alexametrics
24.1 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Sekolah Tatap Muka Dimulai Saat Lumajang Sudah Masuk Level Tiga

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Konsep pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) ternyata bisa menjadi inspirasi. Tidak hanya dalam urusan makanan yang berlevel, pembelajaran tatap muka (PTM) juga. Seperti langkah inovatif Dinas Pendidikan (Dindik) Lumajang dalam menyiapkan PTM tersebut.

Dindik menyebutnya dengan PTM Terbatas Bertahap. Petunjuk teknis, aturan, SOP, dan lainnya sudah dirampungkan. Hal tersebut sudah diusulkan ke pemerintah kabupaten. Mereka tinggal menunggu pengesahan dan perubahan status PPKM Lumajang. Sebab, kini masih di level empat. Sementara, PTM bisa dimulai bagi kabupaten dengan status level tiga.

“Aturannya berubah. Sebab, kalau memakai aturan PTM lama tidak bisa. Sehingga, kami mengonsep aturan baru sebelum memulai PTM. Jadi, namanya Pertemuan Tatap Muka Terbatas Bertahap. Artinya, ada level satu A, satu B, dua, tiga, dan empat. Itu menyesuaikan dengan kondisi di daerah,” ujar Kasi Pendidikan Dindik Lumajang Winarto Laksono.

Mobile_AP_Rectangle 2

Win, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa level 1-A diisi 25 persen peserta didik per kelas per tingkatan. Sedangkan 1-B diisi 25 persen peserta didik per kelas per sekolah. Selanjutnya, level dua dengan 50 persen siswa per kelas per sekolah. Level tiga dengan 75 persen per kelas per satuan pendidikan. Sedangkan level empat diisi seratus persen peserta.

“Kami sudah mengimbau satuan pendidikan menyiapkan semuanya. Sehingga, aturan yang kami buat ini bisa segera dilaksanakan ketika sudah ada edaran. Harapannya, ini bisa membuat pembelajaran lebih efektif dan siswa atau guru tidak merasa bosan lagi,” lanjutnya.

Sementara itu, Agus Salim, Kepala Dindik Lumajang, mengatakan, ada sejumlah syarat yang harus dilengkapi. Seperti sekolah sudah steril dengan menyiapkan fasilitas sesuai protokol kesehatan, sudah menyatakan pakta integritas kesiapan sekolah, persentase guru tervaksin 90 persen, dan mengantongi rekomendasi kegiatan tatap muka dari satuan tugas Covid-19 kecamatan. “Sekolah juga menyatakan siswanya sudah divaksin untuk usia 12 tahun ke atas. Selain itu, mereka sudah mendapat izin sekolah dari orang tuanya,” tambahnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Konsep pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) ternyata bisa menjadi inspirasi. Tidak hanya dalam urusan makanan yang berlevel, pembelajaran tatap muka (PTM) juga. Seperti langkah inovatif Dinas Pendidikan (Dindik) Lumajang dalam menyiapkan PTM tersebut.

Dindik menyebutnya dengan PTM Terbatas Bertahap. Petunjuk teknis, aturan, SOP, dan lainnya sudah dirampungkan. Hal tersebut sudah diusulkan ke pemerintah kabupaten. Mereka tinggal menunggu pengesahan dan perubahan status PPKM Lumajang. Sebab, kini masih di level empat. Sementara, PTM bisa dimulai bagi kabupaten dengan status level tiga.

“Aturannya berubah. Sebab, kalau memakai aturan PTM lama tidak bisa. Sehingga, kami mengonsep aturan baru sebelum memulai PTM. Jadi, namanya Pertemuan Tatap Muka Terbatas Bertahap. Artinya, ada level satu A, satu B, dua, tiga, dan empat. Itu menyesuaikan dengan kondisi di daerah,” ujar Kasi Pendidikan Dindik Lumajang Winarto Laksono.

Win, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa level 1-A diisi 25 persen peserta didik per kelas per tingkatan. Sedangkan 1-B diisi 25 persen peserta didik per kelas per sekolah. Selanjutnya, level dua dengan 50 persen siswa per kelas per sekolah. Level tiga dengan 75 persen per kelas per satuan pendidikan. Sedangkan level empat diisi seratus persen peserta.

“Kami sudah mengimbau satuan pendidikan menyiapkan semuanya. Sehingga, aturan yang kami buat ini bisa segera dilaksanakan ketika sudah ada edaran. Harapannya, ini bisa membuat pembelajaran lebih efektif dan siswa atau guru tidak merasa bosan lagi,” lanjutnya.

Sementara itu, Agus Salim, Kepala Dindik Lumajang, mengatakan, ada sejumlah syarat yang harus dilengkapi. Seperti sekolah sudah steril dengan menyiapkan fasilitas sesuai protokol kesehatan, sudah menyatakan pakta integritas kesiapan sekolah, persentase guru tervaksin 90 persen, dan mengantongi rekomendasi kegiatan tatap muka dari satuan tugas Covid-19 kecamatan. “Sekolah juga menyatakan siswanya sudah divaksin untuk usia 12 tahun ke atas. Selain itu, mereka sudah mendapat izin sekolah dari orang tuanya,” tambahnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Konsep pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) ternyata bisa menjadi inspirasi. Tidak hanya dalam urusan makanan yang berlevel, pembelajaran tatap muka (PTM) juga. Seperti langkah inovatif Dinas Pendidikan (Dindik) Lumajang dalam menyiapkan PTM tersebut.

Dindik menyebutnya dengan PTM Terbatas Bertahap. Petunjuk teknis, aturan, SOP, dan lainnya sudah dirampungkan. Hal tersebut sudah diusulkan ke pemerintah kabupaten. Mereka tinggal menunggu pengesahan dan perubahan status PPKM Lumajang. Sebab, kini masih di level empat. Sementara, PTM bisa dimulai bagi kabupaten dengan status level tiga.

“Aturannya berubah. Sebab, kalau memakai aturan PTM lama tidak bisa. Sehingga, kami mengonsep aturan baru sebelum memulai PTM. Jadi, namanya Pertemuan Tatap Muka Terbatas Bertahap. Artinya, ada level satu A, satu B, dua, tiga, dan empat. Itu menyesuaikan dengan kondisi di daerah,” ujar Kasi Pendidikan Dindik Lumajang Winarto Laksono.

Win, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa level 1-A diisi 25 persen peserta didik per kelas per tingkatan. Sedangkan 1-B diisi 25 persen peserta didik per kelas per sekolah. Selanjutnya, level dua dengan 50 persen siswa per kelas per sekolah. Level tiga dengan 75 persen per kelas per satuan pendidikan. Sedangkan level empat diisi seratus persen peserta.

“Kami sudah mengimbau satuan pendidikan menyiapkan semuanya. Sehingga, aturan yang kami buat ini bisa segera dilaksanakan ketika sudah ada edaran. Harapannya, ini bisa membuat pembelajaran lebih efektif dan siswa atau guru tidak merasa bosan lagi,” lanjutnya.

Sementara itu, Agus Salim, Kepala Dindik Lumajang, mengatakan, ada sejumlah syarat yang harus dilengkapi. Seperti sekolah sudah steril dengan menyiapkan fasilitas sesuai protokol kesehatan, sudah menyatakan pakta integritas kesiapan sekolah, persentase guru tervaksin 90 persen, dan mengantongi rekomendasi kegiatan tatap muka dari satuan tugas Covid-19 kecamatan. “Sekolah juga menyatakan siswanya sudah divaksin untuk usia 12 tahun ke atas. Selain itu, mereka sudah mendapat izin sekolah dari orang tuanya,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/