alexametrics
24.1 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Biaya Rumah Korban Terdampak Gempa di Lumajang Masih Belum Diganti

Rancang RAB Teknis Pembangunan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Tanda-tanda pengerjaan rumah korban terdampak bencana gempa yang terjadi pada bulan April tahun lalu tampaknya belum terlihat. Sampai saat ini, Pemkab Lumajang masih terus melakukan validasi ulang. Padahal, dana siap pakai (DSP) BNPB atau dana stimulan jumlahnya puluhan miliar.

Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Joko Sambang mengatakan, sejak pertengahan Januari lalu tim teknis melakukan verifikasi ulang rumah korban yang rusak. Sebab, tidak sedikit warga yang membangun secara mandiri.

“Ada sekitar 10 tim yang turun ke lapangan. Mereka memastikan satu-persatu rumah yang mengalami kerusakan. Baik itu kategori ringan, sedang dan berat,” katanya. Menurutnya, DSP tersebut tidak langsung bisa dipakai. Hal itu diakibatkan ada beberapa temuan-temuan di lapangan yang membutuhkan penyesuaian.

Mobile_AP_Rectangle 2

Seluruh penerima manfaat yang sudah melakukan pembangunan secara mandiri diverifikasi. Biaya yang sudah dikeluarkan secara mandiri itu rencananya bakal diganti. Sambil menunggu verifikasi selesai, Pemkab Lumajang juga sedang menyusun regulasi pencairan DSP.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Tanda-tanda pengerjaan rumah korban terdampak bencana gempa yang terjadi pada bulan April tahun lalu tampaknya belum terlihat. Sampai saat ini, Pemkab Lumajang masih terus melakukan validasi ulang. Padahal, dana siap pakai (DSP) BNPB atau dana stimulan jumlahnya puluhan miliar.

Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Joko Sambang mengatakan, sejak pertengahan Januari lalu tim teknis melakukan verifikasi ulang rumah korban yang rusak. Sebab, tidak sedikit warga yang membangun secara mandiri.

“Ada sekitar 10 tim yang turun ke lapangan. Mereka memastikan satu-persatu rumah yang mengalami kerusakan. Baik itu kategori ringan, sedang dan berat,” katanya. Menurutnya, DSP tersebut tidak langsung bisa dipakai. Hal itu diakibatkan ada beberapa temuan-temuan di lapangan yang membutuhkan penyesuaian.

Seluruh penerima manfaat yang sudah melakukan pembangunan secara mandiri diverifikasi. Biaya yang sudah dikeluarkan secara mandiri itu rencananya bakal diganti. Sambil menunggu verifikasi selesai, Pemkab Lumajang juga sedang menyusun regulasi pencairan DSP.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Tanda-tanda pengerjaan rumah korban terdampak bencana gempa yang terjadi pada bulan April tahun lalu tampaknya belum terlihat. Sampai saat ini, Pemkab Lumajang masih terus melakukan validasi ulang. Padahal, dana siap pakai (DSP) BNPB atau dana stimulan jumlahnya puluhan miliar.

Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Joko Sambang mengatakan, sejak pertengahan Januari lalu tim teknis melakukan verifikasi ulang rumah korban yang rusak. Sebab, tidak sedikit warga yang membangun secara mandiri.

“Ada sekitar 10 tim yang turun ke lapangan. Mereka memastikan satu-persatu rumah yang mengalami kerusakan. Baik itu kategori ringan, sedang dan berat,” katanya. Menurutnya, DSP tersebut tidak langsung bisa dipakai. Hal itu diakibatkan ada beberapa temuan-temuan di lapangan yang membutuhkan penyesuaian.

Seluruh penerima manfaat yang sudah melakukan pembangunan secara mandiri diverifikasi. Biaya yang sudah dikeluarkan secara mandiri itu rencananya bakal diganti. Sambil menunggu verifikasi selesai, Pemkab Lumajang juga sedang menyusun regulasi pencairan DSP.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/