alexametrics
28.7 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Pemkab Jember dan TPAKD Bahas Inklusi Keuangan di Sekolah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Jember bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) membahas program simpanan pelajar, kantin pandai, dan pengembangan ekonomi di Puger.

Pembahasan itu dilakukan dalam rapat pleno TPAKD di Ruang Tamyaloka Pendapa Wahyawibawagraha, Jum’at, 30 Agustus 2019.

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR dalam pengarahannya meminta semua pihak yang terlibat dalam TPAKD untuk mendorong terwujudnya inklusi keuangan di sekolah, utamanya kalangan pelajar.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Misi kita, anak-anak kita berpindah perilaku dari transaksi tunai kepada transaksi non tunai,” kata Bupati.  “Mengubah perilaku anak-anak kita dari sukar menabung menjadi semangat menabung,” imbuhnya.

Untuk hal itu, setiap pelajar harus memiliki buku rekening tabungan atas nama sendiri.

Program ini dapat dijalankan dengan mencari relawan di sekolah-sekolah. Para pelajar yang menjadi relawan ini merupakan duta inklusi di sekolahnya masing-masing.

Mereka yang akan menyosialisasikan program iklusi keuangan. Sementara pemerintah dan TPAKD mendukung duta itu dalam menjalankan tugasnya.

“Mungkin transaksinya kecil-kecil, tetapi mengubah perilaku ini bisa membuat omset lebih dari yang diprediksikan,” ungkap Bupati.

Program itu, menurut Bupati, sudah tercantum dalam APBD Kabupaten Jember. Program kerjanya juga telah ada, yakni 1.000 Kantin Bela Negara.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Jember bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) membahas program simpanan pelajar, kantin pandai, dan pengembangan ekonomi di Puger.

Pembahasan itu dilakukan dalam rapat pleno TPAKD di Ruang Tamyaloka Pendapa Wahyawibawagraha, Jum’at, 30 Agustus 2019.

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR dalam pengarahannya meminta semua pihak yang terlibat dalam TPAKD untuk mendorong terwujudnya inklusi keuangan di sekolah, utamanya kalangan pelajar.

“Misi kita, anak-anak kita berpindah perilaku dari transaksi tunai kepada transaksi non tunai,” kata Bupati.  “Mengubah perilaku anak-anak kita dari sukar menabung menjadi semangat menabung,” imbuhnya.

Untuk hal itu, setiap pelajar harus memiliki buku rekening tabungan atas nama sendiri.

Program ini dapat dijalankan dengan mencari relawan di sekolah-sekolah. Para pelajar yang menjadi relawan ini merupakan duta inklusi di sekolahnya masing-masing.

Mereka yang akan menyosialisasikan program iklusi keuangan. Sementara pemerintah dan TPAKD mendukung duta itu dalam menjalankan tugasnya.

“Mungkin transaksinya kecil-kecil, tetapi mengubah perilaku ini bisa membuat omset lebih dari yang diprediksikan,” ungkap Bupati.

Program itu, menurut Bupati, sudah tercantum dalam APBD Kabupaten Jember. Program kerjanya juga telah ada, yakni 1.000 Kantin Bela Negara.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Jember bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) membahas program simpanan pelajar, kantin pandai, dan pengembangan ekonomi di Puger.

Pembahasan itu dilakukan dalam rapat pleno TPAKD di Ruang Tamyaloka Pendapa Wahyawibawagraha, Jum’at, 30 Agustus 2019.

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR dalam pengarahannya meminta semua pihak yang terlibat dalam TPAKD untuk mendorong terwujudnya inklusi keuangan di sekolah, utamanya kalangan pelajar.

“Misi kita, anak-anak kita berpindah perilaku dari transaksi tunai kepada transaksi non tunai,” kata Bupati.  “Mengubah perilaku anak-anak kita dari sukar menabung menjadi semangat menabung,” imbuhnya.

Untuk hal itu, setiap pelajar harus memiliki buku rekening tabungan atas nama sendiri.

Program ini dapat dijalankan dengan mencari relawan di sekolah-sekolah. Para pelajar yang menjadi relawan ini merupakan duta inklusi di sekolahnya masing-masing.

Mereka yang akan menyosialisasikan program iklusi keuangan. Sementara pemerintah dan TPAKD mendukung duta itu dalam menjalankan tugasnya.

“Mungkin transaksinya kecil-kecil, tetapi mengubah perilaku ini bisa membuat omset lebih dari yang diprediksikan,” ungkap Bupati.

Program itu, menurut Bupati, sudah tercantum dalam APBD Kabupaten Jember. Program kerjanya juga telah ada, yakni 1.000 Kantin Bela Negara.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/