alexametrics
28.2 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Pabrik Kolonial Inggris yang Legendaris di Desa Suci Kecamatan Panti

Peninggalan imperialisme Barat masih membekas di Jember. Beberapa di antaranya masih kokoh berdiri dan beroperasi hingga kini di usianya yang sudah tembus lebih dari satu abad. Seperti bangunan yang berlokasi di Dusun Glengseran, Desa Suci, Kecamatan Panti, ini.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Zaman imperialisme kuno telah banyak meninggalkan jejak peninggalan bersejarah di berbagai tempat, termasuk di Jember. Dalam sektor perkebunan misalnya, sejak kisaran abad 7-8 silam telah diduduki pemerintahan Inggris dengan mengeksplorasi sumber-sumber alamnya seperti kopi dan karet.

Hal itu dibuktikan dengan bekas bangunan sebuah pabrik dan kantor Perkebunan Sentool di Dusun Glengseran, Desa Suci, Kecamatan Panti. Lokasi yang kini berada di area perkebunan milik Koperasi Zidam V/Brawijaya itu masih kokoh dan tegak berdiri. Bahkan juga beroperasi di usianya yang memasuki satu abad lebih.

Tampak di beberapa sudut bangunan kantornya, nyaris tak ada perubahan. Khas arsitektur lawas. Keramik, kusen, sampai atap, semua utuh. Yang paling mengesankan adalah ketebalan temboknya yang hampir sepanjang ukuran lengan tangan orang dewasa.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di dalamnya tampak beberapa ruangan yang cukup lega. Lalu, sebuah pigura berisikan foto-foto jadul yang menunjukkan aktivitas orang-orang Belanda di pelataran kantor tersebut. Foto itu seolah mengisyaratkan bagaimana para noni dan suaminya berbaur dengan masyarakat pribumi.

Sementara, tepat di depan berjarak sekitar 20 meter, ada pabrik pengolah karetnya, juga sama demikian. Meskipun warna dinding yang kusam dan dominan coklat kehitaman, namun semua utuh. Mesin-mesin tua pengolah karet juga masih beroperasi. Tumbuhan rerumputan menjulang tinggi di sekitarnya kian menambah kesan kuno pada bangunan tersebut.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Zaman imperialisme kuno telah banyak meninggalkan jejak peninggalan bersejarah di berbagai tempat, termasuk di Jember. Dalam sektor perkebunan misalnya, sejak kisaran abad 7-8 silam telah diduduki pemerintahan Inggris dengan mengeksplorasi sumber-sumber alamnya seperti kopi dan karet.

Hal itu dibuktikan dengan bekas bangunan sebuah pabrik dan kantor Perkebunan Sentool di Dusun Glengseran, Desa Suci, Kecamatan Panti. Lokasi yang kini berada di area perkebunan milik Koperasi Zidam V/Brawijaya itu masih kokoh dan tegak berdiri. Bahkan juga beroperasi di usianya yang memasuki satu abad lebih.

Tampak di beberapa sudut bangunan kantornya, nyaris tak ada perubahan. Khas arsitektur lawas. Keramik, kusen, sampai atap, semua utuh. Yang paling mengesankan adalah ketebalan temboknya yang hampir sepanjang ukuran lengan tangan orang dewasa.

Di dalamnya tampak beberapa ruangan yang cukup lega. Lalu, sebuah pigura berisikan foto-foto jadul yang menunjukkan aktivitas orang-orang Belanda di pelataran kantor tersebut. Foto itu seolah mengisyaratkan bagaimana para noni dan suaminya berbaur dengan masyarakat pribumi.

Sementara, tepat di depan berjarak sekitar 20 meter, ada pabrik pengolah karetnya, juga sama demikian. Meskipun warna dinding yang kusam dan dominan coklat kehitaman, namun semua utuh. Mesin-mesin tua pengolah karet juga masih beroperasi. Tumbuhan rerumputan menjulang tinggi di sekitarnya kian menambah kesan kuno pada bangunan tersebut.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Zaman imperialisme kuno telah banyak meninggalkan jejak peninggalan bersejarah di berbagai tempat, termasuk di Jember. Dalam sektor perkebunan misalnya, sejak kisaran abad 7-8 silam telah diduduki pemerintahan Inggris dengan mengeksplorasi sumber-sumber alamnya seperti kopi dan karet.

Hal itu dibuktikan dengan bekas bangunan sebuah pabrik dan kantor Perkebunan Sentool di Dusun Glengseran, Desa Suci, Kecamatan Panti. Lokasi yang kini berada di area perkebunan milik Koperasi Zidam V/Brawijaya itu masih kokoh dan tegak berdiri. Bahkan juga beroperasi di usianya yang memasuki satu abad lebih.

Tampak di beberapa sudut bangunan kantornya, nyaris tak ada perubahan. Khas arsitektur lawas. Keramik, kusen, sampai atap, semua utuh. Yang paling mengesankan adalah ketebalan temboknya yang hampir sepanjang ukuran lengan tangan orang dewasa.

Di dalamnya tampak beberapa ruangan yang cukup lega. Lalu, sebuah pigura berisikan foto-foto jadul yang menunjukkan aktivitas orang-orang Belanda di pelataran kantor tersebut. Foto itu seolah mengisyaratkan bagaimana para noni dan suaminya berbaur dengan masyarakat pribumi.

Sementara, tepat di depan berjarak sekitar 20 meter, ada pabrik pengolah karetnya, juga sama demikian. Meskipun warna dinding yang kusam dan dominan coklat kehitaman, namun semua utuh. Mesin-mesin tua pengolah karet juga masih beroperasi. Tumbuhan rerumputan menjulang tinggi di sekitarnya kian menambah kesan kuno pada bangunan tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/