alexametrics
27.2 C
Jember
Wednesday, 17 August 2022

Produksi Susu Perah Menurun

Sejak Terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku

Mobile_AP_Rectangle 1

KANDANGTEPUS, Radar Semeru – Peternak sapi perah di Kandangtepus, Senduro, mengakui hasil susu perahnya turun drastis. Diduga, kondisi itu terjadi karena satu kandang hewan ternak milik Matasan terjangkit PMK (penyakit mulut dan kuku). Satu ekor sapi hanya menghasilkan sedikitnya 3 liter susu per hari.

BACA JUGA : Belajar Pengalaman Hidup dari Pemuda Karangharjo

Memang masing-masing sapi berbeda. Sebelum terjangkit bisa tembus di angka 30 liter susu yang dihasilkan. Karena tubuhnya memanas, susu yang berhasil diperah hanya sedikit. Jika dihitung, dalam satu kandang dengan total 44 ekor sapi sebelum PMK, susu yang dihasilkan bisa mencapai 1.320 liter per harinya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, akibat PMK, membuat puting sapi juga ikut mengelupas. Itu membuat susu perah yang dihasilkan mengendap di awal. Jika sudah beberapa kali diperah, hasilnya sama seperti susu pada umumnya, yaitu cair.

Hal ini membutuhkan waktu perahan cukup lama. Meski demikian, susu perah tetap aman dikonsumsi. Kondisi ini membuat peternak merugi. Sebab, susu yang dihasilkan berkurang drastis.

- Advertisement -

KANDANGTEPUS, Radar Semeru – Peternak sapi perah di Kandangtepus, Senduro, mengakui hasil susu perahnya turun drastis. Diduga, kondisi itu terjadi karena satu kandang hewan ternak milik Matasan terjangkit PMK (penyakit mulut dan kuku). Satu ekor sapi hanya menghasilkan sedikitnya 3 liter susu per hari.

BACA JUGA : Belajar Pengalaman Hidup dari Pemuda Karangharjo

Memang masing-masing sapi berbeda. Sebelum terjangkit bisa tembus di angka 30 liter susu yang dihasilkan. Karena tubuhnya memanas, susu yang berhasil diperah hanya sedikit. Jika dihitung, dalam satu kandang dengan total 44 ekor sapi sebelum PMK, susu yang dihasilkan bisa mencapai 1.320 liter per harinya.

Namun, akibat PMK, membuat puting sapi juga ikut mengelupas. Itu membuat susu perah yang dihasilkan mengendap di awal. Jika sudah beberapa kali diperah, hasilnya sama seperti susu pada umumnya, yaitu cair.

Hal ini membutuhkan waktu perahan cukup lama. Meski demikian, susu perah tetap aman dikonsumsi. Kondisi ini membuat peternak merugi. Sebab, susu yang dihasilkan berkurang drastis.

KANDANGTEPUS, Radar Semeru – Peternak sapi perah di Kandangtepus, Senduro, mengakui hasil susu perahnya turun drastis. Diduga, kondisi itu terjadi karena satu kandang hewan ternak milik Matasan terjangkit PMK (penyakit mulut dan kuku). Satu ekor sapi hanya menghasilkan sedikitnya 3 liter susu per hari.

BACA JUGA : Belajar Pengalaman Hidup dari Pemuda Karangharjo

Memang masing-masing sapi berbeda. Sebelum terjangkit bisa tembus di angka 30 liter susu yang dihasilkan. Karena tubuhnya memanas, susu yang berhasil diperah hanya sedikit. Jika dihitung, dalam satu kandang dengan total 44 ekor sapi sebelum PMK, susu yang dihasilkan bisa mencapai 1.320 liter per harinya.

Namun, akibat PMK, membuat puting sapi juga ikut mengelupas. Itu membuat susu perah yang dihasilkan mengendap di awal. Jika sudah beberapa kali diperah, hasilnya sama seperti susu pada umumnya, yaitu cair.

Hal ini membutuhkan waktu perahan cukup lama. Meski demikian, susu perah tetap aman dikonsumsi. Kondisi ini membuat peternak merugi. Sebab, susu yang dihasilkan berkurang drastis.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/