alexametrics
23.4 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Bisa Dibawa Pulang asal Sudah Standar

Bawa Spare Part Asli dan Ganti Sendiri

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebanyak 32 unit sepeda motor berhasil diamankan Satlantas Polres Lumajang, Sabtu lalu. Motor tersebut merupakan hasil tilang dalam Operasi Pekat di kawasan Lumajang. Sebelum dibawa pulang, motor tersebut harus kembali dalam keadaan standar. Oleh karena itu, para pelanggar datang dengan membawa spare part asli kendaraan.
Para pelanggar didominasi oleh anak muda. Mereka terjaring razia saat mengendarai motor tidak standar. Terutama, knalpot brong yang semakin meresahkan masyarakat. “Kami menerima banyak keluhan dari masyarakat karena knalpot brong. Tentu ini mengganggu kenyamanan masyarakat,” kata Ipda Teguh Irmanto, Kanit Turjawali Satlantas Polres Lumajang.
Teguh mengungkapkan, knalpot tidak standar itu sangat mengganggu, terutama saat malam hari. Sebab, malam hari merupakan waktu istirahat masyarakat. Sehingga hal tersebut membuat Satlantas Polres Lumajang melakukan Operasi Pekat motor tidak standar. “Kami lakukan penilangan Sabtu malam lalu. Sebab, malam hari ini waktunya masyarakat istirahat, tapi justru terganggu dengan ulah anak muda mengendarai motor knalpot brong,” ungkapnya.
Tidak hanya knalpot brong, roda yang tidak standar, spion tidak lengkap, dan pengendara tanpa helm ikut diamankan. Operasi tersebut akan terus dilakukan menjelang bulan puasa. “Semua yang tidak sesuai, kami tilang. Terutama yang kasat mata akan ditindaklanjuti. Sebab, operasi ini akan dilakukan hingga menjelang bulan puasa,” tambahnya.
Sementara itu, Paur Subbag Humas Lumajang Ipda Andreas Shinta mengatakan, operasi ini digelar dalam rangka menciptakan situasi yang kondusif menjelang Ramadan. Sebab, banyak masyarakat yang masih mengabaikan undang-undang lalu lintas. “Operasi Pekat dilakukan guna menciptakan situasi yang kondusif di masyarakat,” katanya.
Dia menjelaskan, ada 32 unit motor yang tidak sesuai standar. Sesuai undang-undang, para pelanggar ditilang. “Ada 32 unit motor, 13 di antaranya knalpot brong. Motor bisa dibawa pulang para pelanggar asalkan dikembalikan dalam keadaan standar. Sedangkan knalpot brong dan yang tidak sesuai standar lainnya kami amankan sebagai barang bukti,” jelasnya.
Setelah dikembalikan dalam keadaan standar, lanjut Shinta, knalpot brong dan barang bukti lainnya akan dimusnahkan bersama miras, pekan depan. “Barang bukti berupa knalpot brong dan yang lainnya akan kami musnahkan pekan depan bersamaan dengan pemusnahan miras,” pungkasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebanyak 32 unit sepeda motor berhasil diamankan Satlantas Polres Lumajang, Sabtu lalu. Motor tersebut merupakan hasil tilang dalam Operasi Pekat di kawasan Lumajang. Sebelum dibawa pulang, motor tersebut harus kembali dalam keadaan standar. Oleh karena itu, para pelanggar datang dengan membawa spare part asli kendaraan.
Para pelanggar didominasi oleh anak muda. Mereka terjaring razia saat mengendarai motor tidak standar. Terutama, knalpot brong yang semakin meresahkan masyarakat. “Kami menerima banyak keluhan dari masyarakat karena knalpot brong. Tentu ini mengganggu kenyamanan masyarakat,” kata Ipda Teguh Irmanto, Kanit Turjawali Satlantas Polres Lumajang.
Teguh mengungkapkan, knalpot tidak standar itu sangat mengganggu, terutama saat malam hari. Sebab, malam hari merupakan waktu istirahat masyarakat. Sehingga hal tersebut membuat Satlantas Polres Lumajang melakukan Operasi Pekat motor tidak standar. “Kami lakukan penilangan Sabtu malam lalu. Sebab, malam hari ini waktunya masyarakat istirahat, tapi justru terganggu dengan ulah anak muda mengendarai motor knalpot brong,” ungkapnya.
Tidak hanya knalpot brong, roda yang tidak standar, spion tidak lengkap, dan pengendara tanpa helm ikut diamankan. Operasi tersebut akan terus dilakukan menjelang bulan puasa. “Semua yang tidak sesuai, kami tilang. Terutama yang kasat mata akan ditindaklanjuti. Sebab, operasi ini akan dilakukan hingga menjelang bulan puasa,” tambahnya.
Sementara itu, Paur Subbag Humas Lumajang Ipda Andreas Shinta mengatakan, operasi ini digelar dalam rangka menciptakan situasi yang kondusif menjelang Ramadan. Sebab, banyak masyarakat yang masih mengabaikan undang-undang lalu lintas. “Operasi Pekat dilakukan guna menciptakan situasi yang kondusif di masyarakat,” katanya.
Dia menjelaskan, ada 32 unit motor yang tidak sesuai standar. Sesuai undang-undang, para pelanggar ditilang. “Ada 32 unit motor, 13 di antaranya knalpot brong. Motor bisa dibawa pulang para pelanggar asalkan dikembalikan dalam keadaan standar. Sedangkan knalpot brong dan yang tidak sesuai standar lainnya kami amankan sebagai barang bukti,” jelasnya.
Setelah dikembalikan dalam keadaan standar, lanjut Shinta, knalpot brong dan barang bukti lainnya akan dimusnahkan bersama miras, pekan depan. “Barang bukti berupa knalpot brong dan yang lainnya akan kami musnahkan pekan depan bersamaan dengan pemusnahan miras,” pungkasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebanyak 32 unit sepeda motor berhasil diamankan Satlantas Polres Lumajang, Sabtu lalu. Motor tersebut merupakan hasil tilang dalam Operasi Pekat di kawasan Lumajang. Sebelum dibawa pulang, motor tersebut harus kembali dalam keadaan standar. Oleh karena itu, para pelanggar datang dengan membawa spare part asli kendaraan.
Para pelanggar didominasi oleh anak muda. Mereka terjaring razia saat mengendarai motor tidak standar. Terutama, knalpot brong yang semakin meresahkan masyarakat. “Kami menerima banyak keluhan dari masyarakat karena knalpot brong. Tentu ini mengganggu kenyamanan masyarakat,” kata Ipda Teguh Irmanto, Kanit Turjawali Satlantas Polres Lumajang.
Teguh mengungkapkan, knalpot tidak standar itu sangat mengganggu, terutama saat malam hari. Sebab, malam hari merupakan waktu istirahat masyarakat. Sehingga hal tersebut membuat Satlantas Polres Lumajang melakukan Operasi Pekat motor tidak standar. “Kami lakukan penilangan Sabtu malam lalu. Sebab, malam hari ini waktunya masyarakat istirahat, tapi justru terganggu dengan ulah anak muda mengendarai motor knalpot brong,” ungkapnya.
Tidak hanya knalpot brong, roda yang tidak standar, spion tidak lengkap, dan pengendara tanpa helm ikut diamankan. Operasi tersebut akan terus dilakukan menjelang bulan puasa. “Semua yang tidak sesuai, kami tilang. Terutama yang kasat mata akan ditindaklanjuti. Sebab, operasi ini akan dilakukan hingga menjelang bulan puasa,” tambahnya.
Sementara itu, Paur Subbag Humas Lumajang Ipda Andreas Shinta mengatakan, operasi ini digelar dalam rangka menciptakan situasi yang kondusif menjelang Ramadan. Sebab, banyak masyarakat yang masih mengabaikan undang-undang lalu lintas. “Operasi Pekat dilakukan guna menciptakan situasi yang kondusif di masyarakat,” katanya.
Dia menjelaskan, ada 32 unit motor yang tidak sesuai standar. Sesuai undang-undang, para pelanggar ditilang. “Ada 32 unit motor, 13 di antaranya knalpot brong. Motor bisa dibawa pulang para pelanggar asalkan dikembalikan dalam keadaan standar. Sedangkan knalpot brong dan yang tidak sesuai standar lainnya kami amankan sebagai barang bukti,” jelasnya.
Setelah dikembalikan dalam keadaan standar, lanjut Shinta, knalpot brong dan barang bukti lainnya akan dimusnahkan bersama miras, pekan depan. “Barang bukti berupa knalpot brong dan yang lainnya akan kami musnahkan pekan depan bersamaan dengan pemusnahan miras,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/