alexametrics
26.5 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Harga Kedelai Melonjak, Sule Makin Susut

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSUKO, Radar Semeru – Permintaan susu kedelai (sule) di pasaran kian mengikat. Bahkan penjualannya hingga ke luar kota. Namun, harga kedelai makin lama makin meroket. Membuat pengusaha sule harus memutar otak agar tidak merugi. Salah satunya dengan mengurangi isi sule dalam kemasan plastik. Lebih sedikit dari biasanya.

BACA JUGA : Kasus Asmara Berujung Duka

Usaha rumahan produksi sule di Sumbersuko, Lumajang, yang sudah 8 tahun berdiri itu terpaksa mengurangi isi sule dalam kemasan plastik. Sebab, harga bahan utamanya, yaitu kedelai, per karungnya bisa tembus angka Rp 1.200.000. Kenaikannya ini mulai dirasakan pengusaha sule sejak awal Ramadan. Meski demikian, hingga saat ini harganya tetap saja tidak menurun. Biasanya, pembeli bisa membawa pulang hanya dengan harga Rp 800 ribu per karungnya. Sementara, satu karungnya dapat menghasilkan 60 kilogram sule setiap harinya. “Naiknya awal Ramadan sampai Rp 400 ribu per karungnya. Kalau sebelumnya, cuma 800 ribu. Kami siasatinya dengan mengurangi isinya, ya meskipun untungnya sedikit,” ucap Kalimin, salah satu pengelola usaha rumahan sule.

- Advertisement -

SUMBERSUKO, Radar Semeru – Permintaan susu kedelai (sule) di pasaran kian mengikat. Bahkan penjualannya hingga ke luar kota. Namun, harga kedelai makin lama makin meroket. Membuat pengusaha sule harus memutar otak agar tidak merugi. Salah satunya dengan mengurangi isi sule dalam kemasan plastik. Lebih sedikit dari biasanya.

BACA JUGA : Kasus Asmara Berujung Duka

Usaha rumahan produksi sule di Sumbersuko, Lumajang, yang sudah 8 tahun berdiri itu terpaksa mengurangi isi sule dalam kemasan plastik. Sebab, harga bahan utamanya, yaitu kedelai, per karungnya bisa tembus angka Rp 1.200.000. Kenaikannya ini mulai dirasakan pengusaha sule sejak awal Ramadan. Meski demikian, hingga saat ini harganya tetap saja tidak menurun. Biasanya, pembeli bisa membawa pulang hanya dengan harga Rp 800 ribu per karungnya. Sementara, satu karungnya dapat menghasilkan 60 kilogram sule setiap harinya. “Naiknya awal Ramadan sampai Rp 400 ribu per karungnya. Kalau sebelumnya, cuma 800 ribu. Kami siasatinya dengan mengurangi isinya, ya meskipun untungnya sedikit,” ucap Kalimin, salah satu pengelola usaha rumahan sule.

SUMBERSUKO, Radar Semeru – Permintaan susu kedelai (sule) di pasaran kian mengikat. Bahkan penjualannya hingga ke luar kota. Namun, harga kedelai makin lama makin meroket. Membuat pengusaha sule harus memutar otak agar tidak merugi. Salah satunya dengan mengurangi isi sule dalam kemasan plastik. Lebih sedikit dari biasanya.

BACA JUGA : Kasus Asmara Berujung Duka

Usaha rumahan produksi sule di Sumbersuko, Lumajang, yang sudah 8 tahun berdiri itu terpaksa mengurangi isi sule dalam kemasan plastik. Sebab, harga bahan utamanya, yaitu kedelai, per karungnya bisa tembus angka Rp 1.200.000. Kenaikannya ini mulai dirasakan pengusaha sule sejak awal Ramadan. Meski demikian, hingga saat ini harganya tetap saja tidak menurun. Biasanya, pembeli bisa membawa pulang hanya dengan harga Rp 800 ribu per karungnya. Sementara, satu karungnya dapat menghasilkan 60 kilogram sule setiap harinya. “Naiknya awal Ramadan sampai Rp 400 ribu per karungnya. Kalau sebelumnya, cuma 800 ribu. Kami siasatinya dengan mengurangi isinya, ya meskipun untungnya sedikit,” ucap Kalimin, salah satu pengelola usaha rumahan sule.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/