alexametrics
28 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Langsung Dikubur oleh Petugas

Nasib Hiu Tutul Terdampar di Pantai Paseban

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seekor hiu tutul yang terdampar di bibir Pantai Paseban, kemarin (30/8), sontak memantik rasa penasaran warga. Tak hanya dari sekitar pantai, namun juga dari kecamatan lain, bahkan dari luar Jember. Namun, kini petugas terkait telah mengubur hiu tersebut, setelah sempat menjadi tontonan warga.

Seperti diketahui, ikan hiu jenis tutul dengan panjang sembilan meter, lebar antarsirip mencapai 2,5 meter dan berat kurang lebih 1,7 ton ditemukan terdampar di Pantai Paseban, Dusun Bulurejo, Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Minggu (30/8) pukul 01.00. Hewan langka yang diduga mendekat ke permukaan air laut karena perbedaan suhu air ini menjadi perhatian warga dan pengunjung dari luar Jember. Salah satunya Holifah yang datang dari Lumajang. “Saya tahunya dari media sosial, kalau ada ikan hiu yang terdampar. Saya bersama suami dan keluarga lain datang ke lokasi,” kata Holifah, didampingi suaminya.

Berdasarkan informasi yang diterima Jawa Pos Radar Jember, orang pertama yang menemukan ikan hiu tutul ini adalah Buari, 50, warga setempat. “Saya tadi pagi (kemarin, Red) pukul 05.00 saat melihat pantai, tiba-tiba menemukan ikan terdampar ini. Saat itu juga saya melaporkan hal ini kepada pihak desa,” ujar nelayan tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Penemuan ikan hiu tutul di wilayah pantai selatan ini tidak hanya terjadi sekali ini saja. Beberapa bulan lalu, hewan yang sama juga ditemukan oleh warga Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas. Bahkan, dagingnya sampai dikonsumsi warga.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seekor hiu tutul yang terdampar di bibir Pantai Paseban, kemarin (30/8), sontak memantik rasa penasaran warga. Tak hanya dari sekitar pantai, namun juga dari kecamatan lain, bahkan dari luar Jember. Namun, kini petugas terkait telah mengubur hiu tersebut, setelah sempat menjadi tontonan warga.

Seperti diketahui, ikan hiu jenis tutul dengan panjang sembilan meter, lebar antarsirip mencapai 2,5 meter dan berat kurang lebih 1,7 ton ditemukan terdampar di Pantai Paseban, Dusun Bulurejo, Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Minggu (30/8) pukul 01.00. Hewan langka yang diduga mendekat ke permukaan air laut karena perbedaan suhu air ini menjadi perhatian warga dan pengunjung dari luar Jember. Salah satunya Holifah yang datang dari Lumajang. “Saya tahunya dari media sosial, kalau ada ikan hiu yang terdampar. Saya bersama suami dan keluarga lain datang ke lokasi,” kata Holifah, didampingi suaminya.

Berdasarkan informasi yang diterima Jawa Pos Radar Jember, orang pertama yang menemukan ikan hiu tutul ini adalah Buari, 50, warga setempat. “Saya tadi pagi (kemarin, Red) pukul 05.00 saat melihat pantai, tiba-tiba menemukan ikan terdampar ini. Saat itu juga saya melaporkan hal ini kepada pihak desa,” ujar nelayan tersebut.

Penemuan ikan hiu tutul di wilayah pantai selatan ini tidak hanya terjadi sekali ini saja. Beberapa bulan lalu, hewan yang sama juga ditemukan oleh warga Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas. Bahkan, dagingnya sampai dikonsumsi warga.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seekor hiu tutul yang terdampar di bibir Pantai Paseban, kemarin (30/8), sontak memantik rasa penasaran warga. Tak hanya dari sekitar pantai, namun juga dari kecamatan lain, bahkan dari luar Jember. Namun, kini petugas terkait telah mengubur hiu tersebut, setelah sempat menjadi tontonan warga.

Seperti diketahui, ikan hiu jenis tutul dengan panjang sembilan meter, lebar antarsirip mencapai 2,5 meter dan berat kurang lebih 1,7 ton ditemukan terdampar di Pantai Paseban, Dusun Bulurejo, Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Minggu (30/8) pukul 01.00. Hewan langka yang diduga mendekat ke permukaan air laut karena perbedaan suhu air ini menjadi perhatian warga dan pengunjung dari luar Jember. Salah satunya Holifah yang datang dari Lumajang. “Saya tahunya dari media sosial, kalau ada ikan hiu yang terdampar. Saya bersama suami dan keluarga lain datang ke lokasi,” kata Holifah, didampingi suaminya.

Berdasarkan informasi yang diterima Jawa Pos Radar Jember, orang pertama yang menemukan ikan hiu tutul ini adalah Buari, 50, warga setempat. “Saya tadi pagi (kemarin, Red) pukul 05.00 saat melihat pantai, tiba-tiba menemukan ikan terdampar ini. Saat itu juga saya melaporkan hal ini kepada pihak desa,” ujar nelayan tersebut.

Penemuan ikan hiu tutul di wilayah pantai selatan ini tidak hanya terjadi sekali ini saja. Beberapa bulan lalu, hewan yang sama juga ditemukan oleh warga Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas. Bahkan, dagingnya sampai dikonsumsi warga.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/