alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Pemkab Jember Gandeng KPK Siapkan Penyuluh Antikorupsi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR menyatakan Pemerintah Kabupaten Jember ingin memiliki penyuluh antikorupsi.

Hal ini disampaikan Bupati kepada wartawan saat kedatangan tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Pendapa Wahyawibawagraha, Kamis, 29 Agustus 2019.

KPK datang ke Kabupaten Jember dalam kegiatan Bus KPK Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi. Selama tiga hari KPK akan memberikan edukasi dan pencegahan korupsi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Untuk mewujudkan rencana itu, Bupati mengaku telah menjalin komunikasi dengan KPK.  “Sudah kami bicarakan, Jember ingin mempunyai penyuluh antikorupsi,” ungkap Bupati.

Saat ini, lanjutnya, sudah ada sekitar 60 perempuan yang siap untuk dilatih dan dinilai untuk menjadi  penyuluh antikorupsi. Enam puluh orang itu diantaranya berasal dari guru PAUD.

“Akan kami buat kelas, in house training, bersama KPK yang dibiayai oleh APBD Kabupaten Jember,” ungkap Bupati.

Bupati mengakui saat ini yang lebih siap mengikuti pelatihan itu mayoritas perempuan.

Kelas ini akan menggunakan kurikulum yang dirancang oleh KPK. Setelah mendapat pelatihan, mereka akan mendapat penilaian (assessment) dari KPK.

Setelah itu, Pemerintah Kabupaten Jember akan meminta formasi kepada Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi agar mereka yang lolos penilaian KPK mendapatan tugas sebagai penyuluh antikorupsi.

“Kami meminta KPK secepatnya menyiapkan pelatih. Kami menyiapkan dua kelas untuk 60 orang itu,” ujarnya.

Selain itu, Bupati menyatakan mempunyai pekerjaan rumah untuk memberikan edukasi kepada kepala desa terpilih dalam Pilakdes serentak pada September.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR menyatakan Pemerintah Kabupaten Jember ingin memiliki penyuluh antikorupsi.

Hal ini disampaikan Bupati kepada wartawan saat kedatangan tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Pendapa Wahyawibawagraha, Kamis, 29 Agustus 2019.

KPK datang ke Kabupaten Jember dalam kegiatan Bus KPK Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi. Selama tiga hari KPK akan memberikan edukasi dan pencegahan korupsi.

Untuk mewujudkan rencana itu, Bupati mengaku telah menjalin komunikasi dengan KPK.  “Sudah kami bicarakan, Jember ingin mempunyai penyuluh antikorupsi,” ungkap Bupati.

Saat ini, lanjutnya, sudah ada sekitar 60 perempuan yang siap untuk dilatih dan dinilai untuk menjadi  penyuluh antikorupsi. Enam puluh orang itu diantaranya berasal dari guru PAUD.

“Akan kami buat kelas, in house training, bersama KPK yang dibiayai oleh APBD Kabupaten Jember,” ungkap Bupati.

Bupati mengakui saat ini yang lebih siap mengikuti pelatihan itu mayoritas perempuan.

Kelas ini akan menggunakan kurikulum yang dirancang oleh KPK. Setelah mendapat pelatihan, mereka akan mendapat penilaian (assessment) dari KPK.

Setelah itu, Pemerintah Kabupaten Jember akan meminta formasi kepada Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi agar mereka yang lolos penilaian KPK mendapatan tugas sebagai penyuluh antikorupsi.

“Kami meminta KPK secepatnya menyiapkan pelatih. Kami menyiapkan dua kelas untuk 60 orang itu,” ujarnya.

Selain itu, Bupati menyatakan mempunyai pekerjaan rumah untuk memberikan edukasi kepada kepala desa terpilih dalam Pilakdes serentak pada September.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR menyatakan Pemerintah Kabupaten Jember ingin memiliki penyuluh antikorupsi.

Hal ini disampaikan Bupati kepada wartawan saat kedatangan tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Pendapa Wahyawibawagraha, Kamis, 29 Agustus 2019.

KPK datang ke Kabupaten Jember dalam kegiatan Bus KPK Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi. Selama tiga hari KPK akan memberikan edukasi dan pencegahan korupsi.

Untuk mewujudkan rencana itu, Bupati mengaku telah menjalin komunikasi dengan KPK.  “Sudah kami bicarakan, Jember ingin mempunyai penyuluh antikorupsi,” ungkap Bupati.

Saat ini, lanjutnya, sudah ada sekitar 60 perempuan yang siap untuk dilatih dan dinilai untuk menjadi  penyuluh antikorupsi. Enam puluh orang itu diantaranya berasal dari guru PAUD.

“Akan kami buat kelas, in house training, bersama KPK yang dibiayai oleh APBD Kabupaten Jember,” ungkap Bupati.

Bupati mengakui saat ini yang lebih siap mengikuti pelatihan itu mayoritas perempuan.

Kelas ini akan menggunakan kurikulum yang dirancang oleh KPK. Setelah mendapat pelatihan, mereka akan mendapat penilaian (assessment) dari KPK.

Setelah itu, Pemerintah Kabupaten Jember akan meminta formasi kepada Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi agar mereka yang lolos penilaian KPK mendapatan tugas sebagai penyuluh antikorupsi.

“Kami meminta KPK secepatnya menyiapkan pelatih. Kami menyiapkan dua kelas untuk 60 orang itu,” ujarnya.

Selain itu, Bupati menyatakan mempunyai pekerjaan rumah untuk memberikan edukasi kepada kepala desa terpilih dalam Pilakdes serentak pada September.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/