alexametrics
22.8 C
Jember
Friday, 27 May 2022

IPM Memang Naik tapi Lambat

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejak tahun 2016 hingga tahun 2020, grafik indeks pembangunan manusia (IPM) Lumajang terus mengalami peningkatan. Sayangnya kenaikan tersebut nyatanya tidak banyak-banyak amat. Bahkan dari tahun 2019 menuju tahun 2020 kenaikannya tidak sampai satu persen.
Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, target peningkatan IPM pada tahun 2019 hingga tahun 2020 semakin dirasionalkan. Sehingga realisasinya bisa mendekati. Sebab, dalam situasi pandemi seluruh program kerja pemerintah untuk mendukung itu tidak leluasa berjalan.
Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan, pekerjaan pemerintah dalam meningkatkan IPM memang mengalami kendala-kendala. Cak Thoriq menyadari pandemi korona menjadi penyebab semua upaya pemerintah yang dilakukan terbatas. Untuk itu, butuh akselerasi pertumbuhan ekonomi dan penguatan kehidupan sosial masyarakat
“Kenaikan persentase kabupaten kota lainnya mungkin hampir-hampir mirip. Mungkin naiknya juga tidak seberapa, tapi kalau kita masih sama kecepatannya dengan kabupaten lain ya, peringkat itu tetap. Harus ada akselerasi, supaya kenaikan kita lebih cepat dari mereka. Masak tahun kemarin naiknya tidak sampai satu persen,” jelasnya.
Beberapa sektor seperti kesehatan, pendidikan, hingga daya beli masyarakat memang memengaruhi kenaikan IPM. Tetapi, itu masih belum menunjukkan keberhasilan. Harapannya, dalam pelaksanaan musrenbang tahun 2022 itu seluruh program akselerasi bisa segera dituangkan.
Beberapa permasalahan pembangunan daerah, mulai indeks layanan infrastruktur, pertumbuhan usaha mikro indeks pendidikan harapan lama sekolah bisa terjawab dengan baik. “Masyarakat tidak mau tahu kalau ada refocusing anggaran. Tapi intinya adalah semua bisa diwujudkan,” pungkasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejak tahun 2016 hingga tahun 2020, grafik indeks pembangunan manusia (IPM) Lumajang terus mengalami peningkatan. Sayangnya kenaikan tersebut nyatanya tidak banyak-banyak amat. Bahkan dari tahun 2019 menuju tahun 2020 kenaikannya tidak sampai satu persen.
Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, target peningkatan IPM pada tahun 2019 hingga tahun 2020 semakin dirasionalkan. Sehingga realisasinya bisa mendekati. Sebab, dalam situasi pandemi seluruh program kerja pemerintah untuk mendukung itu tidak leluasa berjalan.
Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan, pekerjaan pemerintah dalam meningkatkan IPM memang mengalami kendala-kendala. Cak Thoriq menyadari pandemi korona menjadi penyebab semua upaya pemerintah yang dilakukan terbatas. Untuk itu, butuh akselerasi pertumbuhan ekonomi dan penguatan kehidupan sosial masyarakat
“Kenaikan persentase kabupaten kota lainnya mungkin hampir-hampir mirip. Mungkin naiknya juga tidak seberapa, tapi kalau kita masih sama kecepatannya dengan kabupaten lain ya, peringkat itu tetap. Harus ada akselerasi, supaya kenaikan kita lebih cepat dari mereka. Masak tahun kemarin naiknya tidak sampai satu persen,” jelasnya.
Beberapa sektor seperti kesehatan, pendidikan, hingga daya beli masyarakat memang memengaruhi kenaikan IPM. Tetapi, itu masih belum menunjukkan keberhasilan. Harapannya, dalam pelaksanaan musrenbang tahun 2022 itu seluruh program akselerasi bisa segera dituangkan.
Beberapa permasalahan pembangunan daerah, mulai indeks layanan infrastruktur, pertumbuhan usaha mikro indeks pendidikan harapan lama sekolah bisa terjawab dengan baik. “Masyarakat tidak mau tahu kalau ada refocusing anggaran. Tapi intinya adalah semua bisa diwujudkan,” pungkasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejak tahun 2016 hingga tahun 2020, grafik indeks pembangunan manusia (IPM) Lumajang terus mengalami peningkatan. Sayangnya kenaikan tersebut nyatanya tidak banyak-banyak amat. Bahkan dari tahun 2019 menuju tahun 2020 kenaikannya tidak sampai satu persen.
Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, target peningkatan IPM pada tahun 2019 hingga tahun 2020 semakin dirasionalkan. Sehingga realisasinya bisa mendekati. Sebab, dalam situasi pandemi seluruh program kerja pemerintah untuk mendukung itu tidak leluasa berjalan.
Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan, pekerjaan pemerintah dalam meningkatkan IPM memang mengalami kendala-kendala. Cak Thoriq menyadari pandemi korona menjadi penyebab semua upaya pemerintah yang dilakukan terbatas. Untuk itu, butuh akselerasi pertumbuhan ekonomi dan penguatan kehidupan sosial masyarakat
“Kenaikan persentase kabupaten kota lainnya mungkin hampir-hampir mirip. Mungkin naiknya juga tidak seberapa, tapi kalau kita masih sama kecepatannya dengan kabupaten lain ya, peringkat itu tetap. Harus ada akselerasi, supaya kenaikan kita lebih cepat dari mereka. Masak tahun kemarin naiknya tidak sampai satu persen,” jelasnya.
Beberapa sektor seperti kesehatan, pendidikan, hingga daya beli masyarakat memang memengaruhi kenaikan IPM. Tetapi, itu masih belum menunjukkan keberhasilan. Harapannya, dalam pelaksanaan musrenbang tahun 2022 itu seluruh program akselerasi bisa segera dituangkan.
Beberapa permasalahan pembangunan daerah, mulai indeks layanan infrastruktur, pertumbuhan usaha mikro indeks pendidikan harapan lama sekolah bisa terjawab dengan baik. “Masyarakat tidak mau tahu kalau ada refocusing anggaran. Tapi intinya adalah semua bisa diwujudkan,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/