alexametrics
27.5 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Maling Dana Penanganan Pasien Covid-19 di Jember Mulai di Periksa Polisi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – DI sisi lain, polisi terus menelisik tentang kisruh honor pemakaman kepada para pejabat yang terlibat. Setelah Bendahara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Siti Fatimah yang dipanggil pada Jumat (27/8) lalu, kini giliran Plt Kepala BPBD Jember M Djamil bersama Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember Penta Satria juga menyusul. Keduanya memenuhi panggilan penyidik Satreskrim Polres Jember terkait dugaan korupsi dana penanganan pasien Covid-19 di Jember, kemarin (30/8).

Kasatreskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna belum banyak membeberkan terkait pemanggilan dua pejabat di BPBD Jember tersebut. Sebab, kasus itu masih tahap perkembangan dan tengah dilakukan penyelidikan. “Sementara, masih rangkaian tindakan penyelidikan dan pengambilan keterangan,” sebutnya saat ditemui seusai penyelidikan.

Namun, ia membenarkan bahwa pemanggilan itu terkait penggunaan dana penanganan Covid-19. Di mana saat itu, keduanya sempat dikabarkan menerima dana pemakaman sebesar Rp 70 juta dari total Rp 282 juta yang didapatkan sejumlah pejabat lainnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Komang menambahkan, setelah hasil pemeriksaan itu, pihaknya bakal kembali melakukan penyelidikan berikutnya dan mekanisme gelar perkara. Sejauh ini, kepolisian telah mengamankan sejumlah dokumen penting terkait penggunaan dana tersebut.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – DI sisi lain, polisi terus menelisik tentang kisruh honor pemakaman kepada para pejabat yang terlibat. Setelah Bendahara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Siti Fatimah yang dipanggil pada Jumat (27/8) lalu, kini giliran Plt Kepala BPBD Jember M Djamil bersama Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember Penta Satria juga menyusul. Keduanya memenuhi panggilan penyidik Satreskrim Polres Jember terkait dugaan korupsi dana penanganan pasien Covid-19 di Jember, kemarin (30/8).

Kasatreskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna belum banyak membeberkan terkait pemanggilan dua pejabat di BPBD Jember tersebut. Sebab, kasus itu masih tahap perkembangan dan tengah dilakukan penyelidikan. “Sementara, masih rangkaian tindakan penyelidikan dan pengambilan keterangan,” sebutnya saat ditemui seusai penyelidikan.

Namun, ia membenarkan bahwa pemanggilan itu terkait penggunaan dana penanganan Covid-19. Di mana saat itu, keduanya sempat dikabarkan menerima dana pemakaman sebesar Rp 70 juta dari total Rp 282 juta yang didapatkan sejumlah pejabat lainnya.

Komang menambahkan, setelah hasil pemeriksaan itu, pihaknya bakal kembali melakukan penyelidikan berikutnya dan mekanisme gelar perkara. Sejauh ini, kepolisian telah mengamankan sejumlah dokumen penting terkait penggunaan dana tersebut.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – DI sisi lain, polisi terus menelisik tentang kisruh honor pemakaman kepada para pejabat yang terlibat. Setelah Bendahara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Siti Fatimah yang dipanggil pada Jumat (27/8) lalu, kini giliran Plt Kepala BPBD Jember M Djamil bersama Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember Penta Satria juga menyusul. Keduanya memenuhi panggilan penyidik Satreskrim Polres Jember terkait dugaan korupsi dana penanganan pasien Covid-19 di Jember, kemarin (30/8).

Kasatreskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna belum banyak membeberkan terkait pemanggilan dua pejabat di BPBD Jember tersebut. Sebab, kasus itu masih tahap perkembangan dan tengah dilakukan penyelidikan. “Sementara, masih rangkaian tindakan penyelidikan dan pengambilan keterangan,” sebutnya saat ditemui seusai penyelidikan.

Namun, ia membenarkan bahwa pemanggilan itu terkait penggunaan dana penanganan Covid-19. Di mana saat itu, keduanya sempat dikabarkan menerima dana pemakaman sebesar Rp 70 juta dari total Rp 282 juta yang didapatkan sejumlah pejabat lainnya.

Komang menambahkan, setelah hasil pemeriksaan itu, pihaknya bakal kembali melakukan penyelidikan berikutnya dan mekanisme gelar perkara. Sejauh ini, kepolisian telah mengamankan sejumlah dokumen penting terkait penggunaan dana tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/