alexametrics
23.2 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Perempuan Jatigono Divonis 8 Bulan

Didakwa Gelapkan Mobil Tanpa Sepengetahuan Diler

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kasus penggelapan mobil di Lumajang makin marak. Di antaranya sudah ada yang melewati proses hukum. Salah satunya yang menjerat Hana Dwi Puspitasari, warga Desa Jatinogo, Kecamatan Kunir. Perempuan tersebut secara resmi telah vonis dengan 8 bulan penjara akibat melakukan transaksi penjualan tanpa sepengetahuan pihak diler.

Hana, panggilannya, dinyatakan telah menjual satu unit mobil merek Honda Brio warna putih dengan nomor polisi N 1424 YH. Terdakwa secara sengaja melakukan transaksi mengalihkan, menggadaikan, menyewakan mobil yang menjadi objek fidusia tanpa sepengetahuan pihak yang memiliki wewenang. Pemilik wewenang dalam hal ini adalah diler.

Kasus tersebut cukup rumit.  proses naiknya perkara sampai proses sidang selesai memakan waktu yang lama. Tercatat dari keluarnya surat pelayanan kepolisian (SPK) untuk penyelidikan yang dilakukan kepolisian pada tanggal 28 Juni 2019, dan telah dinyatakan selesai proses hukum putusannya pada 29 Desember 2020. Cukup lama proses hukumnya hingga berjalan kurang lebih 19 bulan.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kasus penggelapan mobil di Lumajang makin marak. Di antaranya sudah ada yang melewati proses hukum. Salah satunya yang menjerat Hana Dwi Puspitasari, warga Desa Jatinogo, Kecamatan Kunir. Perempuan tersebut secara resmi telah vonis dengan 8 bulan penjara akibat melakukan transaksi penjualan tanpa sepengetahuan pihak diler.

Hana, panggilannya, dinyatakan telah menjual satu unit mobil merek Honda Brio warna putih dengan nomor polisi N 1424 YH. Terdakwa secara sengaja melakukan transaksi mengalihkan, menggadaikan, menyewakan mobil yang menjadi objek fidusia tanpa sepengetahuan pihak yang memiliki wewenang. Pemilik wewenang dalam hal ini adalah diler.

Kasus tersebut cukup rumit.  proses naiknya perkara sampai proses sidang selesai memakan waktu yang lama. Tercatat dari keluarnya surat pelayanan kepolisian (SPK) untuk penyelidikan yang dilakukan kepolisian pada tanggal 28 Juni 2019, dan telah dinyatakan selesai proses hukum putusannya pada 29 Desember 2020. Cukup lama proses hukumnya hingga berjalan kurang lebih 19 bulan.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kasus penggelapan mobil di Lumajang makin marak. Di antaranya sudah ada yang melewati proses hukum. Salah satunya yang menjerat Hana Dwi Puspitasari, warga Desa Jatinogo, Kecamatan Kunir. Perempuan tersebut secara resmi telah vonis dengan 8 bulan penjara akibat melakukan transaksi penjualan tanpa sepengetahuan pihak diler.

Hana, panggilannya, dinyatakan telah menjual satu unit mobil merek Honda Brio warna putih dengan nomor polisi N 1424 YH. Terdakwa secara sengaja melakukan transaksi mengalihkan, menggadaikan, menyewakan mobil yang menjadi objek fidusia tanpa sepengetahuan pihak yang memiliki wewenang. Pemilik wewenang dalam hal ini adalah diler.

Kasus tersebut cukup rumit.  proses naiknya perkara sampai proses sidang selesai memakan waktu yang lama. Tercatat dari keluarnya surat pelayanan kepolisian (SPK) untuk penyelidikan yang dilakukan kepolisian pada tanggal 28 Juni 2019, dan telah dinyatakan selesai proses hukum putusannya pada 29 Desember 2020. Cukup lama proses hukumnya hingga berjalan kurang lebih 19 bulan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/