alexametrics
24.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Pemkab Lumajang Sediakan Anggaran BTT 2022 Jadi Rp 52,5 Miliar

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Keprasan anggaran setiap OPD untuk kebutuhan penanganan pandemi tahun depan mulai diantisipasi. Pemkab Lumajang merencanakan kenaikan anggaran BTT menjadi Rp 5,25 miliar. Bertambah sekitar Rp 20 miliar dari tahun 2021. Rencananya, dana puluhan miliar itu bakal digunakan untuk kebutuhan penanganan korona.

Persetujuan DPRD Lumajang mengenai RAPBD Tahun 2022 menjadi harapan besar Lumajang dapat segera pulih dari korona. Sebab, pengaturan anggaran untuk kebutuhan program pemerintah telah ditata dengan baik. Termasuk menyediakan anggaran yang tidak sedikit untuk peristiwa di luar dugaan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lumajang Agus Triyono mengatakan, kenaikan itu untuk mengantisipasi kebutuhan anggaran dalam penanganan korona. Menurutnya, ketentuan pengaturan anggaran untuk kebutuhan tersebut memang belum diatur. Namun, menaikkan BTT merupakan bentuk siaga pemkab.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kalau misalkan nanti jumlah kebutuhannya itu tidak lebih dari penyusunan penanganan, maka kami berusaha tidak akan melakukan refocusing. Tetapi kalau lebih, kami akan mencarikan cara lain dalam mengatur kebutuhan tersebut. Karena pertimbangan menaikkan itu salah satunya untuk penanganan korona,” katanya.

Diakui, sebetulnya BTT tersebut untuk kebutuhan penanganan kejadian mendesak yang terjadi secara tiba-tiba. Agus mencontohkan seperti untuk penanganan banjir, gempa, kebakaran, dan bencana lainnya yang tidak diharapkan. Selain itu, untuk tahun depan pihaknya memasukkan komponen korona sebagai kebutuhan mendesak.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Keprasan anggaran setiap OPD untuk kebutuhan penanganan pandemi tahun depan mulai diantisipasi. Pemkab Lumajang merencanakan kenaikan anggaran BTT menjadi Rp 5,25 miliar. Bertambah sekitar Rp 20 miliar dari tahun 2021. Rencananya, dana puluhan miliar itu bakal digunakan untuk kebutuhan penanganan korona.

Persetujuan DPRD Lumajang mengenai RAPBD Tahun 2022 menjadi harapan besar Lumajang dapat segera pulih dari korona. Sebab, pengaturan anggaran untuk kebutuhan program pemerintah telah ditata dengan baik. Termasuk menyediakan anggaran yang tidak sedikit untuk peristiwa di luar dugaan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lumajang Agus Triyono mengatakan, kenaikan itu untuk mengantisipasi kebutuhan anggaran dalam penanganan korona. Menurutnya, ketentuan pengaturan anggaran untuk kebutuhan tersebut memang belum diatur. Namun, menaikkan BTT merupakan bentuk siaga pemkab.

“Kalau misalkan nanti jumlah kebutuhannya itu tidak lebih dari penyusunan penanganan, maka kami berusaha tidak akan melakukan refocusing. Tetapi kalau lebih, kami akan mencarikan cara lain dalam mengatur kebutuhan tersebut. Karena pertimbangan menaikkan itu salah satunya untuk penanganan korona,” katanya.

Diakui, sebetulnya BTT tersebut untuk kebutuhan penanganan kejadian mendesak yang terjadi secara tiba-tiba. Agus mencontohkan seperti untuk penanganan banjir, gempa, kebakaran, dan bencana lainnya yang tidak diharapkan. Selain itu, untuk tahun depan pihaknya memasukkan komponen korona sebagai kebutuhan mendesak.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Keprasan anggaran setiap OPD untuk kebutuhan penanganan pandemi tahun depan mulai diantisipasi. Pemkab Lumajang merencanakan kenaikan anggaran BTT menjadi Rp 5,25 miliar. Bertambah sekitar Rp 20 miliar dari tahun 2021. Rencananya, dana puluhan miliar itu bakal digunakan untuk kebutuhan penanganan korona.

Persetujuan DPRD Lumajang mengenai RAPBD Tahun 2022 menjadi harapan besar Lumajang dapat segera pulih dari korona. Sebab, pengaturan anggaran untuk kebutuhan program pemerintah telah ditata dengan baik. Termasuk menyediakan anggaran yang tidak sedikit untuk peristiwa di luar dugaan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lumajang Agus Triyono mengatakan, kenaikan itu untuk mengantisipasi kebutuhan anggaran dalam penanganan korona. Menurutnya, ketentuan pengaturan anggaran untuk kebutuhan tersebut memang belum diatur. Namun, menaikkan BTT merupakan bentuk siaga pemkab.

“Kalau misalkan nanti jumlah kebutuhannya itu tidak lebih dari penyusunan penanganan, maka kami berusaha tidak akan melakukan refocusing. Tetapi kalau lebih, kami akan mencarikan cara lain dalam mengatur kebutuhan tersebut. Karena pertimbangan menaikkan itu salah satunya untuk penanganan korona,” katanya.

Diakui, sebetulnya BTT tersebut untuk kebutuhan penanganan kejadian mendesak yang terjadi secara tiba-tiba. Agus mencontohkan seperti untuk penanganan banjir, gempa, kebakaran, dan bencana lainnya yang tidak diharapkan. Selain itu, untuk tahun depan pihaknya memasukkan komponen korona sebagai kebutuhan mendesak.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/