alexametrics
31.8 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Kartu Ternak Diaktifkan Lagi

Jatiroto Ditunjuk sebagai Pilot Project

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID  – Maraknya pencurian hewan ternak jenis sapi di masyarakat menjadi atensi Dinas Pertanian Lumajang. Meski dulu pernah digalakkan program kartu ternak, kini kartu tersebut berbentuk elektronik. Desain kartu ternak masih diajukan. Jatiroto sudah ditunjuk sebagai pilot project program tersebut.

Alasannya, mutasi ternak sapi di kecamatan yang berbatasan langsung dengan Jember tersebut tidak terlalu tinggi. Oleh sebab itu, pemerintah mengawali program tersebut di Jatiroto. “Sebagai pilot project, hanya sapi potong di Jatiroto yang akan diberi kartu ternak,” kata Rofiah, Kabid Peternakan Dinas Pertanian Lumajang.

Rencananya, tidak hanya sapi potong. Melainkan juga termasuk kerbau dan kuda. Namun, hal tersebut perlu dikaji lagi. Sebab, pihaknya masih mengusulkan desain kartu ternak ke pemerintah kabupaten.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Desain kartu ternak masih diajukan lagi ke pemerintah. Kami juga sudah memaparkan desainnya seperti apa. Memang, ini permintaan bupati untuk mengaktifkan lagi kartu ternak. Karena banyak ternak, terutama sapi, yang hilang. Dan itu sulit dilacak,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID  – Maraknya pencurian hewan ternak jenis sapi di masyarakat menjadi atensi Dinas Pertanian Lumajang. Meski dulu pernah digalakkan program kartu ternak, kini kartu tersebut berbentuk elektronik. Desain kartu ternak masih diajukan. Jatiroto sudah ditunjuk sebagai pilot project program tersebut.

Alasannya, mutasi ternak sapi di kecamatan yang berbatasan langsung dengan Jember tersebut tidak terlalu tinggi. Oleh sebab itu, pemerintah mengawali program tersebut di Jatiroto. “Sebagai pilot project, hanya sapi potong di Jatiroto yang akan diberi kartu ternak,” kata Rofiah, Kabid Peternakan Dinas Pertanian Lumajang.

Rencananya, tidak hanya sapi potong. Melainkan juga termasuk kerbau dan kuda. Namun, hal tersebut perlu dikaji lagi. Sebab, pihaknya masih mengusulkan desain kartu ternak ke pemerintah kabupaten.

“Desain kartu ternak masih diajukan lagi ke pemerintah. Kami juga sudah memaparkan desainnya seperti apa. Memang, ini permintaan bupati untuk mengaktifkan lagi kartu ternak. Karena banyak ternak, terutama sapi, yang hilang. Dan itu sulit dilacak,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID  – Maraknya pencurian hewan ternak jenis sapi di masyarakat menjadi atensi Dinas Pertanian Lumajang. Meski dulu pernah digalakkan program kartu ternak, kini kartu tersebut berbentuk elektronik. Desain kartu ternak masih diajukan. Jatiroto sudah ditunjuk sebagai pilot project program tersebut.

Alasannya, mutasi ternak sapi di kecamatan yang berbatasan langsung dengan Jember tersebut tidak terlalu tinggi. Oleh sebab itu, pemerintah mengawali program tersebut di Jatiroto. “Sebagai pilot project, hanya sapi potong di Jatiroto yang akan diberi kartu ternak,” kata Rofiah, Kabid Peternakan Dinas Pertanian Lumajang.

Rencananya, tidak hanya sapi potong. Melainkan juga termasuk kerbau dan kuda. Namun, hal tersebut perlu dikaji lagi. Sebab, pihaknya masih mengusulkan desain kartu ternak ke pemerintah kabupaten.

“Desain kartu ternak masih diajukan lagi ke pemerintah. Kami juga sudah memaparkan desainnya seperti apa. Memang, ini permintaan bupati untuk mengaktifkan lagi kartu ternak. Karena banyak ternak, terutama sapi, yang hilang. Dan itu sulit dilacak,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/