alexametrics
27.9 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Warga Garahan Serius Pasang Banner Penolakan Karena ini

Butuh Solusi Atasi Tambang Liar di Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masalah akut tambang pasir atau galian C perlu diurai. Setidaknya, ada sentuhan khusus dari pemerintah guna memecahkan problem tersebut agar ada win-win solution. Tujuannya, supaya tambang pasir milik perorangan tidak liar, ada pemasukan untuk daerah, dan masyarakat tidak dirugikan.

Seperti diketahui, sepekan ini penolakan terhadap truk pengakuan pasir dilakukan warga di Desa Garahan, Kecamatan Silo, lantaran ada aktivitas penambangan pasir di Desa Sidomulyo. Pagi kemarin (30/12), aksi warga Garahan berlanjut. Mereka memasang banner penolakan agar jalan yang baru diaspal tidak dilalui truk pengangkut pasir yang melebihi tonase jalan.

Adanya penambangan pasir ilegal serta penolakan dari warga sebelumnya juga sempat ditanggapi Bupati Jember Hendy Siswanto. Menurutnya, program jalan aspal di desa bisa muspro alias cepat rusak bila dilalui oleh truk yang melebihi kapasitas kekuatan jalan. “Minta tolong lah warga yang punya truk, kapasitas jalan kita (jalan desa, Red) hanya delapan ton,” katanya. Jika muatan yang diangkut melebihi itu, maka jalan akan cepat rusak dan dana untuk memperbaikinya tidak ada lagi atau menunggu beberapa tahun kemudian.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menyikapi persoalan tambang yang tak kunjung ada muaranya itu, Ketua DPC PKB Jember Ayub Junaidi menyampaikan, perlu ada langkah solutif agar konflik tidak berkepanjangan. Menurut dia, pemerintah harus hadir untuk menyelesaikan perkara tersebut.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masalah akut tambang pasir atau galian C perlu diurai. Setidaknya, ada sentuhan khusus dari pemerintah guna memecahkan problem tersebut agar ada win-win solution. Tujuannya, supaya tambang pasir milik perorangan tidak liar, ada pemasukan untuk daerah, dan masyarakat tidak dirugikan.

Seperti diketahui, sepekan ini penolakan terhadap truk pengakuan pasir dilakukan warga di Desa Garahan, Kecamatan Silo, lantaran ada aktivitas penambangan pasir di Desa Sidomulyo. Pagi kemarin (30/12), aksi warga Garahan berlanjut. Mereka memasang banner penolakan agar jalan yang baru diaspal tidak dilalui truk pengangkut pasir yang melebihi tonase jalan.

Adanya penambangan pasir ilegal serta penolakan dari warga sebelumnya juga sempat ditanggapi Bupati Jember Hendy Siswanto. Menurutnya, program jalan aspal di desa bisa muspro alias cepat rusak bila dilalui oleh truk yang melebihi kapasitas kekuatan jalan. “Minta tolong lah warga yang punya truk, kapasitas jalan kita (jalan desa, Red) hanya delapan ton,” katanya. Jika muatan yang diangkut melebihi itu, maka jalan akan cepat rusak dan dana untuk memperbaikinya tidak ada lagi atau menunggu beberapa tahun kemudian.

Menyikapi persoalan tambang yang tak kunjung ada muaranya itu, Ketua DPC PKB Jember Ayub Junaidi menyampaikan, perlu ada langkah solutif agar konflik tidak berkepanjangan. Menurut dia, pemerintah harus hadir untuk menyelesaikan perkara tersebut.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masalah akut tambang pasir atau galian C perlu diurai. Setidaknya, ada sentuhan khusus dari pemerintah guna memecahkan problem tersebut agar ada win-win solution. Tujuannya, supaya tambang pasir milik perorangan tidak liar, ada pemasukan untuk daerah, dan masyarakat tidak dirugikan.

Seperti diketahui, sepekan ini penolakan terhadap truk pengakuan pasir dilakukan warga di Desa Garahan, Kecamatan Silo, lantaran ada aktivitas penambangan pasir di Desa Sidomulyo. Pagi kemarin (30/12), aksi warga Garahan berlanjut. Mereka memasang banner penolakan agar jalan yang baru diaspal tidak dilalui truk pengangkut pasir yang melebihi tonase jalan.

Adanya penambangan pasir ilegal serta penolakan dari warga sebelumnya juga sempat ditanggapi Bupati Jember Hendy Siswanto. Menurutnya, program jalan aspal di desa bisa muspro alias cepat rusak bila dilalui oleh truk yang melebihi kapasitas kekuatan jalan. “Minta tolong lah warga yang punya truk, kapasitas jalan kita (jalan desa, Red) hanya delapan ton,” katanya. Jika muatan yang diangkut melebihi itu, maka jalan akan cepat rusak dan dana untuk memperbaikinya tidak ada lagi atau menunggu beberapa tahun kemudian.

Menyikapi persoalan tambang yang tak kunjung ada muaranya itu, Ketua DPC PKB Jember Ayub Junaidi menyampaikan, perlu ada langkah solutif agar konflik tidak berkepanjangan. Menurut dia, pemerintah harus hadir untuk menyelesaikan perkara tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/