alexametrics
23 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Kenangan dari Kiai Haji Anas Machfudz

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Masyarakat Lumajang tidak asing dengan nama Kiai Haji Anas Machfudz. Seorang ulama karismatik yang namanya diabadikan menjadi nama masjid agung di barat Alun-Alun Lumajang. Ulama yang lahir pada 27 November 1907 ini adalah sosok pendiri Madrasah Nurul Islam Lumajang dan penulis buku Pahlawan Ahlussunah.

Kearifan dan kebijaksanaan kiai itu menjadikan masyarakat Lumajang meneladani akhlak dan perilakunya. Tak heran, beragam cerita, kesan, dan pengalaman mengenai sosok ulama ini ramai diunggah di media sosial. Salah satunya akun Cak Win Lumajang. Bahkan unggahannya ini diunggah ulang oleh akun Ainun Yaqin.

“Yang selalu terngiang di telinga Cak Win adalah pesan beliau: Anak-anak muda harus rajin beribadah. Jangan bosan menuntut ilmu. Kuasai iptek yang selalu berkembang ini. Jangan hanya jadi tukang menghidupkan sakelarnya saja. Tapi, jadilah pembuat alat-alat elektronik itu. Jangan jadi penonton, jadilah pemain,” tulis akun Cak Win.

Mobile_AP_Rectangle 2

Unggahannya itu menarik banyak akun. Puluhan akun ikut mendoakan almarhum. Selain mendoakan, sejumlah akun ikut membagikan pengalamannya berjumpa atau mengenal sosok ulama itu. “Dulu saya ikut mengantar pemakaman beliau. Saking banyaknya pelayat, seakan-akan kerandanya jalan sendiri. Waktu itu saya masih kelas 4 SD,” tulis Mochamad Sairoji Kusnandar.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Masyarakat Lumajang tidak asing dengan nama Kiai Haji Anas Machfudz. Seorang ulama karismatik yang namanya diabadikan menjadi nama masjid agung di barat Alun-Alun Lumajang. Ulama yang lahir pada 27 November 1907 ini adalah sosok pendiri Madrasah Nurul Islam Lumajang dan penulis buku Pahlawan Ahlussunah.

Kearifan dan kebijaksanaan kiai itu menjadikan masyarakat Lumajang meneladani akhlak dan perilakunya. Tak heran, beragam cerita, kesan, dan pengalaman mengenai sosok ulama ini ramai diunggah di media sosial. Salah satunya akun Cak Win Lumajang. Bahkan unggahannya ini diunggah ulang oleh akun Ainun Yaqin.

“Yang selalu terngiang di telinga Cak Win adalah pesan beliau: Anak-anak muda harus rajin beribadah. Jangan bosan menuntut ilmu. Kuasai iptek yang selalu berkembang ini. Jangan hanya jadi tukang menghidupkan sakelarnya saja. Tapi, jadilah pembuat alat-alat elektronik itu. Jangan jadi penonton, jadilah pemain,” tulis akun Cak Win.

Unggahannya itu menarik banyak akun. Puluhan akun ikut mendoakan almarhum. Selain mendoakan, sejumlah akun ikut membagikan pengalamannya berjumpa atau mengenal sosok ulama itu. “Dulu saya ikut mengantar pemakaman beliau. Saking banyaknya pelayat, seakan-akan kerandanya jalan sendiri. Waktu itu saya masih kelas 4 SD,” tulis Mochamad Sairoji Kusnandar.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Masyarakat Lumajang tidak asing dengan nama Kiai Haji Anas Machfudz. Seorang ulama karismatik yang namanya diabadikan menjadi nama masjid agung di barat Alun-Alun Lumajang. Ulama yang lahir pada 27 November 1907 ini adalah sosok pendiri Madrasah Nurul Islam Lumajang dan penulis buku Pahlawan Ahlussunah.

Kearifan dan kebijaksanaan kiai itu menjadikan masyarakat Lumajang meneladani akhlak dan perilakunya. Tak heran, beragam cerita, kesan, dan pengalaman mengenai sosok ulama ini ramai diunggah di media sosial. Salah satunya akun Cak Win Lumajang. Bahkan unggahannya ini diunggah ulang oleh akun Ainun Yaqin.

“Yang selalu terngiang di telinga Cak Win adalah pesan beliau: Anak-anak muda harus rajin beribadah. Jangan bosan menuntut ilmu. Kuasai iptek yang selalu berkembang ini. Jangan hanya jadi tukang menghidupkan sakelarnya saja. Tapi, jadilah pembuat alat-alat elektronik itu. Jangan jadi penonton, jadilah pemain,” tulis akun Cak Win.

Unggahannya itu menarik banyak akun. Puluhan akun ikut mendoakan almarhum. Selain mendoakan, sejumlah akun ikut membagikan pengalamannya berjumpa atau mengenal sosok ulama itu. “Dulu saya ikut mengantar pemakaman beliau. Saking banyaknya pelayat, seakan-akan kerandanya jalan sendiri. Waktu itu saya masih kelas 4 SD,” tulis Mochamad Sairoji Kusnandar.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/