alexametrics
30.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Enam PMI Ilegal Gagal Berangkat

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus pekerja migran di luar prosedur resmi rupanya masih belum usai. Setelah sebelumnya menimpa Sumarwini, pekerja migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi yang lolos dari hukuman penjara dan denda, kini penangkapan PMI ilegal terjadi kembali akhir Januari lalu.

Calon PMI asal Jember ini hendak berangkat ke Malaysia dan Arab. Ada 12 calon PMI yang dipulangkan dari hasil cegah tangkal yang ditampung dan direncanakan keberangkatan secara ilegal. Enam di antaranya berasal dari Jember, sedangkan 6 lainnya dari sejumlah kabupaten dan kota lain di Jawa Timur.

Koordinator Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Wilayah Jember Nadhifatul Khoiroh mengungkapkan bahwa enam calon PMI ilegal asal Jember ini terdiri atas dua pria dan dua wanita dari Desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru. Sedangkan dua sisanya dari Desa Kepanjen dan Desa Tempurejo, Kecamatan Gumukmas. “Mereka ditemukan sudah ada di perbatasan Tanjung Balai dari penampungan yang mau diberangkatkan,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketua Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Wilayah Jember Muhammad Iqbal menyebut bahwa penggagalan keberangkatan calon pekerja migran ini merupakan hasil kegiatan dari kepolisian Kabupaten Batubara, Medan. Rencananya, pemberangkatan terhadap calon pekerja migran ini akan dilakukan melalui jalur laut. “Penanganannya bekerja sama dengan kantor kami di Medan,” kata Iqbal, Minggu (31/1), melalui sambungan telepon.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus pekerja migran di luar prosedur resmi rupanya masih belum usai. Setelah sebelumnya menimpa Sumarwini, pekerja migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi yang lolos dari hukuman penjara dan denda, kini penangkapan PMI ilegal terjadi kembali akhir Januari lalu.

Calon PMI asal Jember ini hendak berangkat ke Malaysia dan Arab. Ada 12 calon PMI yang dipulangkan dari hasil cegah tangkal yang ditampung dan direncanakan keberangkatan secara ilegal. Enam di antaranya berasal dari Jember, sedangkan 6 lainnya dari sejumlah kabupaten dan kota lain di Jawa Timur.

Koordinator Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Wilayah Jember Nadhifatul Khoiroh mengungkapkan bahwa enam calon PMI ilegal asal Jember ini terdiri atas dua pria dan dua wanita dari Desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru. Sedangkan dua sisanya dari Desa Kepanjen dan Desa Tempurejo, Kecamatan Gumukmas. “Mereka ditemukan sudah ada di perbatasan Tanjung Balai dari penampungan yang mau diberangkatkan,” paparnya.

Ketua Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Wilayah Jember Muhammad Iqbal menyebut bahwa penggagalan keberangkatan calon pekerja migran ini merupakan hasil kegiatan dari kepolisian Kabupaten Batubara, Medan. Rencananya, pemberangkatan terhadap calon pekerja migran ini akan dilakukan melalui jalur laut. “Penanganannya bekerja sama dengan kantor kami di Medan,” kata Iqbal, Minggu (31/1), melalui sambungan telepon.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus pekerja migran di luar prosedur resmi rupanya masih belum usai. Setelah sebelumnya menimpa Sumarwini, pekerja migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi yang lolos dari hukuman penjara dan denda, kini penangkapan PMI ilegal terjadi kembali akhir Januari lalu.

Calon PMI asal Jember ini hendak berangkat ke Malaysia dan Arab. Ada 12 calon PMI yang dipulangkan dari hasil cegah tangkal yang ditampung dan direncanakan keberangkatan secara ilegal. Enam di antaranya berasal dari Jember, sedangkan 6 lainnya dari sejumlah kabupaten dan kota lain di Jawa Timur.

Koordinator Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Wilayah Jember Nadhifatul Khoiroh mengungkapkan bahwa enam calon PMI ilegal asal Jember ini terdiri atas dua pria dan dua wanita dari Desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru. Sedangkan dua sisanya dari Desa Kepanjen dan Desa Tempurejo, Kecamatan Gumukmas. “Mereka ditemukan sudah ada di perbatasan Tanjung Balai dari penampungan yang mau diberangkatkan,” paparnya.

Ketua Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Wilayah Jember Muhammad Iqbal menyebut bahwa penggagalan keberangkatan calon pekerja migran ini merupakan hasil kegiatan dari kepolisian Kabupaten Batubara, Medan. Rencananya, pemberangkatan terhadap calon pekerja migran ini akan dilakukan melalui jalur laut. “Penanganannya bekerja sama dengan kantor kami di Medan,” kata Iqbal, Minggu (31/1), melalui sambungan telepon.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/