alexametrics
22.3 C
Jember
Tuesday, 9 August 2022

Satu Sekolah Gagal Uji Coba

Tatap Muka Tambah 6 Lembaga, Dua SMA Berhasil

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka saat ini menjadi harapan seluruh para wali murid. Tetapi pelaksanaannya tetap tidak bisa dilakukan sembarangan. Hanya beberapa SMA atau SMK yang mendapatkan persetujuan untuk uji coba. Satu sekolah dinyatakan gagal untuk dilanjutkan. Rencananya, pada 2 September 2020 ini ada penambahan jumlah lembaga yang tatap muka.

Sebelumnya, proses uji coba pembelajaran tatap muka dilaksanakan pada tiga sekolah di Lumajang. Di antaranya adalah SMALB Bhakti Wanita Lumajang, SMA Senduro, dan SMK Senduro. Tetapi SMALB Bhakti Wanita gagal. Sekolah tersebut tidak bisa melanjutkan proses tatap muka.

Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Lumajang Ilyan Sukartono menjelaskan, penambahan proses pembelajaran tatap muka ini berdasar pada persetujuan satgas penanganan korona daerah. Sekolah bisa mengajukan asalkan wilayahnya berada pada zona kuning dan hijau.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Pembelajaran tatap muka harus direkomendasi Bupati Lumajang. Tapi ketika di lapangan Dinas Kesehatan dan puskesmas setempat tidak meloloskan, ya tetap tidak bisa. Walaupun sudah dapat persetujuan, kita juga tidak berani,” ucapnya. Sebab, antisipasi risiko penularan dilakukan sangat ketat.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka saat ini menjadi harapan seluruh para wali murid. Tetapi pelaksanaannya tetap tidak bisa dilakukan sembarangan. Hanya beberapa SMA atau SMK yang mendapatkan persetujuan untuk uji coba. Satu sekolah dinyatakan gagal untuk dilanjutkan. Rencananya, pada 2 September 2020 ini ada penambahan jumlah lembaga yang tatap muka.

Sebelumnya, proses uji coba pembelajaran tatap muka dilaksanakan pada tiga sekolah di Lumajang. Di antaranya adalah SMALB Bhakti Wanita Lumajang, SMA Senduro, dan SMK Senduro. Tetapi SMALB Bhakti Wanita gagal. Sekolah tersebut tidak bisa melanjutkan proses tatap muka.

Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Lumajang Ilyan Sukartono menjelaskan, penambahan proses pembelajaran tatap muka ini berdasar pada persetujuan satgas penanganan korona daerah. Sekolah bisa mengajukan asalkan wilayahnya berada pada zona kuning dan hijau.

“Pembelajaran tatap muka harus direkomendasi Bupati Lumajang. Tapi ketika di lapangan Dinas Kesehatan dan puskesmas setempat tidak meloloskan, ya tetap tidak bisa. Walaupun sudah dapat persetujuan, kita juga tidak berani,” ucapnya. Sebab, antisipasi risiko penularan dilakukan sangat ketat.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka saat ini menjadi harapan seluruh para wali murid. Tetapi pelaksanaannya tetap tidak bisa dilakukan sembarangan. Hanya beberapa SMA atau SMK yang mendapatkan persetujuan untuk uji coba. Satu sekolah dinyatakan gagal untuk dilanjutkan. Rencananya, pada 2 September 2020 ini ada penambahan jumlah lembaga yang tatap muka.

Sebelumnya, proses uji coba pembelajaran tatap muka dilaksanakan pada tiga sekolah di Lumajang. Di antaranya adalah SMALB Bhakti Wanita Lumajang, SMA Senduro, dan SMK Senduro. Tetapi SMALB Bhakti Wanita gagal. Sekolah tersebut tidak bisa melanjutkan proses tatap muka.

Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Lumajang Ilyan Sukartono menjelaskan, penambahan proses pembelajaran tatap muka ini berdasar pada persetujuan satgas penanganan korona daerah. Sekolah bisa mengajukan asalkan wilayahnya berada pada zona kuning dan hijau.

“Pembelajaran tatap muka harus direkomendasi Bupati Lumajang. Tapi ketika di lapangan Dinas Kesehatan dan puskesmas setempat tidak meloloskan, ya tetap tidak bisa. Walaupun sudah dapat persetujuan, kita juga tidak berani,” ucapnya. Sebab, antisipasi risiko penularan dilakukan sangat ketat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/