alexametrics
23.9 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Tersinggung Saja Parang Bisa Melayang

Polisi Bakal Periksa Kondisi Kejiwaan Pelaku

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Seorang pemuda menyabetkan parang ke lengan tetangganya di Dusun Gondang, Burno, Senduro, Senin (29/03) kemarin. Pelaku emosi saat mendengar pohon dan tanahnya telah dibeli korban. Akibatnya, korban mengalami luka di lengan kiri dan membutuhkan perawatan serius.
Ipda Andreas Shinta, Paur Subbag Humas Polres Lumajang, mengatakan, kejadian berlangsung saat malam hari. Pelaku berinisial M membacok lengan korban karena tersinggung mendengar jawaban korban. “Kejadiannya sekitar pukul 18.45. Pelaku tersinggung mendengar jawaban N saat menebang pohon,” katanya.
Shinta menjelaskan, awalnya pelaku menegur korban saat menebang pohon di tanahnya. Namun, korban menjawab bahwa pohon dan tanah tersebut sudah dibeli dari ayahnya. Karena jawaban tersebut, pelaku yang tersinggung langsung menyabet pelaku dengan sebilah parang yang dibawanya. “Pelaku bilang bahwa tanah dan pohon yang ditebang oleh korban adalah miliknya. Lalu, korban menjelaskan kepada pelaku bahwa dia sudah membeli pohon tersebut dari ayahnya. Mendengar penjelasan korban, pelaku langsung tersinggung. Mengeluarkan sebilah wadung dan membacok korban,” jelasnya.
Sabetan tersebut mengenai lengan korban. Lengan korban mengalami luka robek di bagian kanan sehingga membutuhkan lima jahitan. “Lengan tangan sebelah kiri robek sepanjang empat sentimeter dan korban segera menyelamatkan diri ke Polsek Senduro,” tambahnya.
Mendapatkan laporan tersebut, petugas langsung menuju lokasi. Benar, ada penganiayaan yang dilakukan M kepada korban berinisial N. Selanjutnya, petugas segera melakukan penangkapan pelaku di rumahnya. “Pelaku bersembunyi di rumahnya, Desa Burno. Kami langsung lakukan penangkapan beserta barang bukti yang disembunyikan pelaku,” ujarnya.
Pelaku terbukti melakukan tindakan penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 KUHP. Petugas mengamankan pelaku dengan barang bukti sebilah parang lengkap dengan rangka dan baju bumper yang dikenakan pelaku.
Menurut informasi dari masyarakat, pelaku pernah mengalami gangguan depresi dan menjadi pasien rawat jalan Puskesmas Senduro. “Kami mendapat informasi tersebut. Selanjutnya kami akan meminta pemeriksaan kejiwaan pelaku,” pungkasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Seorang pemuda menyabetkan parang ke lengan tetangganya di Dusun Gondang, Burno, Senduro, Senin (29/03) kemarin. Pelaku emosi saat mendengar pohon dan tanahnya telah dibeli korban. Akibatnya, korban mengalami luka di lengan kiri dan membutuhkan perawatan serius.
Ipda Andreas Shinta, Paur Subbag Humas Polres Lumajang, mengatakan, kejadian berlangsung saat malam hari. Pelaku berinisial M membacok lengan korban karena tersinggung mendengar jawaban korban. “Kejadiannya sekitar pukul 18.45. Pelaku tersinggung mendengar jawaban N saat menebang pohon,” katanya.
Shinta menjelaskan, awalnya pelaku menegur korban saat menebang pohon di tanahnya. Namun, korban menjawab bahwa pohon dan tanah tersebut sudah dibeli dari ayahnya. Karena jawaban tersebut, pelaku yang tersinggung langsung menyabet pelaku dengan sebilah parang yang dibawanya. “Pelaku bilang bahwa tanah dan pohon yang ditebang oleh korban adalah miliknya. Lalu, korban menjelaskan kepada pelaku bahwa dia sudah membeli pohon tersebut dari ayahnya. Mendengar penjelasan korban, pelaku langsung tersinggung. Mengeluarkan sebilah wadung dan membacok korban,” jelasnya.
Sabetan tersebut mengenai lengan korban. Lengan korban mengalami luka robek di bagian kanan sehingga membutuhkan lima jahitan. “Lengan tangan sebelah kiri robek sepanjang empat sentimeter dan korban segera menyelamatkan diri ke Polsek Senduro,” tambahnya.
Mendapatkan laporan tersebut, petugas langsung menuju lokasi. Benar, ada penganiayaan yang dilakukan M kepada korban berinisial N. Selanjutnya, petugas segera melakukan penangkapan pelaku di rumahnya. “Pelaku bersembunyi di rumahnya, Desa Burno. Kami langsung lakukan penangkapan beserta barang bukti yang disembunyikan pelaku,” ujarnya.
Pelaku terbukti melakukan tindakan penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 KUHP. Petugas mengamankan pelaku dengan barang bukti sebilah parang lengkap dengan rangka dan baju bumper yang dikenakan pelaku.
Menurut informasi dari masyarakat, pelaku pernah mengalami gangguan depresi dan menjadi pasien rawat jalan Puskesmas Senduro. “Kami mendapat informasi tersebut. Selanjutnya kami akan meminta pemeriksaan kejiwaan pelaku,” pungkasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Seorang pemuda menyabetkan parang ke lengan tetangganya di Dusun Gondang, Burno, Senduro, Senin (29/03) kemarin. Pelaku emosi saat mendengar pohon dan tanahnya telah dibeli korban. Akibatnya, korban mengalami luka di lengan kiri dan membutuhkan perawatan serius.
Ipda Andreas Shinta, Paur Subbag Humas Polres Lumajang, mengatakan, kejadian berlangsung saat malam hari. Pelaku berinisial M membacok lengan korban karena tersinggung mendengar jawaban korban. “Kejadiannya sekitar pukul 18.45. Pelaku tersinggung mendengar jawaban N saat menebang pohon,” katanya.
Shinta menjelaskan, awalnya pelaku menegur korban saat menebang pohon di tanahnya. Namun, korban menjawab bahwa pohon dan tanah tersebut sudah dibeli dari ayahnya. Karena jawaban tersebut, pelaku yang tersinggung langsung menyabet pelaku dengan sebilah parang yang dibawanya. “Pelaku bilang bahwa tanah dan pohon yang ditebang oleh korban adalah miliknya. Lalu, korban menjelaskan kepada pelaku bahwa dia sudah membeli pohon tersebut dari ayahnya. Mendengar penjelasan korban, pelaku langsung tersinggung. Mengeluarkan sebilah wadung dan membacok korban,” jelasnya.
Sabetan tersebut mengenai lengan korban. Lengan korban mengalami luka robek di bagian kanan sehingga membutuhkan lima jahitan. “Lengan tangan sebelah kiri robek sepanjang empat sentimeter dan korban segera menyelamatkan diri ke Polsek Senduro,” tambahnya.
Mendapatkan laporan tersebut, petugas langsung menuju lokasi. Benar, ada penganiayaan yang dilakukan M kepada korban berinisial N. Selanjutnya, petugas segera melakukan penangkapan pelaku di rumahnya. “Pelaku bersembunyi di rumahnya, Desa Burno. Kami langsung lakukan penangkapan beserta barang bukti yang disembunyikan pelaku,” ujarnya.
Pelaku terbukti melakukan tindakan penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 KUHP. Petugas mengamankan pelaku dengan barang bukti sebilah parang lengkap dengan rangka dan baju bumper yang dikenakan pelaku.
Menurut informasi dari masyarakat, pelaku pernah mengalami gangguan depresi dan menjadi pasien rawat jalan Puskesmas Senduro. “Kami mendapat informasi tersebut. Selanjutnya kami akan meminta pemeriksaan kejiwaan pelaku,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/