga membongkar jembatan dengan alat seadanya. Namun, jika hujan turun, aktivitas itu dihentikan. Sebab, debit air Kali Bokong cukup besar. Karenanya, pembongkaran jembatan masih berlangsung hingga hari ini.

Sementara itu, Bagian Pengawasan dan Pengendalian Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Sumber Daya Air (UPT PSDA) Wilayah Sungai Bondoyudo Baru Syamsul menjelaskan, konstruksi jembatan limpas memiliki tiga fungsi. Pertama, sebagai jalan akses penghubung kegiatan masyarakat. Kedua, sebagai penahan sedimen sungai.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/