alexametrics
24.1 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Ajak Masyarakat Lakukan Prinsip 5J

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Saat ini, siapa yang tak butuh uang? Untuk melakukan apa pun dan di mana pun, uang sangat dibutuhkan guna melancarkan banyak hal. Misalnya, melakukan transaksi berupa jual beli.

Namun, tak banyak yang peduli dengan kondisi uang. Melipat, meremas, dan melakukan apa pun sesuka hati, karena berpikir uang itu bakal segera pindah tangan ketika melakukan transaksi. Padahal, sebagai masyarakat Indonesia yang baik, kita wajib merawat uang itu.

Nah, Bank Indonesia kembali mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga dan merawat uang rupiah dengan baik. Tujuannya, agar uang rupiah layak edar di masyarakat dan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengenali keaslian uang rupiah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember Hestu Wibowo mengungkapkan, menjaga dan merawat rupiah dengan baik bisa dilakukan melalui metode 5J. Yakni, Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, dan Jangan Dibasahi. “Dengan begitu, keutuhan rupiah tersebut tetap terjaga dan dapat dipergunakan dengan baik,” tegasnya.

Sesuai amanat Pasal 25 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, Hestu menuturkan bahwa setiap orang dilarang untuk merusak, memotong, menghancurkan, dan atau mengubah rupiah dengan maksud merendahkan kehormatan rupiah sebagai simbol negara. “Sanksi atas pelanggaran ketentuan itu adalah pidana penjara paling lama 5 tahun dan pidana denda paling banyak sejumlah Rp 1 miliar,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Saat ini, siapa yang tak butuh uang? Untuk melakukan apa pun dan di mana pun, uang sangat dibutuhkan guna melancarkan banyak hal. Misalnya, melakukan transaksi berupa jual beli.

Namun, tak banyak yang peduli dengan kondisi uang. Melipat, meremas, dan melakukan apa pun sesuka hati, karena berpikir uang itu bakal segera pindah tangan ketika melakukan transaksi. Padahal, sebagai masyarakat Indonesia yang baik, kita wajib merawat uang itu.

Nah, Bank Indonesia kembali mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga dan merawat uang rupiah dengan baik. Tujuannya, agar uang rupiah layak edar di masyarakat dan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengenali keaslian uang rupiah.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember Hestu Wibowo mengungkapkan, menjaga dan merawat rupiah dengan baik bisa dilakukan melalui metode 5J. Yakni, Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, dan Jangan Dibasahi. “Dengan begitu, keutuhan rupiah tersebut tetap terjaga dan dapat dipergunakan dengan baik,” tegasnya.

Sesuai amanat Pasal 25 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, Hestu menuturkan bahwa setiap orang dilarang untuk merusak, memotong, menghancurkan, dan atau mengubah rupiah dengan maksud merendahkan kehormatan rupiah sebagai simbol negara. “Sanksi atas pelanggaran ketentuan itu adalah pidana penjara paling lama 5 tahun dan pidana denda paling banyak sejumlah Rp 1 miliar,” imbuhnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Saat ini, siapa yang tak butuh uang? Untuk melakukan apa pun dan di mana pun, uang sangat dibutuhkan guna melancarkan banyak hal. Misalnya, melakukan transaksi berupa jual beli.

Namun, tak banyak yang peduli dengan kondisi uang. Melipat, meremas, dan melakukan apa pun sesuka hati, karena berpikir uang itu bakal segera pindah tangan ketika melakukan transaksi. Padahal, sebagai masyarakat Indonesia yang baik, kita wajib merawat uang itu.

Nah, Bank Indonesia kembali mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga dan merawat uang rupiah dengan baik. Tujuannya, agar uang rupiah layak edar di masyarakat dan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengenali keaslian uang rupiah.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember Hestu Wibowo mengungkapkan, menjaga dan merawat rupiah dengan baik bisa dilakukan melalui metode 5J. Yakni, Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, dan Jangan Dibasahi. “Dengan begitu, keutuhan rupiah tersebut tetap terjaga dan dapat dipergunakan dengan baik,” tegasnya.

Sesuai amanat Pasal 25 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, Hestu menuturkan bahwa setiap orang dilarang untuk merusak, memotong, menghancurkan, dan atau mengubah rupiah dengan maksud merendahkan kehormatan rupiah sebagai simbol negara. “Sanksi atas pelanggaran ketentuan itu adalah pidana penjara paling lama 5 tahun dan pidana denda paling banyak sejumlah Rp 1 miliar,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/