alexametrics
28.3 C
Jember
Saturday, 22 January 2022

Perpusda Lumajang Tampil Ciamik Dengan Ornamen Lama

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pengerjaan renovasi gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Lumajang telah selesai beberapa hari lalu. Renovasi yang sedianya dilakukan untuk pembangunan mal pelayanan publik (MPP) itu kandas. Meski demikian, bangunan kompleks Perpusda lebih ciamik. Terlebih, sejumlah ornamen lama menghiasi bangunan tersebut.

Ornamen itu berupa ubin lantai, penambahan teras, jendela kayu, hingga tiang yang dilengkapi dengan lampu-lampu khas zaman dulu. Memang, kompleks perpusda ini belum dioperasikan secara resmi. Aktivitas Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) termasuk layanan meminjam dan membaca buku masih dilakukan di gedung sementara di Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono. Belum ada kepastian perpindahan perpusda tersebut. Namun, dimungkinkan akhir tahun atau awal tahun depan.

Sekretaris Disarpus Lumajang Deni Rohman mengatakan, renovasi gedung ini tidak asal-asalan. Sejak perencanaan, pihaknya menggodok dengan matang. Sebab, dia tidak ingin struktur asli bangunan tersebut hilang. Oleh sebab itu, dasar bangunan lama masih tetap dipertahankan. Terlebih, ada sejumlah ornamen lama yang menjadikan perpus menampilkan kesan gedung zaman lama.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Renovasi gedung ini tidak melupakan sejarahnya sebagai gedung SMP Lumajang. Jadi, benar-benar dilihat dari sisi sejarah, arsitektur, estetika, dan lainnya. Antarbangunan juga harus serasi agar tercipta suasana yang nyaman bagi pengunjung. Kami juga menyesuaikan kultur melalui pendekatan-pendekatan yang ada. Seperti penggunaan tekel sebagai lantai menggantikan keramik. Ada juga jendela kayu besar dan lubang angin di gedung. Sehingga, gedung benar-benar tidak menggunakan AC (air conditioner, Red),” katanya.

Selain itu, lanjut Deni, kompleks Disarpus resmi hanya diisi ruang dan layanan khusus perpustakaan. Sebelumnya, sejumlah ruang masih diisi oleh instansi lain. Sehingga, renovasi tersebut menambah sejumlah ruangan. Di antaranya kantor dan galeri di gedung utama, auditorium, workspace, mini cafe, ruang anak-anak, ruang disabilitas, ruang audiovisual, ruang internet, ruang baca, ruang kelas, dan ruang kantor dinas.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pengerjaan renovasi gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Lumajang telah selesai beberapa hari lalu. Renovasi yang sedianya dilakukan untuk pembangunan mal pelayanan publik (MPP) itu kandas. Meski demikian, bangunan kompleks Perpusda lebih ciamik. Terlebih, sejumlah ornamen lama menghiasi bangunan tersebut.

Ornamen itu berupa ubin lantai, penambahan teras, jendela kayu, hingga tiang yang dilengkapi dengan lampu-lampu khas zaman dulu. Memang, kompleks perpusda ini belum dioperasikan secara resmi. Aktivitas Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) termasuk layanan meminjam dan membaca buku masih dilakukan di gedung sementara di Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono. Belum ada kepastian perpindahan perpusda tersebut. Namun, dimungkinkan akhir tahun atau awal tahun depan.

Sekretaris Disarpus Lumajang Deni Rohman mengatakan, renovasi gedung ini tidak asal-asalan. Sejak perencanaan, pihaknya menggodok dengan matang. Sebab, dia tidak ingin struktur asli bangunan tersebut hilang. Oleh sebab itu, dasar bangunan lama masih tetap dipertahankan. Terlebih, ada sejumlah ornamen lama yang menjadikan perpus menampilkan kesan gedung zaman lama.

“Renovasi gedung ini tidak melupakan sejarahnya sebagai gedung SMP Lumajang. Jadi, benar-benar dilihat dari sisi sejarah, arsitektur, estetika, dan lainnya. Antarbangunan juga harus serasi agar tercipta suasana yang nyaman bagi pengunjung. Kami juga menyesuaikan kultur melalui pendekatan-pendekatan yang ada. Seperti penggunaan tekel sebagai lantai menggantikan keramik. Ada juga jendela kayu besar dan lubang angin di gedung. Sehingga, gedung benar-benar tidak menggunakan AC (air conditioner, Red),” katanya.

Selain itu, lanjut Deni, kompleks Disarpus resmi hanya diisi ruang dan layanan khusus perpustakaan. Sebelumnya, sejumlah ruang masih diisi oleh instansi lain. Sehingga, renovasi tersebut menambah sejumlah ruangan. Di antaranya kantor dan galeri di gedung utama, auditorium, workspace, mini cafe, ruang anak-anak, ruang disabilitas, ruang audiovisual, ruang internet, ruang baca, ruang kelas, dan ruang kantor dinas.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pengerjaan renovasi gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Lumajang telah selesai beberapa hari lalu. Renovasi yang sedianya dilakukan untuk pembangunan mal pelayanan publik (MPP) itu kandas. Meski demikian, bangunan kompleks Perpusda lebih ciamik. Terlebih, sejumlah ornamen lama menghiasi bangunan tersebut.

Ornamen itu berupa ubin lantai, penambahan teras, jendela kayu, hingga tiang yang dilengkapi dengan lampu-lampu khas zaman dulu. Memang, kompleks perpusda ini belum dioperasikan secara resmi. Aktivitas Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) termasuk layanan meminjam dan membaca buku masih dilakukan di gedung sementara di Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono. Belum ada kepastian perpindahan perpusda tersebut. Namun, dimungkinkan akhir tahun atau awal tahun depan.

Sekretaris Disarpus Lumajang Deni Rohman mengatakan, renovasi gedung ini tidak asal-asalan. Sejak perencanaan, pihaknya menggodok dengan matang. Sebab, dia tidak ingin struktur asli bangunan tersebut hilang. Oleh sebab itu, dasar bangunan lama masih tetap dipertahankan. Terlebih, ada sejumlah ornamen lama yang menjadikan perpus menampilkan kesan gedung zaman lama.

“Renovasi gedung ini tidak melupakan sejarahnya sebagai gedung SMP Lumajang. Jadi, benar-benar dilihat dari sisi sejarah, arsitektur, estetika, dan lainnya. Antarbangunan juga harus serasi agar tercipta suasana yang nyaman bagi pengunjung. Kami juga menyesuaikan kultur melalui pendekatan-pendekatan yang ada. Seperti penggunaan tekel sebagai lantai menggantikan keramik. Ada juga jendela kayu besar dan lubang angin di gedung. Sehingga, gedung benar-benar tidak menggunakan AC (air conditioner, Red),” katanya.

Selain itu, lanjut Deni, kompleks Disarpus resmi hanya diisi ruang dan layanan khusus perpustakaan. Sebelumnya, sejumlah ruang masih diisi oleh instansi lain. Sehingga, renovasi tersebut menambah sejumlah ruangan. Di antaranya kantor dan galeri di gedung utama, auditorium, workspace, mini cafe, ruang anak-anak, ruang disabilitas, ruang audiovisual, ruang internet, ruang baca, ruang kelas, dan ruang kantor dinas.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca