alexametrics
21.6 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Dua SMA di Jember Gelar Kurikulum Prototipe

Perlu Pemenuhan Akses dan Fasilitas

Mobile_AP_Rectangle 1

Hingga saat ini masih belum ada instruksi atau sosialisasi dari Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur mengenai kurikulum prototipe ini. Untuk itu, skema pelaksanaan detailnya juga masih belum diketahui. Termasuk ada tidaknya tes khusus yang menyasar pada siswa yang bakal menekuni atau memfokuskan pada satu mata pelajaran. “Cuma saya punya gambaran, karena keterbatasan fasilitas dan guru, setiap mata pelajaran itu pasti punya kuota. Ketika yang minat siswa melebihi kuota, kami seleksi,” ungkapnya.

Dirinya menilai kurikulum ini lebih dapat memfokuskan siswa untuk menekuni satu mata pelajaran yang benar-benar diminati. Widi berharap, seiring dengan pelaksanaan kurikulum prototipe, akan ada pemenuhan kebutuhan akses dan fasilitas untuk menunjang pembelajaran pada siswa. Salah satunya memperbanyak ruang kelas. “Perlu ada pemenuhan fasilitas dan guru yang mendukung pembelajaran siswa,” pungkas Widi.

Terpisah, Kepala SMA Negeri 2 Tanggul Imam Suja’i mengatakan bahwa selama ini belum ada sosialisasi lebih dalam mengenai implementasi kurikulum prototipe pada sekolah penggerak. “Kita tunggu saja bagaimana mekanismenya,” ujarnya pendek. (ani/c2/lin)

- Advertisement -

Hingga saat ini masih belum ada instruksi atau sosialisasi dari Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur mengenai kurikulum prototipe ini. Untuk itu, skema pelaksanaan detailnya juga masih belum diketahui. Termasuk ada tidaknya tes khusus yang menyasar pada siswa yang bakal menekuni atau memfokuskan pada satu mata pelajaran. “Cuma saya punya gambaran, karena keterbatasan fasilitas dan guru, setiap mata pelajaran itu pasti punya kuota. Ketika yang minat siswa melebihi kuota, kami seleksi,” ungkapnya.

Dirinya menilai kurikulum ini lebih dapat memfokuskan siswa untuk menekuni satu mata pelajaran yang benar-benar diminati. Widi berharap, seiring dengan pelaksanaan kurikulum prototipe, akan ada pemenuhan kebutuhan akses dan fasilitas untuk menunjang pembelajaran pada siswa. Salah satunya memperbanyak ruang kelas. “Perlu ada pemenuhan fasilitas dan guru yang mendukung pembelajaran siswa,” pungkas Widi.

Terpisah, Kepala SMA Negeri 2 Tanggul Imam Suja’i mengatakan bahwa selama ini belum ada sosialisasi lebih dalam mengenai implementasi kurikulum prototipe pada sekolah penggerak. “Kita tunggu saja bagaimana mekanismenya,” ujarnya pendek. (ani/c2/lin)

Hingga saat ini masih belum ada instruksi atau sosialisasi dari Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur mengenai kurikulum prototipe ini. Untuk itu, skema pelaksanaan detailnya juga masih belum diketahui. Termasuk ada tidaknya tes khusus yang menyasar pada siswa yang bakal menekuni atau memfokuskan pada satu mata pelajaran. “Cuma saya punya gambaran, karena keterbatasan fasilitas dan guru, setiap mata pelajaran itu pasti punya kuota. Ketika yang minat siswa melebihi kuota, kami seleksi,” ungkapnya.

Dirinya menilai kurikulum ini lebih dapat memfokuskan siswa untuk menekuni satu mata pelajaran yang benar-benar diminati. Widi berharap, seiring dengan pelaksanaan kurikulum prototipe, akan ada pemenuhan kebutuhan akses dan fasilitas untuk menunjang pembelajaran pada siswa. Salah satunya memperbanyak ruang kelas. “Perlu ada pemenuhan fasilitas dan guru yang mendukung pembelajaran siswa,” pungkas Widi.

Terpisah, Kepala SMA Negeri 2 Tanggul Imam Suja’i mengatakan bahwa selama ini belum ada sosialisasi lebih dalam mengenai implementasi kurikulum prototipe pada sekolah penggerak. “Kita tunggu saja bagaimana mekanismenya,” ujarnya pendek. (ani/c2/lin)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/