alexametrics
30.3 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Warga Desa Sumberwuluh Swadaya Tambal Jalan

Sepekan Bisa Dua Kali, Ada yang Ditanami Pisang

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Beragam tumbuhan ditanam di tengah jalan nasional di Desa Sumberwuluh, Candipuro. Bukan karena tidak ada lahan, melainkan bentuk protes dari kepedulian masyarakat setempat terhadap pengguna motor. Pasalnya, tumbuhan seperti pohon pisang, padi, dan sayuran ditanam agar memberi rambu jalanan rusak.

Kerusakan jalan tersebut semakin tak terelakkan. Pengendara yang melintas mesti hati-hati. Sebab, lubang jalan menganga lebar dan dalam. Bahkan, aspal sudah tidak ada. Praktis, jalan tersebut lebih mirip arena balap motocross. Penuh tanah dan air. Meski warga menambal jalan dengan pasir dan batu, tidak mengubah jalanan langsung mulus.

“Warga sendiri yang menanam, karena banyak pengendara jatuh. Pagi hingga siang saja, sudah ada dua orang yang jatuh. Itu juga sebagai penanda agar orang-orang berkendara lebih berhati-hati, pelan, dan tidak asal menyalip. Karena memang jalannya sudah rusak parah dan membahayakan,” ujar Supriadi, warga desa setempat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, Abdul Aziz, Kepala Desa Sumberwuluh, mengungkapkan, kondisi tanah di kawasan jalan Dusun Krajan hingga perbatasan Desa Sumberjo memang tidak stabil. Akibatnya, tanah mudah bergerak saat ada beban yang melintas di atasnya. Apalagi truk dengan tonase berlebih, kerusakan jalan semakin bertambah.

Informasi yang berhasil dihimpun, pengerjaan jalan di kawasan tersebut akan ditangani serius. Tidak hanya menambal, tetapi akan diperbaiki secara keseluruhan. Artinya, fondasi hingga aspal mulus akan diperhatikan. Sembari menunggu kepastian tersebut, masyarakat swadaya menambal jalan. Meski hanya pasir dan batu, mereka terus berupaya mengurangi risiko yang ada.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Beragam tumbuhan ditanam di tengah jalan nasional di Desa Sumberwuluh, Candipuro. Bukan karena tidak ada lahan, melainkan bentuk protes dari kepedulian masyarakat setempat terhadap pengguna motor. Pasalnya, tumbuhan seperti pohon pisang, padi, dan sayuran ditanam agar memberi rambu jalanan rusak.

Kerusakan jalan tersebut semakin tak terelakkan. Pengendara yang melintas mesti hati-hati. Sebab, lubang jalan menganga lebar dan dalam. Bahkan, aspal sudah tidak ada. Praktis, jalan tersebut lebih mirip arena balap motocross. Penuh tanah dan air. Meski warga menambal jalan dengan pasir dan batu, tidak mengubah jalanan langsung mulus.

“Warga sendiri yang menanam, karena banyak pengendara jatuh. Pagi hingga siang saja, sudah ada dua orang yang jatuh. Itu juga sebagai penanda agar orang-orang berkendara lebih berhati-hati, pelan, dan tidak asal menyalip. Karena memang jalannya sudah rusak parah dan membahayakan,” ujar Supriadi, warga desa setempat.

Sementara itu, Abdul Aziz, Kepala Desa Sumberwuluh, mengungkapkan, kondisi tanah di kawasan jalan Dusun Krajan hingga perbatasan Desa Sumberjo memang tidak stabil. Akibatnya, tanah mudah bergerak saat ada beban yang melintas di atasnya. Apalagi truk dengan tonase berlebih, kerusakan jalan semakin bertambah.

Informasi yang berhasil dihimpun, pengerjaan jalan di kawasan tersebut akan ditangani serius. Tidak hanya menambal, tetapi akan diperbaiki secara keseluruhan. Artinya, fondasi hingga aspal mulus akan diperhatikan. Sembari menunggu kepastian tersebut, masyarakat swadaya menambal jalan. Meski hanya pasir dan batu, mereka terus berupaya mengurangi risiko yang ada.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Beragam tumbuhan ditanam di tengah jalan nasional di Desa Sumberwuluh, Candipuro. Bukan karena tidak ada lahan, melainkan bentuk protes dari kepedulian masyarakat setempat terhadap pengguna motor. Pasalnya, tumbuhan seperti pohon pisang, padi, dan sayuran ditanam agar memberi rambu jalanan rusak.

Kerusakan jalan tersebut semakin tak terelakkan. Pengendara yang melintas mesti hati-hati. Sebab, lubang jalan menganga lebar dan dalam. Bahkan, aspal sudah tidak ada. Praktis, jalan tersebut lebih mirip arena balap motocross. Penuh tanah dan air. Meski warga menambal jalan dengan pasir dan batu, tidak mengubah jalanan langsung mulus.

“Warga sendiri yang menanam, karena banyak pengendara jatuh. Pagi hingga siang saja, sudah ada dua orang yang jatuh. Itu juga sebagai penanda agar orang-orang berkendara lebih berhati-hati, pelan, dan tidak asal menyalip. Karena memang jalannya sudah rusak parah dan membahayakan,” ujar Supriadi, warga desa setempat.

Sementara itu, Abdul Aziz, Kepala Desa Sumberwuluh, mengungkapkan, kondisi tanah di kawasan jalan Dusun Krajan hingga perbatasan Desa Sumberjo memang tidak stabil. Akibatnya, tanah mudah bergerak saat ada beban yang melintas di atasnya. Apalagi truk dengan tonase berlebih, kerusakan jalan semakin bertambah.

Informasi yang berhasil dihimpun, pengerjaan jalan di kawasan tersebut akan ditangani serius. Tidak hanya menambal, tetapi akan diperbaiki secara keseluruhan. Artinya, fondasi hingga aspal mulus akan diperhatikan. Sembari menunggu kepastian tersebut, masyarakat swadaya menambal jalan. Meski hanya pasir dan batu, mereka terus berupaya mengurangi risiko yang ada.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/