alexametrics
28.4 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Pelanggan Harus Rajin Lapor

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sementara itu, keluhan-keluhan dari masyarakat yang menyatakan kenaikan tarif bulanan pada penggunaan air turut mendapatkan respons Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jember. Direktur PDAM Jember Ady Setiawan membantah jika PDAM menaikkan tarif bulanan. Sebab, ketentuan tarif itu merupakan wewenang pemerintah daerah yang tertuang dalam peraturan bupati (perbup). “Kalaupun ada kenaikan, acuannya tetap pada perbup. Dan itu tiap empat tahun sekali diperbarui,” jelas Ady.

Meski begitu, dirinya membenarkan munculnya keluhan-keluhan dari masyarakat mengenai kenaikan tarif itu. Ady berdalih, hal itu sebenarnya bukan kenaikan tarif, tapi taksiran rata-rata berdasarkan pemakaian selama tiga bulan terakhir. Menurutnya, besar kecilnya tarif itu ditentukan tetap berdasarkan intensitas pemakaian. Semakin banyak tentu semakin besar tarif bulanannya, dan begitupun sebaliknya.

Namun saat pandemi kemarin, memang dari PDAM tidak melakukan pembacaan tarif secara reguler, seperti bulan-bulan sebelumnya. Sebab, adanya kebijakan physical distancing yang tidak memungkinkan untuk petugas-petugas di lapangan melakukan pembacaan tarif secara reguler.

Mobile_AP_Rectangle 2

Karena itulah, pihaknya menyiasati dengan meminta pelanggan sendiri yang melakukan pembacaan secara mandiri. Artinya, pelanggan melakukan pengecekan meteran air dan mengirimkan hasilnya ke WhatsApp PDAM center. “Nah, kebanyakan pelanggan mungkin tidak melakukan pembacaan mandiri itu. Bisa jadi belum mendengar info, atau tidak sempat, atau memang menyepelekan. Padahal kita sudah umumkan sebelumnya,” sambungnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sementara itu, keluhan-keluhan dari masyarakat yang menyatakan kenaikan tarif bulanan pada penggunaan air turut mendapatkan respons Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jember. Direktur PDAM Jember Ady Setiawan membantah jika PDAM menaikkan tarif bulanan. Sebab, ketentuan tarif itu merupakan wewenang pemerintah daerah yang tertuang dalam peraturan bupati (perbup). “Kalaupun ada kenaikan, acuannya tetap pada perbup. Dan itu tiap empat tahun sekali diperbarui,” jelas Ady.

Meski begitu, dirinya membenarkan munculnya keluhan-keluhan dari masyarakat mengenai kenaikan tarif itu. Ady berdalih, hal itu sebenarnya bukan kenaikan tarif, tapi taksiran rata-rata berdasarkan pemakaian selama tiga bulan terakhir. Menurutnya, besar kecilnya tarif itu ditentukan tetap berdasarkan intensitas pemakaian. Semakin banyak tentu semakin besar tarif bulanannya, dan begitupun sebaliknya.

Namun saat pandemi kemarin, memang dari PDAM tidak melakukan pembacaan tarif secara reguler, seperti bulan-bulan sebelumnya. Sebab, adanya kebijakan physical distancing yang tidak memungkinkan untuk petugas-petugas di lapangan melakukan pembacaan tarif secara reguler.

Karena itulah, pihaknya menyiasati dengan meminta pelanggan sendiri yang melakukan pembacaan secara mandiri. Artinya, pelanggan melakukan pengecekan meteran air dan mengirimkan hasilnya ke WhatsApp PDAM center. “Nah, kebanyakan pelanggan mungkin tidak melakukan pembacaan mandiri itu. Bisa jadi belum mendengar info, atau tidak sempat, atau memang menyepelekan. Padahal kita sudah umumkan sebelumnya,” sambungnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sementara itu, keluhan-keluhan dari masyarakat yang menyatakan kenaikan tarif bulanan pada penggunaan air turut mendapatkan respons Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jember. Direktur PDAM Jember Ady Setiawan membantah jika PDAM menaikkan tarif bulanan. Sebab, ketentuan tarif itu merupakan wewenang pemerintah daerah yang tertuang dalam peraturan bupati (perbup). “Kalaupun ada kenaikan, acuannya tetap pada perbup. Dan itu tiap empat tahun sekali diperbarui,” jelas Ady.

Meski begitu, dirinya membenarkan munculnya keluhan-keluhan dari masyarakat mengenai kenaikan tarif itu. Ady berdalih, hal itu sebenarnya bukan kenaikan tarif, tapi taksiran rata-rata berdasarkan pemakaian selama tiga bulan terakhir. Menurutnya, besar kecilnya tarif itu ditentukan tetap berdasarkan intensitas pemakaian. Semakin banyak tentu semakin besar tarif bulanannya, dan begitupun sebaliknya.

Namun saat pandemi kemarin, memang dari PDAM tidak melakukan pembacaan tarif secara reguler, seperti bulan-bulan sebelumnya. Sebab, adanya kebijakan physical distancing yang tidak memungkinkan untuk petugas-petugas di lapangan melakukan pembacaan tarif secara reguler.

Karena itulah, pihaknya menyiasati dengan meminta pelanggan sendiri yang melakukan pembacaan secara mandiri. Artinya, pelanggan melakukan pengecekan meteran air dan mengirimkan hasilnya ke WhatsApp PDAM center. “Nah, kebanyakan pelanggan mungkin tidak melakukan pembacaan mandiri itu. Bisa jadi belum mendengar info, atau tidak sempat, atau memang menyepelekan. Padahal kita sudah umumkan sebelumnya,” sambungnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/