alexametrics
24.1 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Ortu Meninggal karena Covid-19, Seratus Anak di Lumajang Telantar

Bakal Terima Bantuan Layanan Dukungan Psikososial

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Jumlah anak kehilangan orang tua akibat virus korona di Lumajang terus diperbarui. Sebelumnya, ada 183 anak yang terdata. Namun, setelah divalidasi, hingga akhir Juli jumlahnya menyusut. Seratus anak meliputi anak yatim dan piatu bakal menerima bantuan layanan dukungan psikososial (LDP).

Luluk Azizah, Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan (Dalduk KBPP) Lumajang, mengungkapkan, ada penyusutan jumlah anak saat diverifikasi. Meski demikian, mereka belum menerima bantuan. Sebab, pihaknya kini masih terus melakukan pendataan.

“Ada perbedaan jumlahnya. Saat pertama diminta data, kader kami hingga jajaran paling bawah melakukan pendataan. Namun, jumlah itu tidak sama dengan data dari gugus tugas dan Dinas Kesehatan Lumajang. Akhirnya, kami meminta ke Dinkes, data by name by address. Setelah itu, Dukcapil yang mengakses nama dan NIK mereka yang terpapar. Sehingga, setelah dipilah data bulan Januari hingga Juli, jumlah validnya seratus anak,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Perbedaan itu, lanjut Luluk, disebabkan pendataan kurang detail dari para kader. Mereka melakukan pendataan bagi orang tua yang meninggal dunia dengan pemakaman sesuai protokol kesehatan. Padahal, belum tentu mereka dinyatakan terkonfirmasi korona. Oleh sebab itu, dibutuhkan keterangan terkonfirmasi dengan ditunjukkan hasil tes swab PCR melalui Dinkes. “Kalau sebelumnya, mereka yang diduga terpapar atau pemakaman prokes juga dihitung,” lanjutnya.

Sejauh ini, pihaknya belum melakukan langkah selanjutnya. Pihaknya diminta untuk terus memperbarui data dan melaporkan ke provinsi. Meski demikian, dalam waktu dekat, perumusan rencana tindak lanjut (RTL) bagi anak-anak tersebut akan segera dibahas dan dirampungkan. Sebab, belum ada pembahasan pemberian layanan yang lebih spesifik. Seperti pola asuh, psikologi, dan lainnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Jumlah anak kehilangan orang tua akibat virus korona di Lumajang terus diperbarui. Sebelumnya, ada 183 anak yang terdata. Namun, setelah divalidasi, hingga akhir Juli jumlahnya menyusut. Seratus anak meliputi anak yatim dan piatu bakal menerima bantuan layanan dukungan psikososial (LDP).

Luluk Azizah, Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan (Dalduk KBPP) Lumajang, mengungkapkan, ada penyusutan jumlah anak saat diverifikasi. Meski demikian, mereka belum menerima bantuan. Sebab, pihaknya kini masih terus melakukan pendataan.

“Ada perbedaan jumlahnya. Saat pertama diminta data, kader kami hingga jajaran paling bawah melakukan pendataan. Namun, jumlah itu tidak sama dengan data dari gugus tugas dan Dinas Kesehatan Lumajang. Akhirnya, kami meminta ke Dinkes, data by name by address. Setelah itu, Dukcapil yang mengakses nama dan NIK mereka yang terpapar. Sehingga, setelah dipilah data bulan Januari hingga Juli, jumlah validnya seratus anak,” katanya.

Perbedaan itu, lanjut Luluk, disebabkan pendataan kurang detail dari para kader. Mereka melakukan pendataan bagi orang tua yang meninggal dunia dengan pemakaman sesuai protokol kesehatan. Padahal, belum tentu mereka dinyatakan terkonfirmasi korona. Oleh sebab itu, dibutuhkan keterangan terkonfirmasi dengan ditunjukkan hasil tes swab PCR melalui Dinkes. “Kalau sebelumnya, mereka yang diduga terpapar atau pemakaman prokes juga dihitung,” lanjutnya.

Sejauh ini, pihaknya belum melakukan langkah selanjutnya. Pihaknya diminta untuk terus memperbarui data dan melaporkan ke provinsi. Meski demikian, dalam waktu dekat, perumusan rencana tindak lanjut (RTL) bagi anak-anak tersebut akan segera dibahas dan dirampungkan. Sebab, belum ada pembahasan pemberian layanan yang lebih spesifik. Seperti pola asuh, psikologi, dan lainnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Jumlah anak kehilangan orang tua akibat virus korona di Lumajang terus diperbarui. Sebelumnya, ada 183 anak yang terdata. Namun, setelah divalidasi, hingga akhir Juli jumlahnya menyusut. Seratus anak meliputi anak yatim dan piatu bakal menerima bantuan layanan dukungan psikososial (LDP).

Luluk Azizah, Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan (Dalduk KBPP) Lumajang, mengungkapkan, ada penyusutan jumlah anak saat diverifikasi. Meski demikian, mereka belum menerima bantuan. Sebab, pihaknya kini masih terus melakukan pendataan.

“Ada perbedaan jumlahnya. Saat pertama diminta data, kader kami hingga jajaran paling bawah melakukan pendataan. Namun, jumlah itu tidak sama dengan data dari gugus tugas dan Dinas Kesehatan Lumajang. Akhirnya, kami meminta ke Dinkes, data by name by address. Setelah itu, Dukcapil yang mengakses nama dan NIK mereka yang terpapar. Sehingga, setelah dipilah data bulan Januari hingga Juli, jumlah validnya seratus anak,” katanya.

Perbedaan itu, lanjut Luluk, disebabkan pendataan kurang detail dari para kader. Mereka melakukan pendataan bagi orang tua yang meninggal dunia dengan pemakaman sesuai protokol kesehatan. Padahal, belum tentu mereka dinyatakan terkonfirmasi korona. Oleh sebab itu, dibutuhkan keterangan terkonfirmasi dengan ditunjukkan hasil tes swab PCR melalui Dinkes. “Kalau sebelumnya, mereka yang diduga terpapar atau pemakaman prokes juga dihitung,” lanjutnya.

Sejauh ini, pihaknya belum melakukan langkah selanjutnya. Pihaknya diminta untuk terus memperbarui data dan melaporkan ke provinsi. Meski demikian, dalam waktu dekat, perumusan rencana tindak lanjut (RTL) bagi anak-anak tersebut akan segera dibahas dan dirampungkan. Sebab, belum ada pembahasan pemberian layanan yang lebih spesifik. Seperti pola asuh, psikologi, dan lainnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/