27.7 C
Jember
Tuesday, 6 June 2023

Tabungan Raib Ratusan Juta, Pertanyakan Jaminan Keamanan Bank BUMN

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Keamanan penyimpanan uang di salah satu bank BUMN rupanya tidak berlaku bagi Ali Mu’afan Rohim. Jaminan keamanan itu tidak diperoleh. Sebab, uang sebesar Rp 297 juta yang tersimpan tiba-tiba raib. Dalam waktu kurang lebih 7 menit, uang di rekeningnya terkuras habis.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Kamis (10/03) lalu. Tepatnya ketika dia sedang melaksanakan pengajian rutin. Saat itu dia mendapat telepon WhatsApp dari nomor tak dikenal. Nomor menggunakan logo bank itu rupanya memberikan informasi biaya transfer bakal naik. Lalu, dia menjawab tidak mau dan mematikan teleponnya.

“Saya ditelepon kira-kira pukul 14.10, lalu saya matikan. Kemudian, pukul 14.20 ada notifikasi di SMS, uang senilai Rp 99,99 juta keluar dari rekening. Terus, 3 menit berikutnya ada notifikasi lagi, uang keluar Rp 99,99 juta. Terakhir, 17.27 keluar uang lagi senilai Rp 96,4 juta. Saya lalu cek rekening pakai aplikasi, hanya tersisa Rp 200 ribu,” kata Ali Mu’afan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kejadian tentu langsung membuatnya syok berat. Bayangkan, dalam waktu relatif singkat, tabungan yang dipikir bakal aman karena sudah tersimpan di rekening bank malah ludes. Padahal, seluruh uang tersebut merupakan simpanan para pedagang wlijo di pasar yang menitipkan kepadanya.

Yang lebih mengherankan lagi, Afan menambahkan, limit transfer ke rekening lain maksimal seratus juta rupiah, tetapi dalam kejadian itu telah terjadi transaksi mencapai tiga ratus juta rupiah. “Masak transaksinya melewati seratus juta. Ini sudah pasti keamanan yang kami minta pertanggungjawabannya,” tambahnya.

Menurutnya, kejadian ini sudah dilaporkan ke pihak bank. Namun, dia justru mendapatkan jawaban yang kurang memuaskan. Dia justru dituduh telah membeli saham di luar negeri, sehingga uangnya otomatis keluar dari rekening. “Yang membuat saya lebih sedih, tidak ada pertanggungjawaban. Malah disuruh lapor polisi,” katanya.

Sementara itu, sejumlah awak media bersama wartawan koran ini mendatangi kantor bank tersebut untuk mengonfirmasi. Sempat ditemui pimpinan cabangnya, tetapi belum berkenan memberikan tanggapan. “Nunggu hari Senin nanti. Saya harus didampingi humas untuk memberikan keterangan,” kata salah satu petugas.

 

Jurnalis : Atieqson Mar Iqbal
Fotografer : Atieqson Mar Iqbal
Redaktur : Hafid Asnan

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Keamanan penyimpanan uang di salah satu bank BUMN rupanya tidak berlaku bagi Ali Mu’afan Rohim. Jaminan keamanan itu tidak diperoleh. Sebab, uang sebesar Rp 297 juta yang tersimpan tiba-tiba raib. Dalam waktu kurang lebih 7 menit, uang di rekeningnya terkuras habis.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Kamis (10/03) lalu. Tepatnya ketika dia sedang melaksanakan pengajian rutin. Saat itu dia mendapat telepon WhatsApp dari nomor tak dikenal. Nomor menggunakan logo bank itu rupanya memberikan informasi biaya transfer bakal naik. Lalu, dia menjawab tidak mau dan mematikan teleponnya.

“Saya ditelepon kira-kira pukul 14.10, lalu saya matikan. Kemudian, pukul 14.20 ada notifikasi di SMS, uang senilai Rp 99,99 juta keluar dari rekening. Terus, 3 menit berikutnya ada notifikasi lagi, uang keluar Rp 99,99 juta. Terakhir, 17.27 keluar uang lagi senilai Rp 96,4 juta. Saya lalu cek rekening pakai aplikasi, hanya tersisa Rp 200 ribu,” kata Ali Mu’afan.

Kejadian tentu langsung membuatnya syok berat. Bayangkan, dalam waktu relatif singkat, tabungan yang dipikir bakal aman karena sudah tersimpan di rekening bank malah ludes. Padahal, seluruh uang tersebut merupakan simpanan para pedagang wlijo di pasar yang menitipkan kepadanya.

Yang lebih mengherankan lagi, Afan menambahkan, limit transfer ke rekening lain maksimal seratus juta rupiah, tetapi dalam kejadian itu telah terjadi transaksi mencapai tiga ratus juta rupiah. “Masak transaksinya melewati seratus juta. Ini sudah pasti keamanan yang kami minta pertanggungjawabannya,” tambahnya.

Menurutnya, kejadian ini sudah dilaporkan ke pihak bank. Namun, dia justru mendapatkan jawaban yang kurang memuaskan. Dia justru dituduh telah membeli saham di luar negeri, sehingga uangnya otomatis keluar dari rekening. “Yang membuat saya lebih sedih, tidak ada pertanggungjawaban. Malah disuruh lapor polisi,” katanya.

Sementara itu, sejumlah awak media bersama wartawan koran ini mendatangi kantor bank tersebut untuk mengonfirmasi. Sempat ditemui pimpinan cabangnya, tetapi belum berkenan memberikan tanggapan. “Nunggu hari Senin nanti. Saya harus didampingi humas untuk memberikan keterangan,” kata salah satu petugas.

 

Jurnalis : Atieqson Mar Iqbal
Fotografer : Atieqson Mar Iqbal
Redaktur : Hafid Asnan

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Keamanan penyimpanan uang di salah satu bank BUMN rupanya tidak berlaku bagi Ali Mu’afan Rohim. Jaminan keamanan itu tidak diperoleh. Sebab, uang sebesar Rp 297 juta yang tersimpan tiba-tiba raib. Dalam waktu kurang lebih 7 menit, uang di rekeningnya terkuras habis.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Kamis (10/03) lalu. Tepatnya ketika dia sedang melaksanakan pengajian rutin. Saat itu dia mendapat telepon WhatsApp dari nomor tak dikenal. Nomor menggunakan logo bank itu rupanya memberikan informasi biaya transfer bakal naik. Lalu, dia menjawab tidak mau dan mematikan teleponnya.

“Saya ditelepon kira-kira pukul 14.10, lalu saya matikan. Kemudian, pukul 14.20 ada notifikasi di SMS, uang senilai Rp 99,99 juta keluar dari rekening. Terus, 3 menit berikutnya ada notifikasi lagi, uang keluar Rp 99,99 juta. Terakhir, 17.27 keluar uang lagi senilai Rp 96,4 juta. Saya lalu cek rekening pakai aplikasi, hanya tersisa Rp 200 ribu,” kata Ali Mu’afan.

Kejadian tentu langsung membuatnya syok berat. Bayangkan, dalam waktu relatif singkat, tabungan yang dipikir bakal aman karena sudah tersimpan di rekening bank malah ludes. Padahal, seluruh uang tersebut merupakan simpanan para pedagang wlijo di pasar yang menitipkan kepadanya.

Yang lebih mengherankan lagi, Afan menambahkan, limit transfer ke rekening lain maksimal seratus juta rupiah, tetapi dalam kejadian itu telah terjadi transaksi mencapai tiga ratus juta rupiah. “Masak transaksinya melewati seratus juta. Ini sudah pasti keamanan yang kami minta pertanggungjawabannya,” tambahnya.

Menurutnya, kejadian ini sudah dilaporkan ke pihak bank. Namun, dia justru mendapatkan jawaban yang kurang memuaskan. Dia justru dituduh telah membeli saham di luar negeri, sehingga uangnya otomatis keluar dari rekening. “Yang membuat saya lebih sedih, tidak ada pertanggungjawaban. Malah disuruh lapor polisi,” katanya.

Sementara itu, sejumlah awak media bersama wartawan koran ini mendatangi kantor bank tersebut untuk mengonfirmasi. Sempat ditemui pimpinan cabangnya, tetapi belum berkenan memberikan tanggapan. “Nunggu hari Senin nanti. Saya harus didampingi humas untuk memberikan keterangan,” kata salah satu petugas.

 

Jurnalis : Atieqson Mar Iqbal
Fotografer : Atieqson Mar Iqbal
Redaktur : Hafid Asnan

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca