alexametrics
26.5 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Pembalakan Liar di Kawasan Perhutani, Rugikan Negara Ratusan Juta Rupiah

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Aktivitas pembalakan liar di Kecamatan Pasirian tampaknya makin menjadi-jadi. April lalu, 150 balok kayu siap jual berhasil diamankan bersama pelakunya di Desa Bago, Pasirian. Empat bulan kemudian, pelaku dan puluhan balok kayu juga berhasil diamankan di desa yang sama. Sabtu malam (30/10), dua pelaku dengan kejahatan yang sama juga diamankan.

Penangkapan itu dilakukan di kawasan Jalur Lintas Selatan (JLS) desa setempat. Berawal dari laporan masyarakat, Kepolisian Sektor (Polsek) Pasirian segera melakukan pengecekan. Hasilnya, aktivitas ilegal itu benar adanya. Bahkan, hasil jual balok kayu dari kawasan hutan negara Blok Dampar Petak 23D Desa Bades itu merugikan negara ratusan juta rupiah.

“Setelah mendapat informasi dari masyarakat, kami datangi lokasi sekitar pukul 20.30 WIB. Saat pelaku melintas di JLS Desa Bago itu langsung kami amankan bersama barang bukti dan sarana yang digunakan para pelaku. Di antaranya satu unit truk Hino Dutro warna merah kuning yang berisi puluhan balok kayu siap jual,” kata Kapolsek Pasirian Iptu Agus Sugiharto.

Mobile_AP_Rectangle 2

Iptu Agus mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pengecekan kelengkapan dokumen izin kayu tersebut. Namun, pelaku tidak bisa menunjukkannya. Karena itu, pihaknya langsung mengamankan dan menyerahkan ke Satreskrim Polres Lumajang.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Fajar Bangkit Sutomo menjelaskan, pelaku berjumlah dua orang. Pelaku berinisial AR, warga Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, dan AY, warga Desa/Kecamatan Candipuro. Sedangkan barang bukti berupa satu unit truk tersebut berisi 50 batang kayu jati dalam bentuk balok. “Perbuatan pelaku mengakibatkan kerugian negara kurang lebih sebesar Rp 329 juta. Kami akan tuntaskan perkara ini,” tegasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Aktivitas pembalakan liar di Kecamatan Pasirian tampaknya makin menjadi-jadi. April lalu, 150 balok kayu siap jual berhasil diamankan bersama pelakunya di Desa Bago, Pasirian. Empat bulan kemudian, pelaku dan puluhan balok kayu juga berhasil diamankan di desa yang sama. Sabtu malam (30/10), dua pelaku dengan kejahatan yang sama juga diamankan.

Penangkapan itu dilakukan di kawasan Jalur Lintas Selatan (JLS) desa setempat. Berawal dari laporan masyarakat, Kepolisian Sektor (Polsek) Pasirian segera melakukan pengecekan. Hasilnya, aktivitas ilegal itu benar adanya. Bahkan, hasil jual balok kayu dari kawasan hutan negara Blok Dampar Petak 23D Desa Bades itu merugikan negara ratusan juta rupiah.

“Setelah mendapat informasi dari masyarakat, kami datangi lokasi sekitar pukul 20.30 WIB. Saat pelaku melintas di JLS Desa Bago itu langsung kami amankan bersama barang bukti dan sarana yang digunakan para pelaku. Di antaranya satu unit truk Hino Dutro warna merah kuning yang berisi puluhan balok kayu siap jual,” kata Kapolsek Pasirian Iptu Agus Sugiharto.

Iptu Agus mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pengecekan kelengkapan dokumen izin kayu tersebut. Namun, pelaku tidak bisa menunjukkannya. Karena itu, pihaknya langsung mengamankan dan menyerahkan ke Satreskrim Polres Lumajang.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Fajar Bangkit Sutomo menjelaskan, pelaku berjumlah dua orang. Pelaku berinisial AR, warga Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, dan AY, warga Desa/Kecamatan Candipuro. Sedangkan barang bukti berupa satu unit truk tersebut berisi 50 batang kayu jati dalam bentuk balok. “Perbuatan pelaku mengakibatkan kerugian negara kurang lebih sebesar Rp 329 juta. Kami akan tuntaskan perkara ini,” tegasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Aktivitas pembalakan liar di Kecamatan Pasirian tampaknya makin menjadi-jadi. April lalu, 150 balok kayu siap jual berhasil diamankan bersama pelakunya di Desa Bago, Pasirian. Empat bulan kemudian, pelaku dan puluhan balok kayu juga berhasil diamankan di desa yang sama. Sabtu malam (30/10), dua pelaku dengan kejahatan yang sama juga diamankan.

Penangkapan itu dilakukan di kawasan Jalur Lintas Selatan (JLS) desa setempat. Berawal dari laporan masyarakat, Kepolisian Sektor (Polsek) Pasirian segera melakukan pengecekan. Hasilnya, aktivitas ilegal itu benar adanya. Bahkan, hasil jual balok kayu dari kawasan hutan negara Blok Dampar Petak 23D Desa Bades itu merugikan negara ratusan juta rupiah.

“Setelah mendapat informasi dari masyarakat, kami datangi lokasi sekitar pukul 20.30 WIB. Saat pelaku melintas di JLS Desa Bago itu langsung kami amankan bersama barang bukti dan sarana yang digunakan para pelaku. Di antaranya satu unit truk Hino Dutro warna merah kuning yang berisi puluhan balok kayu siap jual,” kata Kapolsek Pasirian Iptu Agus Sugiharto.

Iptu Agus mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pengecekan kelengkapan dokumen izin kayu tersebut. Namun, pelaku tidak bisa menunjukkannya. Karena itu, pihaknya langsung mengamankan dan menyerahkan ke Satreskrim Polres Lumajang.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Fajar Bangkit Sutomo menjelaskan, pelaku berjumlah dua orang. Pelaku berinisial AR, warga Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, dan AY, warga Desa/Kecamatan Candipuro. Sedangkan barang bukti berupa satu unit truk tersebut berisi 50 batang kayu jati dalam bentuk balok. “Perbuatan pelaku mengakibatkan kerugian negara kurang lebih sebesar Rp 329 juta. Kami akan tuntaskan perkara ini,” tegasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/