alexametrics
23.2 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Pilih Adu Mulut dengan Dewan

Plt Inspektorat Ogah Tunjukan SK

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Konflik di internal Pemkab Jember berbuntut panjang. Tak hanya gerakan mosi tidak percaya yang dilakukan sejumlah pegawai, tapi juga berefek terhadap pejabat yang ditunjuk menduduki posisi pelaksana tugas (Plt). Bahkan, DPRD Jember sampai mendatangi salah satu kantor organisasi perangkat daerah (OPD) hanya untuk menanyakan legalitas pejabat tersebut.

Duduk di kursi roda, tangan Agusta Jaka Purwana langsung diangkat dan berbicara kala terjadi debat antara anggota DRPD Jember dengan Plt Inspektorat Pemkab Jember Yessiana Arifah, kemarin (30/12). Kekesalan tersebut muncul ketika Yessi tidak mau menunjukkan surat tugas Plt inspektorat. Insiden itu berujung penyegelan dan pengusiran pegawai.

“Bukan tidak mengakui surat tugas dari bupati. Tapi, itu melanggar aturan dari Mendagri,” ucap Agusta. Sebab, kata Agusta, dalam peraturan Mendagri, enam bulan sebelum pelantikan bupati terpilih, tidak boleh ada pergantian pejabat. Yessi justru membalas, “Maaf, Bapak. Saya hanya menerima surat tugas. Mungkin ditanyakan ke bupati saja. Larangan Mendagri niku nopo, Pak?” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Suasana kian memanas kala anggota DPRD Jember lainnya, David Handoko Seto, ingin mengetahui legalitas menjadi Plt. Lagi-lagi Yessi tidak bisa menunjukkan surat tugas menjadi Plt dari Bupati Jember Faida. “Besok saya ambil,” katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Konflik di internal Pemkab Jember berbuntut panjang. Tak hanya gerakan mosi tidak percaya yang dilakukan sejumlah pegawai, tapi juga berefek terhadap pejabat yang ditunjuk menduduki posisi pelaksana tugas (Plt). Bahkan, DPRD Jember sampai mendatangi salah satu kantor organisasi perangkat daerah (OPD) hanya untuk menanyakan legalitas pejabat tersebut.

Duduk di kursi roda, tangan Agusta Jaka Purwana langsung diangkat dan berbicara kala terjadi debat antara anggota DRPD Jember dengan Plt Inspektorat Pemkab Jember Yessiana Arifah, kemarin (30/12). Kekesalan tersebut muncul ketika Yessi tidak mau menunjukkan surat tugas Plt inspektorat. Insiden itu berujung penyegelan dan pengusiran pegawai.

“Bukan tidak mengakui surat tugas dari bupati. Tapi, itu melanggar aturan dari Mendagri,” ucap Agusta. Sebab, kata Agusta, dalam peraturan Mendagri, enam bulan sebelum pelantikan bupati terpilih, tidak boleh ada pergantian pejabat. Yessi justru membalas, “Maaf, Bapak. Saya hanya menerima surat tugas. Mungkin ditanyakan ke bupati saja. Larangan Mendagri niku nopo, Pak?” ucapnya.

Suasana kian memanas kala anggota DPRD Jember lainnya, David Handoko Seto, ingin mengetahui legalitas menjadi Plt. Lagi-lagi Yessi tidak bisa menunjukkan surat tugas menjadi Plt dari Bupati Jember Faida. “Besok saya ambil,” katanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Konflik di internal Pemkab Jember berbuntut panjang. Tak hanya gerakan mosi tidak percaya yang dilakukan sejumlah pegawai, tapi juga berefek terhadap pejabat yang ditunjuk menduduki posisi pelaksana tugas (Plt). Bahkan, DPRD Jember sampai mendatangi salah satu kantor organisasi perangkat daerah (OPD) hanya untuk menanyakan legalitas pejabat tersebut.

Duduk di kursi roda, tangan Agusta Jaka Purwana langsung diangkat dan berbicara kala terjadi debat antara anggota DRPD Jember dengan Plt Inspektorat Pemkab Jember Yessiana Arifah, kemarin (30/12). Kekesalan tersebut muncul ketika Yessi tidak mau menunjukkan surat tugas Plt inspektorat. Insiden itu berujung penyegelan dan pengusiran pegawai.

“Bukan tidak mengakui surat tugas dari bupati. Tapi, itu melanggar aturan dari Mendagri,” ucap Agusta. Sebab, kata Agusta, dalam peraturan Mendagri, enam bulan sebelum pelantikan bupati terpilih, tidak boleh ada pergantian pejabat. Yessi justru membalas, “Maaf, Bapak. Saya hanya menerima surat tugas. Mungkin ditanyakan ke bupati saja. Larangan Mendagri niku nopo, Pak?” ucapnya.

Suasana kian memanas kala anggota DPRD Jember lainnya, David Handoko Seto, ingin mengetahui legalitas menjadi Plt. Lagi-lagi Yessi tidak bisa menunjukkan surat tugas menjadi Plt dari Bupati Jember Faida. “Besok saya ambil,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/