alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Lumajang Terancam

Perlahan-lahan pohon besar yang berjejer dekat tumbuh di kawasan perkotaan semakin merenggang. Mulanya jarak antarpohon sekitar dua sampai lima meter. Beberapa tahun berikutnya bisa-bisa lima puluh sampai seratus meter.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pentingnya menjaga ruang terbuka hijau (RTH) agar tetap asri dan lestari rupanya tidak dipahami secara utuh. Buktinya, tidak sedikit pohon di jalur hijau atau sempadan jalan maupun sungai yang ditebang. Bahkan jumlah pemohon tercatat telah mencapai ratusan orang. Padahal pohon itu bisa menunjang fungsi ekologi dan estetika.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, setidaknya ada 117 pengajuan yang masuk ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang. Perinciannya, 18 pemohon yang berhasil mengajukan tebang, kemudian 88 pemohon yang berhasil melakukan pengeprasan, dan 11 warga yang pengajuannya ditolak.

Pemerhati lingkungan, Aak Abdullah Al-Kudus, mengatakan, luas RTH di kawasan perkotaan paling tidak minimal 30 persen dari luas keseluruhan wilayah perkotaan. Menurut dia, kemudahan pemberian izin penebangan pohon lambat laun dapat membabat habis pohon yang sekarang sudah tumbuh besar.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Satu pohon bisa memberikan oksigen yang cukup untuk dua orang. Kalau menebang satu pohon sama halnya dengan membunuh dua orang. Makanya, keberadaannya harus dijaga. Warga harapannya tidak mudah mengajukan penebangan, pemerintah juga dimohon jangan mempermudah perizinan,” jelasnya.

Kabid Pemeliharaan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Lumajang Gunawan Eko mengatakan, penebangan pohon dapat dilaksanakan asalkan memenuhi beberapa syarat. Seperti mengganggu jalan, membahayakan keselamatan umum, atau mengganggu kepentingan usaha.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pentingnya menjaga ruang terbuka hijau (RTH) agar tetap asri dan lestari rupanya tidak dipahami secara utuh. Buktinya, tidak sedikit pohon di jalur hijau atau sempadan jalan maupun sungai yang ditebang. Bahkan jumlah pemohon tercatat telah mencapai ratusan orang. Padahal pohon itu bisa menunjang fungsi ekologi dan estetika.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, setidaknya ada 117 pengajuan yang masuk ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang. Perinciannya, 18 pemohon yang berhasil mengajukan tebang, kemudian 88 pemohon yang berhasil melakukan pengeprasan, dan 11 warga yang pengajuannya ditolak.

Pemerhati lingkungan, Aak Abdullah Al-Kudus, mengatakan, luas RTH di kawasan perkotaan paling tidak minimal 30 persen dari luas keseluruhan wilayah perkotaan. Menurut dia, kemudahan pemberian izin penebangan pohon lambat laun dapat membabat habis pohon yang sekarang sudah tumbuh besar.

“Satu pohon bisa memberikan oksigen yang cukup untuk dua orang. Kalau menebang satu pohon sama halnya dengan membunuh dua orang. Makanya, keberadaannya harus dijaga. Warga harapannya tidak mudah mengajukan penebangan, pemerintah juga dimohon jangan mempermudah perizinan,” jelasnya.

Kabid Pemeliharaan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Lumajang Gunawan Eko mengatakan, penebangan pohon dapat dilaksanakan asalkan memenuhi beberapa syarat. Seperti mengganggu jalan, membahayakan keselamatan umum, atau mengganggu kepentingan usaha.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pentingnya menjaga ruang terbuka hijau (RTH) agar tetap asri dan lestari rupanya tidak dipahami secara utuh. Buktinya, tidak sedikit pohon di jalur hijau atau sempadan jalan maupun sungai yang ditebang. Bahkan jumlah pemohon tercatat telah mencapai ratusan orang. Padahal pohon itu bisa menunjang fungsi ekologi dan estetika.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, setidaknya ada 117 pengajuan yang masuk ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang. Perinciannya, 18 pemohon yang berhasil mengajukan tebang, kemudian 88 pemohon yang berhasil melakukan pengeprasan, dan 11 warga yang pengajuannya ditolak.

Pemerhati lingkungan, Aak Abdullah Al-Kudus, mengatakan, luas RTH di kawasan perkotaan paling tidak minimal 30 persen dari luas keseluruhan wilayah perkotaan. Menurut dia, kemudahan pemberian izin penebangan pohon lambat laun dapat membabat habis pohon yang sekarang sudah tumbuh besar.

“Satu pohon bisa memberikan oksigen yang cukup untuk dua orang. Kalau menebang satu pohon sama halnya dengan membunuh dua orang. Makanya, keberadaannya harus dijaga. Warga harapannya tidak mudah mengajukan penebangan, pemerintah juga dimohon jangan mempermudah perizinan,” jelasnya.

Kabid Pemeliharaan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Lumajang Gunawan Eko mengatakan, penebangan pohon dapat dilaksanakan asalkan memenuhi beberapa syarat. Seperti mengganggu jalan, membahayakan keselamatan umum, atau mengganggu kepentingan usaha.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/