alexametrics
20.8 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

Kopi Lokal Jember Cita Rasanya Menggusur Peserta Se-Nusantara

Geliat Kopi Lokal di Kancah Nasional. Jember tidak hanya dikenal penghasil kopi robusta terbaik, namun beberapa jenis kopi racikan cukup mampu bersaing. Seperti kopi rempah milik pelaku UMKM ini, mampu menyisihkan 175 peserta di IPB Bogor.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – KABUPATEN Jember memang dikenal sebagai penghasil kopi jenis robusta terbaik. Menjamurnya kedai-kedai kopi di sejumlah tempat turut membawa kopi khas daerah Pegunungan Argopuro itu begitu dikenal di berbagai daerah.

Namun, ada sejumlah kopi racikan yang ternyata bisa mengimbangi ketenaran kopi robusta, yakni kopi rempah, buatan Imam Sanusi. Kopi yang diolah seorang pelaku UMKM asal Jalan Kaca Piring, Lingkungan Gebang Tengah, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang ini, sekilas mirip seperti kopi kebanyakan.

Sesuai namanya, kopi itu merupakan perpaduan kopi yang dicampur dengan sejumlah rempah-rempah pilihan. Seperti jahe, kapulaga, cengkih, kayu manis, dan cabai puyang. Selain menjadi kenikmatan sebuah seduhan kopi, juga berkhasiat untuk kesehatan tubuh.

Terobos Rambu di Jalan M Yamin Jember, Truk Tronton Jadi Biang Kemacetan

Mobile_AP_Rectangle 2

Imam Sanusi, penemu sekaligus peracik kopi rempah itu, mengaku, awalnya ide membuat kopi itu muncul ketika masih di masa pandemi, 2020 lalu. Banyak kenalan, kolega, dan saudaranya yang kerap sakit. Dari situ, inisiatif membuat kopi dengan campuran rempah-rempah terlahir. “Dari segi rasa, masih dominan kopi dan rempah-rempah. Karena khasiatnya untuk menjaga kebugaran tubuh, racikan kopi rempah terus diminati teman-teman dan kolega saya,” kata Imam Sanusi saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, kemarin.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – KABUPATEN Jember memang dikenal sebagai penghasil kopi jenis robusta terbaik. Menjamurnya kedai-kedai kopi di sejumlah tempat turut membawa kopi khas daerah Pegunungan Argopuro itu begitu dikenal di berbagai daerah.

Namun, ada sejumlah kopi racikan yang ternyata bisa mengimbangi ketenaran kopi robusta, yakni kopi rempah, buatan Imam Sanusi. Kopi yang diolah seorang pelaku UMKM asal Jalan Kaca Piring, Lingkungan Gebang Tengah, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang ini, sekilas mirip seperti kopi kebanyakan.

Sesuai namanya, kopi itu merupakan perpaduan kopi yang dicampur dengan sejumlah rempah-rempah pilihan. Seperti jahe, kapulaga, cengkih, kayu manis, dan cabai puyang. Selain menjadi kenikmatan sebuah seduhan kopi, juga berkhasiat untuk kesehatan tubuh.

Terobos Rambu di Jalan M Yamin Jember, Truk Tronton Jadi Biang Kemacetan

Imam Sanusi, penemu sekaligus peracik kopi rempah itu, mengaku, awalnya ide membuat kopi itu muncul ketika masih di masa pandemi, 2020 lalu. Banyak kenalan, kolega, dan saudaranya yang kerap sakit. Dari situ, inisiatif membuat kopi dengan campuran rempah-rempah terlahir. “Dari segi rasa, masih dominan kopi dan rempah-rempah. Karena khasiatnya untuk menjaga kebugaran tubuh, racikan kopi rempah terus diminati teman-teman dan kolega saya,” kata Imam Sanusi saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, kemarin.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – KABUPATEN Jember memang dikenal sebagai penghasil kopi jenis robusta terbaik. Menjamurnya kedai-kedai kopi di sejumlah tempat turut membawa kopi khas daerah Pegunungan Argopuro itu begitu dikenal di berbagai daerah.

Namun, ada sejumlah kopi racikan yang ternyata bisa mengimbangi ketenaran kopi robusta, yakni kopi rempah, buatan Imam Sanusi. Kopi yang diolah seorang pelaku UMKM asal Jalan Kaca Piring, Lingkungan Gebang Tengah, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang ini, sekilas mirip seperti kopi kebanyakan.

Sesuai namanya, kopi itu merupakan perpaduan kopi yang dicampur dengan sejumlah rempah-rempah pilihan. Seperti jahe, kapulaga, cengkih, kayu manis, dan cabai puyang. Selain menjadi kenikmatan sebuah seduhan kopi, juga berkhasiat untuk kesehatan tubuh.

Terobos Rambu di Jalan M Yamin Jember, Truk Tronton Jadi Biang Kemacetan

Imam Sanusi, penemu sekaligus peracik kopi rempah itu, mengaku, awalnya ide membuat kopi itu muncul ketika masih di masa pandemi, 2020 lalu. Banyak kenalan, kolega, dan saudaranya yang kerap sakit. Dari situ, inisiatif membuat kopi dengan campuran rempah-rempah terlahir. “Dari segi rasa, masih dominan kopi dan rempah-rempah. Karena khasiatnya untuk menjaga kebugaran tubuh, racikan kopi rempah terus diminati teman-teman dan kolega saya,” kata Imam Sanusi saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, kemarin.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/