alexametrics
24.1 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Libatkan Delapan Negara di Lima Benua

JFC Siapkan Karnaval Virtual Perdana

Mobile_AP_Rectangle 1

Nantinya, akan ada dua skema teknis pelaksanaan. Ada negara yang melakukan fashion show di sebuah gedung layaknya studio, lalu direkam layaknya kegiatan virtual pada umumnya. Skema ini dilakukan untuk negara dengan grafik pandemi yang melaju rendah.

Skema yang kedua adalah fashion show yang dilakukan dari rumah peserta. Dalam hal ini, peserta hanya perlu membuat video perkenalan diri dan sedikit ulasan terkait kostum yang dipakai. Skema teknis ini diperuntukkan bagi peserta dari negara yang grafik pandeminya sedang mengalami peningkatan.

“Kami saat ini sedang gencar-gencarnya konsolidasi dengan semua peserta di negara-negara lain. Seperti misalnya di Jepang, masih belum disosialisasikan dengan para wali murid. Rencananya pekan ini sudah selesai,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ke depan, Iwan berharap, relasi internasional yang cukup banyak ini mampu menjadikan Indonesia sebagai pilar penyelenggara karnaval anak-anak internasional. Dirinya optimistis akan lebih banyak lagi negara-negara yang bergabung dalam pergelaran tersebut. “Ikhtiar kami, negara-negara yang telah kami gandeng ini mampu secara kontinu mengikuti. Dan bukan tidak mungkin nanti kita bisa menggandeng 100 negara lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Muhamad Rafa Yusuf, salah seorang peserta JFC Kids mengungkapkan bahwa pelaksanaan JFC pada tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Sebab, suasananya berbeda. Lebih singkat dan tidak banyak bersosialisasi dengan para penggemarnya. “Biasanya ada yang manggilin kalau lagi show,” ujar bocah kelas 5 SD itu.

- Advertisement -

Nantinya, akan ada dua skema teknis pelaksanaan. Ada negara yang melakukan fashion show di sebuah gedung layaknya studio, lalu direkam layaknya kegiatan virtual pada umumnya. Skema ini dilakukan untuk negara dengan grafik pandemi yang melaju rendah.

Skema yang kedua adalah fashion show yang dilakukan dari rumah peserta. Dalam hal ini, peserta hanya perlu membuat video perkenalan diri dan sedikit ulasan terkait kostum yang dipakai. Skema teknis ini diperuntukkan bagi peserta dari negara yang grafik pandeminya sedang mengalami peningkatan.

“Kami saat ini sedang gencar-gencarnya konsolidasi dengan semua peserta di negara-negara lain. Seperti misalnya di Jepang, masih belum disosialisasikan dengan para wali murid. Rencananya pekan ini sudah selesai,” imbuhnya.

Ke depan, Iwan berharap, relasi internasional yang cukup banyak ini mampu menjadikan Indonesia sebagai pilar penyelenggara karnaval anak-anak internasional. Dirinya optimistis akan lebih banyak lagi negara-negara yang bergabung dalam pergelaran tersebut. “Ikhtiar kami, negara-negara yang telah kami gandeng ini mampu secara kontinu mengikuti. Dan bukan tidak mungkin nanti kita bisa menggandeng 100 negara lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Muhamad Rafa Yusuf, salah seorang peserta JFC Kids mengungkapkan bahwa pelaksanaan JFC pada tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Sebab, suasananya berbeda. Lebih singkat dan tidak banyak bersosialisasi dengan para penggemarnya. “Biasanya ada yang manggilin kalau lagi show,” ujar bocah kelas 5 SD itu.

Nantinya, akan ada dua skema teknis pelaksanaan. Ada negara yang melakukan fashion show di sebuah gedung layaknya studio, lalu direkam layaknya kegiatan virtual pada umumnya. Skema ini dilakukan untuk negara dengan grafik pandemi yang melaju rendah.

Skema yang kedua adalah fashion show yang dilakukan dari rumah peserta. Dalam hal ini, peserta hanya perlu membuat video perkenalan diri dan sedikit ulasan terkait kostum yang dipakai. Skema teknis ini diperuntukkan bagi peserta dari negara yang grafik pandeminya sedang mengalami peningkatan.

“Kami saat ini sedang gencar-gencarnya konsolidasi dengan semua peserta di negara-negara lain. Seperti misalnya di Jepang, masih belum disosialisasikan dengan para wali murid. Rencananya pekan ini sudah selesai,” imbuhnya.

Ke depan, Iwan berharap, relasi internasional yang cukup banyak ini mampu menjadikan Indonesia sebagai pilar penyelenggara karnaval anak-anak internasional. Dirinya optimistis akan lebih banyak lagi negara-negara yang bergabung dalam pergelaran tersebut. “Ikhtiar kami, negara-negara yang telah kami gandeng ini mampu secara kontinu mengikuti. Dan bukan tidak mungkin nanti kita bisa menggandeng 100 negara lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Muhamad Rafa Yusuf, salah seorang peserta JFC Kids mengungkapkan bahwa pelaksanaan JFC pada tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Sebab, suasananya berbeda. Lebih singkat dan tidak banyak bersosialisasi dengan para penggemarnya. “Biasanya ada yang manggilin kalau lagi show,” ujar bocah kelas 5 SD itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/