alexametrics
25 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Mahasiswi Polandia Suka Kuliner Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR JEMBER.ID – Pelaksanaan kemah budaya internasional Universitas Jember (Unej) yang dikemas dalam acara Universitas Jember International Cultural Camp (UJICC)  2019 begitu menarik. Sebab, banyak kearifan lokal yang disukai pelajar asing. Salah satunya adalah sambal khas Indonesia dan karate.

Kemah itu digelar oleh Pusat Layanan Internasional Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember. Ada beberapa mahasiswa dari 11 negara yang ikut bergabung dalam kegiatan tersebut. Acaranya digelar sejak  16 Juli 2019 hingga tanggal 31 Juli 2019.

Klaudia Luiza Dudzik, mahasiswa asal Polandia, mengaku merasakan pengalaman yang begitu istimewa selama mengikuti beragam kegiatan UJICC. Dirinya kepincut dengan ragam kuliner yang ada di Indonesia, khususnya  Jember. “Saya sangat menikmati seluruh rangkaian acara UJICC. Karena ini adalah sesuatu yang baru bagi saya. Saya banyak dikenalkan dengan budaya Indonesia yang tidak pernah saya kenal sebelumnya,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Reog Ponorogo, gamelan, belajar membatik, dan berbagai kegiatan yang mengandung nilai budaya menjadi beberapa budaya yang menarik baginya. Menurut Klaudia, ketertarikannya tidak hanya pada budaya yang diperkenalkan, namun ia juga menikmati ragam kuliner yang disuguhkan kepadanya. Mulai dari rawon, tumpeng, apem, dan beragam jajanan tradisional yang lain. “Saya suka sambal Indonesia karena pedasnya begitu nikmat. Sambalnya di sini berbeda dengan sambal di Malaysia. Sambal di sini ada bermacam-macam tetapi semuanya begitu pedas. Kalau sambal di negara saya tidak pedas, mungkin lebih mirip saus tomat yang disirami minyak zaitun,” terangnya.

- Advertisement -

RADAR JEMBER.ID – Pelaksanaan kemah budaya internasional Universitas Jember (Unej) yang dikemas dalam acara Universitas Jember International Cultural Camp (UJICC)  2019 begitu menarik. Sebab, banyak kearifan lokal yang disukai pelajar asing. Salah satunya adalah sambal khas Indonesia dan karate.

Kemah itu digelar oleh Pusat Layanan Internasional Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember. Ada beberapa mahasiswa dari 11 negara yang ikut bergabung dalam kegiatan tersebut. Acaranya digelar sejak  16 Juli 2019 hingga tanggal 31 Juli 2019.

Klaudia Luiza Dudzik, mahasiswa asal Polandia, mengaku merasakan pengalaman yang begitu istimewa selama mengikuti beragam kegiatan UJICC. Dirinya kepincut dengan ragam kuliner yang ada di Indonesia, khususnya  Jember. “Saya sangat menikmati seluruh rangkaian acara UJICC. Karena ini adalah sesuatu yang baru bagi saya. Saya banyak dikenalkan dengan budaya Indonesia yang tidak pernah saya kenal sebelumnya,” terangnya.

Reog Ponorogo, gamelan, belajar membatik, dan berbagai kegiatan yang mengandung nilai budaya menjadi beberapa budaya yang menarik baginya. Menurut Klaudia, ketertarikannya tidak hanya pada budaya yang diperkenalkan, namun ia juga menikmati ragam kuliner yang disuguhkan kepadanya. Mulai dari rawon, tumpeng, apem, dan beragam jajanan tradisional yang lain. “Saya suka sambal Indonesia karena pedasnya begitu nikmat. Sambalnya di sini berbeda dengan sambal di Malaysia. Sambal di sini ada bermacam-macam tetapi semuanya begitu pedas. Kalau sambal di negara saya tidak pedas, mungkin lebih mirip saus tomat yang disirami minyak zaitun,” terangnya.

RADAR JEMBER.ID – Pelaksanaan kemah budaya internasional Universitas Jember (Unej) yang dikemas dalam acara Universitas Jember International Cultural Camp (UJICC)  2019 begitu menarik. Sebab, banyak kearifan lokal yang disukai pelajar asing. Salah satunya adalah sambal khas Indonesia dan karate.

Kemah itu digelar oleh Pusat Layanan Internasional Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember. Ada beberapa mahasiswa dari 11 negara yang ikut bergabung dalam kegiatan tersebut. Acaranya digelar sejak  16 Juli 2019 hingga tanggal 31 Juli 2019.

Klaudia Luiza Dudzik, mahasiswa asal Polandia, mengaku merasakan pengalaman yang begitu istimewa selama mengikuti beragam kegiatan UJICC. Dirinya kepincut dengan ragam kuliner yang ada di Indonesia, khususnya  Jember. “Saya sangat menikmati seluruh rangkaian acara UJICC. Karena ini adalah sesuatu yang baru bagi saya. Saya banyak dikenalkan dengan budaya Indonesia yang tidak pernah saya kenal sebelumnya,” terangnya.

Reog Ponorogo, gamelan, belajar membatik, dan berbagai kegiatan yang mengandung nilai budaya menjadi beberapa budaya yang menarik baginya. Menurut Klaudia, ketertarikannya tidak hanya pada budaya yang diperkenalkan, namun ia juga menikmati ragam kuliner yang disuguhkan kepadanya. Mulai dari rawon, tumpeng, apem, dan beragam jajanan tradisional yang lain. “Saya suka sambal Indonesia karena pedasnya begitu nikmat. Sambalnya di sini berbeda dengan sambal di Malaysia. Sambal di sini ada bermacam-macam tetapi semuanya begitu pedas. Kalau sambal di negara saya tidak pedas, mungkin lebih mirip saus tomat yang disirami minyak zaitun,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/